
Di alam bawah sadar Nayla....
Ada sebuah cahaya yang sangat terang bahkan terangnya cahaya itu melebihi terangnya matahari.
Nayla menjadikan tangannya sebagai pelindung wajahnya dari terangnya cahaya itu tapi lama-kelamaan cahaya itu mulai bersahabat dengannya.
Nayla menurunkan tangannya lalu melihat ke depan dengan tatapan mata bingungnya.
Aku dimana?
Aku tidak tau sama sekali saat ini aku lagi berada dimana?
Rumput yang sangat hijau,, bunga yang bermekaran indah dan juga kupu-kupu indah yang berterbangan.
Ini sangat indah sekali!!!
Nayla terus berjalan menyusuri tempat yang sangat indah itu,, dan sesekali Nayla memutar tubuhnya menikmati betapa indahnya tempatnya berada saat ini.
Tapi Nayla tidak tau dirinya sedang berada dimana,, apakah dia tersesat atau ini hanya sebuah mimpi saja? tapi jika ini benar-benar hanya mimpi saja,, Nayla berharap bisa disini saja selamanya.
Nayla tidak ingin bangun dari mimpi yang sangat indah ini,, Nayla sangat nyaman berada di tempat ini.
Nayla melihat air yang mengalir,, lalu Nayla memilih untuk duduk dipinggir,, dengan kaki Nayla yang sebagian masuk di dalam air yang sangat jernih ini.
Nayla benar-benar tidak ingin keluar dari tempat kedamaian nya saat ini,, di tempat ini Nayla sangat bahagia.
Lalu Nayla menatap disekitarnya,, namun tidak ada orang sama sekali.
Sebenarnya dimanakah dirinya berada saat ini?
Nayla tidak mempermasalahkan meksipun tidak ada orang sama sekali di tempat ini. Yang penting buat Nayla ditempatnya saat ini tidak ada kesedihan sedikit pun,, jika tidak memiliki teman,, masih ada kupu-kupu yang indah yang akan menjadi teman Nayla.
Kaki Nayla terus saja bergerak-gerak di air itu,, menikmati dinginnya air itu.
Tangan Nayla berada di samping dijadikan tumpuan,, lalu wajah Nayla menengadah ke atas melihat langit biru yang sangat indah.
Disini benar-benar sangat indah hingga Nayla benar-benar sangat bahagia. Apa itu dunia yang kejam yang tidak berbelas kasih padanya?
Sejenak pikiran Nayla kembali mengingat pada hari-harinya yang penuh luka,, meskipun hidup ditengah keramaian tapi itu tidak membuat Nayla bahagia sama sekali.
__ADS_1
Mereka tidak perduli padanya bahkan dirinya tidak dianggap ada sama sekali.
Siapakah Nayla sehingga tidak pantas mendapatkan kebahagiaan yang utuh sekali saja? jika satu hari terlalu lama,, Nayla minta setengah jam saja.
Tolong cintai dirinya, sayangi dirinya,, hargai dirinya dan anggap dirinya ada juga.
Anggap Nayla manusia juga yang mempunyai rasa cinta dan juga bisa merasakan rasa sakit,, pandang dirinya dengan kelembutan juga,, dekap dirinya dalam kasih sayang,, yakinkan dirinya bahwa kebahagiaan itu ada walau bukan dirinya pemilik sejatinya.
Tapi itu tidak mungkin!!
Nayla ingin melupakan semua rasa sakit yang dia rasakan,, dan Nayla ingin bahagia bersama.....
Nayla punya janin?
Nayla hampir melupakan janinnya,, Nayla kemudian meraba perutnya.
Tapi Nayla tersentak mengapa rasanya Nayla tidak memiliki apa-apa.
Nayla tidak merasakan sesuatu seperti biasanya,, kemana anakku?
Nayla benar-benar tidak ingin kehilangan anaknya,, Nayla ingin bersama anaknya agar Nayla tidak kesepian.
Nayla ingin menjerit sekencang-kencangnya berharap janinnya masih ada.
Usia kandungan Nayla sudah 10 minggu dan perut Nayla sudah mulai menonjol sedikit,, tapi saat ini begitu Nayla meraba perutnya terasa perutnya sangat rata. Dimana anakku?
###############
Sementara di Puskesmas...
Di atas ranjang rumah sakit saat ini sedang terbaring seorang wanita dengan wajah yang begitu pucat sampai saat ini wanita itu belum sadarkan diri dan juga denyut nadinya sudah semakin melemah.
Seorang dokter umum masih berusaha menangani Nayla yang saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan,, sedangkan Devan bersandar di pintu yang saat ini sedang tertutup rapat menantikan kabar Nayla dengan perasaan panik luar biasa.
Devan tidak mampu melihat Nayla yang wajahnya sangat pucat dan juga darah yang masih terus mengalir sehingga Devan memutuskan untuk menunggu di luar. Menantikan kabar Nayla dengan perasaan cemas.
Hingga tidak lama kemudian seorang dokter akhirnya keluar.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Devan dengan tidak sabar ingin mengetahui keadaan Nayla.
__ADS_1
Dokter ber-tag Nia itu merasa pernah melihat Devan namun Nia juga bingung dan merasa tidak mungkin jika ini orang yang sama.
"Sebaiknya di bawa ke rumah sakit saja,," ucap Nia.
"Mohon maaf sebelumnya tapi wajah anda tidak asing sekali,, apa anda seorang dokter juga?" tanya Nia yang sudah sangat penasaran sejak tadi dan ingin mengutarakan isi hatinya mengenai penasaran nya tapi juga merasa agak segan.
Devan hanya mengangguk karena saat ini yang terpenting adalah keselamatan Nayla,, Devan segera masuk ke dalam untuk melihat istri keduanya itu dengan perasaan khawatir.
"Boleh saya ambil alih?" tanya Devan sambil melihat Nia.
Nia dengan segera menganggukkan kepalanya karena dirinya hanya dokter umum saja.
"Tapi dokter sebaiknya dia di bawa ke rumah sakit saja,, karena disini alatnya tidak memadai dokter,," ucap Nia lagi yang juga khawatir dengan kondisi wanita yang sedang terbaring lemah ditambah alat yang sangat kurang.
"Saya ingin memastikan keadaannya dulu,," ucap Devan.
Devan mulai memeriksa Nayla dulu,, Devan berusaha keras untuk tetap terlihat tenang seperti saat Devan menghadapi pasien yang lain,, tapi itu sangat susah dilakukan oleh Devan karena saat ini dihadapannya adalah Nayla istri keduanya.
"Nayla,," ucap Devan sambil menepuk wajah Nayla pelan,, Devan ingin menyadarkan Nayla. Tapi sampai saat ini masih sama saja Nayla belum sadarkan diri.
Devan benar-benar bingung kali ini harus bagaimana,, sedangkan pendarahan Nayla belum juga berhenti sama sekali.
Jika pada pasiennya yang lain Devan tentu akan lebih bijak,, tapi beda untuk pasien yang ini dimana istrinya sendiri.
"Siapkan ambulance,," ucap Devan,, hingga tidak lama berselang Nayla segera dimasukkan ke dalam ambulance lalu dengan secepat mungkin Nayla dibawa ke rumah sakit Kota.
Tidak terlalu memakan waktu berjam-jam,, Nayla kini sudah berada di rumah sakit Stay Healthy.
Secepat mungkin Nayla di bawa ke UGD dan segera mendapatkan penanganan.
Disini lah hal tersulit untuk Devan,, disaat dirinya begitu panik tapi dirinya harus tetap terlihat biasa-biasa saja seakan yang ditangani saat ini bukanlah siapa-siapa untuknya,, walaupun kenyataannya wanita yang sedang mendapatkan penanganan itu adalah istrinya yang sedang bertaruh nyawa untuk keselamatan anaknya.
"Janinnya harus segera diangkat Dokter Devan,," ucap Dokter Alex setelah memeriksa keadaan Nayla yang sangat parah.
"Dokter Devan dimana keluarga pasien? keluarganya harus tau jika janin wanita itu akan segera diangkat,," ucap Dokter Alex lagi sambil melihat Devan.
Meskipun mereka bersahabat tapi jika di rumah sakit mereka sangat profesional.
"Angkat saja janinnya!!" ucap Devan dengan perasaan tidak bisa dijelaskan.
__ADS_1