Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Kamu akan tau rasanya kehilangan aku suatu saat nanti,,


__ADS_3

Perlahan kaki Jessica melangkah masuk, kedua tangannya menggantung dan terkepal sangat erat, seiring emosi dan air mata yang mulai membuncah.


"Apa ini?" ucap Jessica lirih dengan perasaan yang sangat hancur.


"Kamu memanggil suamiku siapa tadi?" tanya Jessica,, berharap kalau tadi telinganya salah mendengar makanya dirinya menyuruh Nayla mengatakan ulang.


"Jawab!!!" bentak Jessica.


Nayla terdiam tidak ada kalimat penjelasan untuk ini,, sekeras apapun Nayla membela dirinya,, tetap saja dirinya pasti akan dianggap salah.


"Dasar wanita rendahan!" teriak Jessica.


PLAAKKK!!!


Tangan Jessica langsung menampar wajah Nayla,,, kali ini Jessica menyaksikan sendiri antara suaminya dan juga wanita lain yang tidak lain adalah pengasuh dari anak kakak iparnya sendiri.


Jessica memang sudah merasa ada yang tidak beres pada Devan, dan ternyata Nayla adalah alasan dari semuanya,, bahkan waktu yang diluangkan Devan pun tidak seperti dulu lagi, Jessica benar-benar tidak bisa lagi diam saat semua bukti mengarah pada Nayla yang telah menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga nya.


"Jessica," ucap Devan.


Devan tidak tau yang mana harus dia bela, Devan sangat menginginkan Nayla, akan tetapi tidak bisa dipungkiri jika Devan masih mencintai Jessica,, tidak ada yang salah dari dua wanita itu,, karena Jessica adalah wanita yang dia cintai,, sedangkan Nayla adalah wanita yang jadi korban karena ketidaksadaran nya.


"Aku benar-benar sangat kecewa pada kamu,, kamu sudah aku anggap seperti anak sendiri tapi malah tega merusak rumah tangga anakku," ucap Ana.


Ana sebagai orang tua Devan tentu saja tidak dapat membenarkan apa yang tengah dilakukan Devan dan Nayla saat ini,, hatinya sebagai seorang wanita langsung terketuk bagaimana pun Jessica adalah korban ulah mereka. Menurut Ana.


"Kamu wanita PELAKOR!!" teriak Jessica.


Jessica berteriak seiringan dengan jari telunjuk mengarah pada wajah Nayla menganggap nya rendah tidak memiliki hati.


Nayla hanya bisa tertunduk merasakan sesak di dadanya,, hal yang paling ditakutkan nya akhirnya sampai juga, titik dimana dirinya disebut sebagai wanita pelakor.

__ADS_1


"Ma,, Nayla tidak salah Ma," ucap Devan yang mencoba membela Nayla tapi tidak tau harus berkata apa lagi.


"Diam!!!" bentak Ana kemudian wajah marahnya kembali menatap Nayla.


"Kalau memang kamu ingin dengan anakku, kenapa kamu tidak katakan dari awal,, kenapa baru sekarang, kenapa disaat anakku sudah memiliki istri,, dimana harga dirimu Nayla," ucap Ana dengan nafas memburu seiring dengan rasa kecewanya pada Nayla.


"Pantas saja,, kamu aku jodohkan dengan pria di luar sana,, kamu tidak mau, ternyata kamu sudah menjadi simpanan anakku,," ucap Ana lagi.


"Kamu sangat jahat Devan,, kalau kamu memang ingin mempermainkan aku lalu kenapa kamu malah menikahi aku?" ucap Jessica.


Jessica menangis tersedu-sedu, menatap pilu dengan perasaan hancur yang teramat dalam,, Jessica tidak pernah berpikir ini akan terjadi pada rumah tangga yang baru saja dibangun bahkan belum seumur jagung, padahal rasanya Jessica tidak pernah berpikir sekali pun untuk mengkhianati Devan. Lalu apa yang dia dapatkan dirinya di khianati oleh Devan.


Sekarang Jessica datang langsung ke rumah yang sudah beberapa bulan ditempati oleh Devan dan Nayla. Hati Jessica langsung hancur berkeping-keping.


"Jessica aku tidak pernah mengkhianati kamu," ucap Devan yang bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Jessica karena semuanya terjadi begitu saja.


"Lalu ini apa Devan? kalau bukan pengkhianatan,, wanita ini siapa? kekasih mu? wanita simpanan mu? atau wanita murahan pemuas mu?" ucap Jessica dengan keringat yang meluncur begitu saja.


"Istri?" ucap Jessica.


Jessica semakin menahan sesak di dadanya,, Jessica seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.


"Kurang ajar," ucap Ana.


PLAKKK!!!!


PLAKKK!!!!


Tangan Ana langsung menampar wajah Devan secara bergantian.


"Mama tidak mengerti mengapa kamu menjadi anak seperti ini,, kami tidak pernah mengajar mu seperti ini Devan,," ucap Ana benar-benar tidak menyangka anaknya kini memiliki dua istri.

__ADS_1


Jessica langsung melangkah ke dekat vas bunga yang diletakkan pada sudut ruangan itu,, sebagai pemandangan yang buat mata nyaman saat memandang,, dalam sekejap vas bunga itu melayang dan hancur berkeping-keping. Bahkan Jessica meluapkan rasa kecewanya dengan mengacak-acak semua benda yang ada di dalam rumah Nayla dan Devan. Apa yang dilihat oleh mata Jessica semuanya langsung habis berantakan,, hingga tempat itu tidak pantas lagi disebut sebagai rumah.


"Jessica cukup!" ucap Devan lalu memeluk tubuh Jessica dengan erat,,, agar Jessica tidak lagi menghancurkan barang-barang yang telah ditata indah oleh Nayla.


"Kamu benar-benar sangat kejam Devan,, kamu tega Devan,, kamu tega,," ucap Jessica dengan tubuh lemahnya,, Jessica saat ini sudah benar-benar lelah karena mengamuk sejak tadi.


Devan langsung memeluk tubuh ringkih Jessica dari belakang,, agar Jessica tidak lagi menghancurkan barang-barang milik Nayla.


"Aku terpaksa sayang,, maafkan aku," ucap Devan.


Degh!!!


Terpaksa? Nayla mendengar jelas kalimat menyakitkan itu keluar dari bibir Devan. Semuanya hanya terpaksa,, kata-kata itu terus terngiang-ngiang di telinga Nayla, dunia seakan berputar lebih cepat,, air mata Nayla menetas tanpa bisa ditahan lagi.


"Terpaksa?" gumam Nayla sambil tersenyum miris.


Nayla hanya bisa tersenyum getir.


Kamu akan tau rasanya kehilangan aku suatu saat nanti,, batin Nayla.


"Kamu dengar sendiri itu Nayla, anakku bilang TERPAKSA,,, dia TERPAKSA,, jadi berhenti berharap,, buang jauh-jauh harapan mu itu,," ucap Ana sambil menekankan kata terpaksa agar Nayla bisa tau diri.


Tangis pilu Nayla langsung pecah,, semuanya malah menyalahkan dirinya atas semua masalah yang terjadi,, bahkan Devan sendiri pun mengatakan kata terpaksa padahal Nayla hancur karena Devan,, semuanya karena Devan, Nayla bisa masuk ke rumah tangga mereka karena Devan. Nayla tidak pernah merayu Devan ataupun berniat merusak rumah tangga Devan,,, nyatanya Devan lah yang merusak masa depan Nayla. Tapi apa semuanya malah menyalahkan dirinya.


"Kamu dengar itu perusak rumah tangga orang, aku tidak tau tapi sepertinya pelakor masih terlalu mulia untuk kamu,, kamu ini wanita sangat rendahan,, kamu lebih pantas dipanggil wanita murahan,, penggoda suami orang,, perempuan tidak tau malu,, kamu perempuan menjijikkan Nayla,,, kamu adalah perempuan paling menjijikkan yang pernah aku temui,,,," ucap Jessica dengan ekspresi wajah yang benar-benar marah, pandangan matanya berapi-api melihat Nayla.


Dada Jessica naik turun menatap Nayla dengan penuh kemarahan.


Nayla menatap Devan,, berharap Devan bisa menjelaskan semuanya,, tapi saat ini Devan masih memeluk Jessica dari belakang,, berusaha menenangkan istri pertamanya itu yang diakui oleh semua orang.


"Jangan pernah ganggu suamiku lagi, kalau memang kamu sudah benar-benar gatal, cari pria duda atau lajang yang bisa memuaskan rasa gatal mu itu,," ucap Jessica.

__ADS_1


"Ayo kita pulang,," ucap Devan sambil menarik Jessica pergi.


__ADS_2