Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Pembalasan Zaskia!


__ADS_3

Semua perawatan sudah dijalani oleh Reyna, demi Nanda nanti malam, kini dirinya merasa lebih segar waktu yang terus berjalan hingga akhirnya menunjukkan pukul setengah enam, Reyna menepuk jidat, terlalu lama berada di salon hingga membuatnya lupa waktu, dirinya segera memesan taksi online sekaligus ingin menanyakan apakah Nanda sudah pulang,nsayangnya Reyna tidak memiliki nomor ponsel suaminya sendiri.


"Nanti aku akan meminta nomor ponselnya, semoga ke depannya kami bisa lebih baik, ayolah Reyna dia itu laki-laki yang baik," ucap Reyna.


Reyna terus berusaha untuk menyemangati diri, membuka hati dan juga tak lagi ribut dengan Nanda seperti dulu.


Taksi pun tiba segera Reyna menumpanginya, saat dalam perjalanan pulang menuju rumah, tiba-tiba mogok di tengah jalanan sepi.


"Pak kok berhenti?" tanya Reyna.


"Mobilnya mogok Neng," segera sopir taksi turun dan memeriksa kendaraannya, lalu melaporkan pada Reyna.


"Neng maaf yah, bannya pecah," ucap sopir taksi itu.


Reyna pun turun dan melihat dengan mata kepalanya sendiri, kemudian Reyna kembali melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Aduh udah sore banget, takutnya Nanda marah kalau aku nggak di rumah udah sore begini, belum lagi aku pergi nggak pamitan sama dia ataupun Mama," ucap Reyna.


Reyna benar-benar bingung harus bagaimana perjalanan menuju rumah masih satu km.


"Ya udah Pak, saya jalan aja mana tahu ada taksi yang lewat," ucap Reyna.


Reyna pun kembali mencoba memesan taksi belum juga memesan ponselnya malah mati, hal yang sangat sering dialami, Reyna yang tidak terlalu peduli pada ponselnya memang jarang mengisi daya baterai juga.


"Aku jalan aja, aku takut kalau Nanda marah," Reyna pun berjalan tak terasa hujan pun turun dengan lebatnya.


Menepi sejenak di halte, hari semakin gelap gulita orang-orang semakin sedikit hingga terlihat mulai sepi, hujan pun perlahan mereda, segera Reyna berjalan secepat mungkin pulang menuju rumah berharap sampai sebelum Nanda tiba di rumah. Sampai tiba-tiba ada sebuah mobil yang menepi, Reyna diam di tempatnya dan menantikan orang yang akan turun dari mobil.


"Halo apa kabar?" sapa Zaskia dengan senyuman.


Reyna melempar pandangan ke arah lain dan memilih pergi.


"Heh," Zaskia menarik dengan kencang hingga Reyna pun terjatuh.


"Mau kamu apa sih?" geram Reyna dan mencoba untuk berdiri kembali.


"Aku mau kamu minta maaf sama aku, kamu cium kaki aku sekarang!" ucap Zaskia tidak ingin dibantah.


Reyna tentunya tak akan mau melakukan hal tersebut, demi apa dirinya harus melakukan hal itu? ini gila bahkan sangat di luar logika!


"Cepat kenapa cuma diam?" ucap Zaskia lagi.


"Kamu punya masalah apa sama aku? minggir aku mau pulang," Reyna pun mencari jalan lainnya agar bisa lolos dari Zaskia secepatnya.


Dirinya jauh lebih takut pada Nanda apalagi kalau sampai malam semakin larut tapi tak pulang juga.


"Kamu nanya apa masalah sama aku?" Zaskia pun mendekati Reyna dan ingin menarik rambut bagian belakang.


Sayangnya Reyna yang sudah membaca gerakan Zaskia akhirnya bisa menghindari.


"Kamu apa-apaan sih! bukannya sadar malah makin jahat!" ucap Reyna.


"Hei kamu itu terlalu ikut campur dalam urusan aku, gara-gara kamu karir aku hancur nggak ada rumah sakit yang mau menerima aku lagi, keluargaku di kampung juga sekarang mengolok-olok aku, itu karena kamu!" Zaskia meluapkan emosi yang dari beberapa hari ini dipendam.


Cukup sudah dipermalukan oleh keadaan, Reyna yang harus bertanggung jawab atas semua itu atau mungkin saja Reyna bisa dijadikan alat agar Alex mau menikahinya.

__ADS_1


"Itu salah kamu harusnya kamu sadar udah salah," ucap Reyna.


Zaskia mendorong Reyna hingga jatuh di atas jalanan.


Reyna pun bangun dan membalasnya setelah itu memelintir tangan Zaskia ke belakang.


"Lepaskan!" teriak Zaskia.


"Makanya jangan jahat," ucap Reyna.


"Kamu nggak usah sok menasehati aku," ucap Zaskia lagi.


Tak lama berselang datang dua orang pria dengan sepeda motor yang bertubuh besar dan berjalan mendekati keduanya.


Reyna pun melepas Zaskia, melihat dua pria yang terlihat sangat mengerikan tersebut.


"Terserah mau kalian apakan wanita ini, aku sangat membencinya kalau perlu singkirkan saja dari muka bumi ini," perintah Zaskia.


Oh!


Reyna mulai menyimpulkan bahwa dua pria tersebut adalah antek-antek Zaskia, apa yang bisa dilakukan saat ini, dengan segera dirinya berlari ingin menyelamatkan diri.


"Kejar," perintah Zaskia.


Dua pria tersebut berlari sekencang mungkin untuk menangkap Reyna.


Mulut Reyna terus berteriak minta tolong berharap ada yang menolong dirinya, hingga akhirnya berhasil tertangkap juga sekalipun meronta-ronta tapi tak bisa melepaskan diri.


"Ahahahaha..." tawa Zaskia menggelegar melihat wajah Reyna yang kini mendadak memucat.


"Oh ya?" Zaskia tersenyum dengan wajah iblisnya dengan bangga akan membalaskan dendam yang tertahan.


"Kamu tahu rasanya dipermalukan? pasti tidak! kali ini kamu akan tahu rasanya, selamat yah," puas rasanya melihat wajah Reyna yang ketakutan.


Anggap saja itu hukuman bagi Alex juga sudah berani menolak dirinya, apa yang kurang darinya?


Cantik, menarik bahkan tak kalah jauh dari Jessica.


"Aku merasa sangat direndahkan mengapa aku yang masih gadis dikalahkan dengan wanita janda, yah kakakmu lebih mendewakan istrinya yang janda itu daripada menerimaku," ucap Zaskia.


"Karena kau gila!" seru Reyna.


Zaskia pun tersenyum.


"Dan untuk membuktikan kegilaanku kamu harus merasakannya," Zaskia benar-benar bahagia menyaksikan pemandangan ini.


"Zaskia lepaskan aku, aku mohon ini tidak lucu kamu bisa dipenjara!" seru Reyna berharap Zaskia akan sadar.


"Aku tidak peduli," Zaskia tersenyum yang terpenting saat ini adalah melihat kehancuran Reyna.


"Kalian berdua suka pada wanita ini?" tanya Zaskia.


"Kulitnya sangat mulus dan juga wangi bos," tutur seorang pria itu sambil menghirup aroma tubuh Reyna.


"Lepas! kurang ajar!!!" teriak Reyna.

__ADS_1


"Hahahaha... terserah kalian asalkan dia mendapatkan hukuman atas dosanya dan kakaknya, ambil ini," Zaskia memberikan sejumlah uang pada preman tersebut.


"Zaskia suruh mereka melepaskan aku, aku janji nggak akan bilang ini pada siapapun," ucap Reyna.


"Bodo amat! selamat berbahagia dan selamat menderita!" ucap Zaskia.


Zaskia pun langsung masuk ke dalam mobil yang kemudian pergi meninggalkan Reyna bersama dua preman menyeramkan tersebut.


"Lepas," ucap Reyna.


"Dia wangi sekali," seorang preman tersebut merasa aroma tubuh Reyna begitu wangi, bahkan sudah tak sabar ingin mencicipi rasa wanita cantik.


"Sepertinya juga begitu,"


Reyna bergerak dengan kuat dan menginjak kedua kaki pria itu setelah keduanya melepaskan, Reyna pun melarikan diri.


"Kejar!"


Dengan sekencang-kencangnya Reyna terus berlari sampai pada akhirnya kakinya tersandung.


"Aduh," Reyna meringis saat kepalanya terbentur pada benda keras, sehingga pada akhirnya kehilangan kesadaran.


Dua pria tersebut tersenyum, saat ini seperti kebahagiaan tengah berpihak pada mereka sehingga ingin bersenang-senang dengan wanita cantik tersebut akan sangat mudah.


"Sikat geng,"


"Ini makanan sudah dihidangkan di depan mata, mana mulus begini,"


"Itu dia," Nanda sedang mengejar seorang buronan bersama beberapa anggota, melihat ada sendal jepit milik Reyna yang terbuang di jalanan.


Apa Nanda yang salah atau bagaimana?


Kemudian tak jauh berselang melihat sebuah tas tangan.


Nanda pun membukanya sambil melihat sekitarnya yang semakin larut, benar saja saat membuka dompet ada kartu identitas di dalamnya, dan Nanda pun menenteng tas tersebut sambil melihat di sekelilingnya, sampai melihat ada sebuah sepeda motor yang terparkir di sisi jalan dan sangat mencurigakan.


Segera mendekati dengan rasa penasaran yang begitu luar biasa, hingga akhirnya melihat sendal jepit Reyna sebelahnya lagi juga berada di sana.


"Ada apa?" tanya seorang anggota Nanda.


Nanda yang tengah merasa tegang sedikit terkejut mungkin karena ada rasa takut di dalam hatinya.


"Apa yang kalian lakukan?" terdengar suara teriakan dari jarak yang cukup dekat.


Nanda pun bersama anggotanya segera menuju tempat tersebut.


"Ini penjahat yang meresahkan itu,"


"Seret ke kantor," ucap Nanda.


"Siap komandan,"


Seorang polisi berjongkok dan berusaha mendekati wanita yang terkapar di bawah pohon lebat tersebut.


Betapa shock Nanda melihat Reyna yang tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Reyna bangun," Nanda pun menepuk-nepuk wajah Reyna, berusaha untuk membangunkan Reyna.


__ADS_2