Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Biarkan kita bahagia tanpa dia!!!


__ADS_3

Nayla langsung terperanjat begitu melihat layar ponselnya, menatap laporan transaksi yang baru saja diterimanya. Devan mentransfer uang pada rekeningnya dengan nominal yang sangat fantastis.


"Lima ratus juta?" ucap Nayla yang merasa mungkin ada kesalahan, mungkin saja Devan salah menuliskan nominalnya pikir Nayla.


Sesaat kemudian ponsel Nayla berdering, kali ini Nayla tanpa pikir panjang langsung mengangkat panggilan telepon dari Devan,, Nayla berpikir mungkin saja Devan ingin meminta uang tersebut dikembalikan sebagian besarnya, Nayla masih menganggap bahwa Devan salah menuliskan nominal.


"Halo," ucap Nayla setelah panggilan terhubung.


"Transferan uangnya sudah masuk?" tanya Devan di seberang sana.


"Iya Dok, apa anda salah menuliskan angka mungkin lima juta bukan lima ratus juta?" ucap Nayla.


"Dalam satu bulan aku akan terus mengirimkan lima ratus juta, terserah kamu mau gunakan untuk apa," jawab Devan di seberang sana sambil menatap bingkai foto Nayla bersama Felix.


Baginya uang tidak masalah karena tujuan hidupnya sudah tidak terarah sekarang,, setelah Nayla pergi membawa separuh hatinya.


"Tapi itu terlalu banyak Dokter," ucap Nayla yang masih mencoba bernegosiasi dengan Devan,, Nayla merasa tidak enak jika terus menerima uang sebanyak itu tiap bulan.


"Itu tidak banyak,, kalau kamu minta satu miliar juga dalam satu bulan,, Mas tentu akan menyanggupinya," ucap Devan.


Nayla langsung memutuskan sambungan telepon tanpa meminta persetujuan dari Devan, dirinya tentu tidak mungkin menerima uang sebanyak itu.


Tidak berselang lama,, Nayla mendengar suara ketukan pintu, Nayla yang masih menggunakan baju perawatnya langsung keluar menemui seseorang yang bertamu di rumahnya dan ternyata Alex yang datang bertamu.


"Duduk Dok," ucap Nayla,, yang seperti biasanya Nayla akan menerima tamu laki-laki sampai di teras rumah saja, kecuali pria tersebut datang bersama dengan istrinya.


"Nayla, aku ingin melamar mu, aku berjanji akan membahagiakan kamu dan Felix," ucap Alex tanpa basa-basi.


Nayla terdiam dan menunduk,, menolak rasanya tak enak, tapi menerima juga tidak mungkin menimbang dirinya tidak pernah memiliki perasaan yang lebih pada Alex.


"Aku ingin menebus kesalahanku," ucap Alex.


Nayla tentunya tidak ingin dikasihani, dinikahi karena sebuah rasa bersalah, baginya menikah bukanlah suatu pengorbanan melainkan keikhlasan untuk meraih kebahagiaan bersama.


"Maaf Dok tapi aku sudah kembali dengan Denis,, mantan kekasih ku," ucap Nayla.


Nayla bukanlah wanita yang akan memberikan harapan palsu pada laki-laki,, apalagi menerima sekalipun tidak pasti.


Nayla bukanlah wanita yang selalu mempermainkan hati seseorang, apalagi hati seorang pria yang ingin menaruh harapan padanya. Lebih baik menyakitkan demi sebuah kebenaran, daripada bahagia di atas kebohongan yang nyata. Tidak ingin Alex terus berharap padanya, Nayla memilih mengatakannya secara langsung. Alex kembali dengan rasa kecewa, tidak masalah yang penting Nayla sudah jujur dalam mengatakan segalanya.


###########

__ADS_1


Devan semakin terpuruk begitu melihat Nayla semakin dekat dengan Denis. Dirinya semakin kacau tak terarah, sekarang pun dia sedang berada di klub malam untuk menikmati minuman-minuman yang memabukkan.


Devan bukan laki-laki tidak baik yang suka dengan dunia malam, tetapi hanya ini saja yang bisa dia lakukan demi menghibur diri sendiri dari keterpurukannya, hampir genap satu tahun Devan terus dihantui perasaan bersalah pada Nayla. Di sudut lainnya Jessica menatap Devan dengan jelas, Devan sedang duduk di meja bar tender dengan minuman yang terus diteguk tanpa henti. Jika Jessica memiliki kebiasaan mencari hiburan di dunia malam, tapi lain halnya dengan Devan.


Jessica sangat mengingat jelas bagaimana Devan melarang dirinya untuk pergi ke klub malam, tetapi kini Devan malah memilih dunia yang sangat dibencinya tersebut. Tidak lama berselang, Alex datang dan duduk di samping Devan,, Alex tahu keberadaan Devan dari Jessica yang menelepon dirinya.


Alex langsung datang ke klub malam untuk melihat keadaan Devan, semuanya juga terjadi karena dirinya,, Alex adalah dalang dari semua masalah. Masalah yang begitu rumit tanpa sadar meninggalkan goresan luka yang begitu dalam.


"Kita pulang ini bukan dirimu,, sadar Devan!!!" ucap Alex.


Devan langsung tertawa kecil sambil menatap wajah Alex, di saat sudah teler pun Devan masih mengenali wajah Alex. Sesekali Devan masih meneguk minuman yang ada di tangannya, Devan merasa lucu saat melihat Alex.


"Ini semua karena kamu!!! kamu puas bukan telah menghancurkan hidupku? tentunya kau sangat puas!!! kamu mencintai Jessica dan sudah tidur dengannya? Ya! dan aku hanya mendapatkan sisamu saja," ucap Devan sambil tertawa terbahak-bahak mengingat kisah hidupnya yang begitu malang.


Alex tidak perduli sama sekali dengan ocehan Devan,, saat ini Alex ingin membawa pergi Devan dari tempat terkutuk tersebut. Lihat saja sangat banyak wanita yang menginginkan Devan, mereka tentu saja tahu siapa Devan dan bisa saja memanfaatkan keadaan saat ini agar menjadi pundi-pundi uang untuk mereka. Menjebak saat sedang terpuruk seperti ini,, tentu saja tidak akan sulit dan Alex tidak akan membiarkan itu terjadi kepada Devan.


"Puas kamu menghancurkan hubunganku dengan Jessica, kini pun kamu malah menginginkan Nayla wanita yang sangat aku cintai, kamu sahabat tapi menusuk aku dari belakang,, sungguh menyakitkan!!!" ucap Devan dengan penuh kemarahan.


Apa yang dikatakan oleh Devan memang benar adanya, Alex mengakui semua kesalahannya, semua begitu rumit dengan jalinan yang tidak putus,, terus menciptakan masalah sedangkan masalah satunya pun belum selesai, Alex membawa Devan menuju apartemennya, Alex tidak ingin mengantarkan Devan pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini,, karena takut Ana akan menjadi semakin khawatir.


Tubuh Devan kini terbaring di atas ranjang king size,, sesekali Devan muntah hingga mengenai bajunya. Jessica pun ikut menyusul dan dipersilakan masuk oleh Alex,, dirinya menatap mantan suaminya itu dengan penuh iba. Jessica tidak menyangka Devan menjadi begitu rapuh ketika berpisah dengan Nayla. Saat ini saja bibir Devan masih terus menyebutkan nama Nayla. Bukankah jauh sebelum mengenal Nayla, Jessica dan Devan sudah lama saling mengenal. Tapi nyatanya yang menjadi pemilik hati Devan sesungguhnya adalah Nayla bukan Jessica. Yang lebih dulu kalah dengan yang lebih baik dari dirinya, sadar Nayla begitu sempurna hingga cinta Devan begitu besar untuk Nayla, bahkan mampu membuat Devan pergi ke tempat terkutuk yang sangat dibencinya itu.


"Masuk," ucap Nayla dengan senang hati mempersilahkan Jessica masuk.


Jessica masuk dan duduk lalu langsung memperlihatkan sebuah video pada Nayla. Dan Nayla melihat sendiri seperti apa keadaan Devan saat ini.


"Dia sangat menderita tanpa kamu Nayla, aku mohon, aku sengaja bercerai dengan dia agar kalian bisa bersatu dan hidup bahagia," ucap Jessica dengan penuh harap.


Bayang-bayang rasa bersalah tidak mampu ditutupi oleh Jessica dan ingin menebus semuanya agar hatinya bisa menjadi lebih tenang. Nayla hanya menunduk tidak tahu harus mengatakan apa, hatinya tersentuh saat melihat, betapa Jessica meminta maaf dengan tulus.


"Katakan kamu tidak mencintainya?" tanya Jessica.


Nayla seketika menatap wajah Jessica,, apa yang harus dikatakannya saat ini.


"Kamu masih mencintainya Nayla, jangan bohongi perasaanmu, setiap kesalahan ada kesempatan kedua bukan? aku mohon bahagialah bersama dengan Devan,, kalian saling mencintai," ucap Jessica dengan penuh harap.


Nayla menggeleng menolak untuk mengikuti permintaan Jessica.


"Aku tidak bisa," ucap Nayla.


"Kenapa?" tanya Jessica.

__ADS_1


"Aku sudah kembali dengan mantan kekasihku," jawab Nayla.


Jessica langsung tersenyum miring begitu mendengar ucapan Nayla.


"Jangan menyakiti terlalu banyak hati,, nanti kamu tahu rasanya seperti aku yang menyesal karena sudah menyakiti hati orang yang begitu baik padaku," ucap Jessica yang memberikan peringatan pada Nayla.


Segala kesalahan yang selama ini dijadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga, Jessica menyesal sedalam-dalamnya sudah berbuat curang hingga melukai banyak hati.


"Aku tidak menyakiti,, hanya saja aku ingin bahagia dengan caraku," ucap Nayla.


"Cara yang mana Nayla? cara berbohong pada dirimu sendiri tentang perasaan cintamu pada Devan?" ucap Jessica.


"Aku tidak mencintainya," ucap Nayla.


"Kamu bohong Nayla," ucap Jessica sambil tersenyum miring begitu melihat ekspresi wajah Nayla yang masih menyimpan cinta untuk Devan.


"Kamu mencintainya, hanya saja kamu mencoba untuk menutupinya," ucap Jessica lagi.


"Aku tidak ingin membahas tentang ini Jessica," ucap Nayla yang langsung membuat Jessica memegang erat tangan Nayla.


"Aku wanita! kamu pun wanita! kita sama-sama wanita dan setiap wanita akan tahu perasaan wanita lainnya. Aku mohon kembali pada Devan, dia bisa mati tanpa kamu Nayla. Tatap mataku dan katakan kamu tidak mencintainya," ucap Jessica lagi.


"Andaipun aku mencintai dia,, tapi aku tidak bisa kembali pada dia, meskipun kalian sudah bercerai," ucap Nayla.


"Kenapa?" tanya Jessica.


"Karena aku tidak akan bahagia di atas penderitaan wanita lainnya," ucap Nayla.


Jessica benar-benar tidak mengerti dari apa hati Nayla terbuat, yang sampai saat ini pun Nayla ternyata masih memikirkan perasaannya.


"Aku bahagia jika melihat dia bahagia dan kebahagiaan dia adalah bersama dengan kamu," ucap Jessica dengan suara yang terasa hilang saat leher yang terasa tercekat seiring dengan air mata yang tertumpah.


"Kamu bohong Jessica,, kamu bukan menipuku tapi kamu menipu dirimu sendiri, aku tidak akan kembali padanya jika kamu pun tidak bisa bahagia, biarkan kita bahagia tanpa dia!!!" ucap Nayla.


"Tapi kalian akan bahagia jika kalian bersatu,, ingat ada Felix Nayla," ucap Jessica.


"Aku tidak akan memanfaatkan anakku untuk itu, aku ingin kita semua bahagia, aku akan kembali padanya bila kamu sudah benar-benar bahagia," ucap Nayla.


Jessica tidak tahu lagi harus berbicara apa tapi Nayla benar-benar memegang teguh pendiriannya. Hati wanita sebaik Nayla membuat Jessica semakin benar-benar menyesal sedalam-dalamnya, bagaimana caranya dirinya bisa bahagia sedangkan cintanya Devan kini sudah menjadi milik wanita lain. Sambil terus memacu kendaraannya Jessica terus berpikir keras, bagaimana cara membuat Devan dan Nayla kembali bersatu. Jessica tidak sanggup melihat penderitaan Devan lagi, bisa saja Devan meninggal karena cintanya sendiri pada Nayla. Jessica tidak mau kembali menjadi dalang dari semua luka yang terjadi.


"Alex!!! dia pasti mau menikah dengan aku," ucap Jessica sambil mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alex.

__ADS_1


__ADS_2