
"Oh gitu,, aku pikir kamu kenapa-kenapa Nayla,, ya udah kalau gitu,, aku kembali ke kamar yah," ucap Bik Ina lagi.
"Iya Bik,," ucap Nayla.
Setelah Bik Ina pergi kembali ke kamarnya,, Nayla benar-benar merasa lega.
Dari tadi Nayla seperti tidak mampu untuk bernafas karena kedatangan Bik Ina yang tiba-tiba.
"Biasa aja,, kamu terlalu panik," ucap Devan santai sambil terkekeh melihat Nayla.
"Mas lebih baik keluar sekarang,, aku tidak mau mati berdiri disini,, karena kedatangan orang tiba-tiba,," ucap Nayla yang tidak ingin Devan lebih lama lagi di kamarnya,, meskipun Nayla tadi sangat membutuhkan Devan tapi tidak dengan sekarang,, Nayla benar-benar takut akan ketahuan jadi lebih baik Devan keluar dari kamarnya supaya semuanya aman.
Sedangkan yang diusir malah berbaring di ranjang Nayla,, sambil menarik Nayla agar ikut berbaring di sampingnya.
"Nanti saja mas masih ingin memeluk perut mu,, mas suka melakukan itu,," ucap Devan setengah duduk lalu mengelus perut Nayla dan sesekali mencium perut Nayla.
Nayla kembali bangun dari tidurnya lalu segera menyuruh Devan keluar dari kamarnya. Bukannya Nayla tidak mau Devan melakukan itu,, Nayla sangat suka Devan menyayangi anaknya tapi Nayla benar-benar tidak mau jika ada orang yang memergoki mereka.
Sebenarnya tidak ada yang salah jika mereka berduaan karena mereka juga suami dan istri,, tapi keadaan pernikahan mereka yang tidak diketahui orang lain kecuali Reyna membuat Nayla sangat takut jika mereka dipergoki.
Nayla benar-benar tidak siap jika hubungannya dan Devan diketahui oleh orang lain, karena Nayla tidak siap jika di cap pelakor, dan juga Nayla lebih tidak siap jika Ana membenci dirinya.
"Mas,, ayolah mas keluar sekarang,, nanti kita ketahuan," rengek Nayla sambil menatap Devan yang saat ini Devan juga sedang menatap Nayla.
"Apa? mas nggak dengar," goda Devan pada Nayla,, Devan sangat suka jika Nayla merengek padanya.
Nayla benar-benar ingin mengucek wajah Devan di papan cucian,, Nayla heran mengapa Devan kini senang berlama-lama dengannya,, tidakkah Devan takut akan ketahuan? Nayla saja seperti mau mati berdiri membayangkan jika mereka dipergoki sedang berduaan. Sementara Devan malah terlihat santai seperti di pantai.
Nayla juga merasa heran,, apa Jessica tidak mencari Devan jika Devan tidak ada di sampingnya tengah malam begini.
"Mas jangan lama-lama disini,, apa Nyonya Jessica tidak mencari mas? kalau tiba-tiba terbangun dan mas tidak ada di dalam kamar,," ucap Nayla lagi mengingatkan Devan.
Devan seakan tidak dengar,, Devan malah sibuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Nayla,, dan menatap memuji wajah cantik itu.
__ADS_1
"Mas," ucap Nayla lagi yang kesal karena Devan tidak mau menjawab pertanyaannya,, Nayla tau bahwa Devan pasti sengaja tidak ingin menjawabnya.
"Em? kenapa?" jawab Devan lembut dengan suara serak dan juga terdengar tertahan,, ditambah nafas Devan yang menggebu.
"Mas,, sejak tadi aku nanya loh, kok malah nanya balik sih," ucap Nayla kesal.
"Shutttt," ucap Devan sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Nayla.
"Kamu mau seperti tadi? ada yang mendengar kita dan orang itu ke kamar mu lagi?" ucap Devan sambil menatap Nayla dengan suara sedikit berbisik.
Nayla dengan cepat menggelengkan kepalanya,, lalu Devan kembali menarik Nayla agar tidur bersamanya.
"Kamu wangi sekali,," bisik Devan tepat di telinga Nayla,, lagi-lagi tubuh Nayla langsung meremang mendapatkan bisikan dari Devan yang terasa hangat di telinganya.
"Mas gimana kalau ada yang datang,, aku benar-benar takut mas,," ucap Nayla dengan sangat pelan.
Devan tersenyum melihat Nayla yang begitu takut,, Devan memiringkan tubuhnya menjadikan satu tangannya sebagai penopang kepalanya. Sedangkan tangan yang satunya membelai lembut wajah Nayla,, merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istri keduanya itu.
"Mas kok lihatin aku gitu sih? mas jangan lihatin aku seperti itu,," ucap Nayla. Hingga Nayla tersadar Devan saat ini tengah menatapnya dengan kabut gairah,, bahkan tangan Devan yang satunya lagi tidak diam,, tangannya sudah kemana-mana di tubuh Nayla.
"Apa?" ucap Devan seakan tidak bersalah,, seakan tidak melakukan apa-apa,, tapi tangan masih lanjut menjalar kemana-mana.
"Mas jangan!!," rengek Nayla lagi yang malah membuat Devan semakin gemas padanya,, Devan sangat suka mendengar suara manja Nayla yang keluar secara tiba-tiba.
"Mas keluar yah,, jangan lama-lama disini," ucap Nayla lembut sambil menjauhkan tangan nakal Devan dari tubuhnya.
"Kamu tinggal di rumah kita aja yah,, yang mas siapkan untuk kamu, supaya tiap hari kamu tidak ketakutan seperti ini,," ucap Devan sambil menatap Nayla.
"Aku terserah mas saja,, tapi kalau aku disana,, aku boleh ngajak Reyna kan mas? biar aku nggak kesepian," ucap Nayla.
"Reyna?" ucap Devan sambil sedikit menjauhkan tubuhnya melihat Nayla yang tadi menyebut nama Reyna.
"Iya,, Reyna itu yang tadi di rumah sakit,, sahabat ku mas," ucap Nayla lagi.
__ADS_1
Devan sejenak terdiam menimbang keinginan Nayla,, karena pernikahan mereka ini pernikahan rahasia,, jadi jika ada yang tinggal bersama Nayla sudah pasti orang itu akan tau mengenai pernikahan rahasia mereka.
"Reyna sudah tau mas semuanya," ucap Nayla yang membuat Devan langsung tersentak dan segera bangun dari tidurnya. Duduk di ranjang dengan ekspresi wajah terkejut.
Nayla yang melihat ekspresi wajah Devan seperti itu langsung ikut bangun dan duduk juga. Nayla bersandar pada sandaran tempat tidur sambil melihat Devan yang ekspresi nya tadi sangat mencengangkan.
Maaf mas kamu mulai memiliki tempat dihatiku,, aku tidak tau kapan itu terjadi yang jelasnya aku nyaman bersama mu, aku sekarang benar-benar takut jika waktu itu tiba,, aku harus berpisah dengan kamu,, tapi itu akan terjadi nantinya,, aku sudah mengaku dalam hatiku aku mencintai mu,, jadi aku akan memanfaatkan sisa waktu ini,, supaya jika tiba waktunya kita berpisah nanti,, aku sudah cukup mendapatkan semuanya darimu,, batin Nayla merasa miris dengan dirinya saat ini,, Nayla bisa lihat betapa Devan sangat takut ketahuan oleh orang lain,, karena Devan sangat mencintai Jessica tidak ingin berpisah dari Jessica dan dirinya malah jatuh cinta pada Devan.
Nayla jatuh cinta pada Devan mungkin karena Devan memperlakukan dirinya dengan lembut,, memberikannya kasih sayang.
Nayla perlahan memeluk lengan Devan,, membuang rasa takutnya dan juga rasa malunya,, Nayla hanya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa bersama orang yang dicintainya saat ini sebelum perpisahan tiba.
Nayla tau posisinya dihati Devan hanya sebagai istri kedua yang disembunyikan dan sedang mengandung anaknya tidak lebih,,, Nayla tau betul Devan sangat mencintai Jessica. Dan Nayla juga tidak mau menjadi pelakor memanfaatkan anaknya demi bisa bersama dengan Devan,, sekalipun Nayla mencintai Devan,, Nayla akan terima nanti jika perpisahan telah tiba.
"Kenapa kamu malah menceritakan pernikahan kita pada orang lain,, kalau dia buka mulut bagaimana?" ucap Devan sambil menatap Nayla.
"Mas tenang saja,, Reyna itu baik mas dan tidak cerewet,, aku sangat percaya padanya dia tidak akan memberitahukan pada orang lain mengenai pernikahan rahasia kita," ucap Nayla sambil memainkan kancing baju Devan.
"Apa kamu yakin dia akan menutup mulut tidak akan menceritakan pada orang lain?" tanya Devan yang tampak masih ragu dengan Reyna.
Nayla mengangguk.
Nayla seketika berpikir,, apa yang dia harapkan dari Devan hingga dirinya bisa jatuh cinta pada Devan?
Cinta? itu tidak akan pernah mungkin karena Devan sangat mencintai Jessica. Wanita cantik,, baik dan juga lemah lembut.
Lalu siapa dirinya? hanya gadis kampung,, miskin,, dari keluarga broken home dan tidak memiliki daya tarik sedikit pun,, malah bermimpi akan dicintai Devan? itu benar-benar sesuatu yang tidak mungkin,, namun hati sudah terlanjur jatuh cinta pada Devan,, yang Nayla bisa lakukan hanya menikmati waktu yang tersisa bersama Devan.
"Tadi siang juga dia sudah menolong kita mas,," ucap Nayla lagi.
Devan kemudian kembali mengingat kejadian tadi siang,, dimana dirinya hampir saja menyebut nama Nayla namun tiba-tiba Jessica muncul,, dan Nayla ditarik dengan seorang perawat.
"Jadi tadi siang itu dia tau makanya dia menarik kamu?" tanya Devan lagi yang masih ingin mendengarkan penjelasan Nayla.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Devan teringat,, bukankah Reyna itu adalah adik sahabatnya yaitu Alex? seketika Devan benar-benar sangat cemas dan takut jika benar Reyna adalah adik Alex. Bagaimana jika Reyna malah menceritakan pada Alex maka hubungannya dan Jessica bisa hancur.
Tidak!!! Devan benar-benar tidak bisa pisah dari Jessica,, Devan hanya ingin bertanggung jawab dengan kandungan Nayla, menemui Nayla,, bersikap lembut pada Nayla,, memberikan Nayla perhatian lebih,, itu bukan berarti Devan mencintai Nayla.