Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Keputusan terbaik!!!


__ADS_3

Hati Jessica begitu sakit saat mengetahui Devan yang sudah tidak mencintai dirinya lagi, masa lalu yang kelam ternyata mampu menghancurkan masa depan yang sudah dibayangkannya bersama Devan. Hukuman ini terasa begitu menyakitkan hingga menyayat hati begitu perih, matanya terus menitikkan air mata sambil menatap Alex, Devan dan Nayla yang tengah terlibat ketegangan di dalam sana.


Jessica kini tersadar setelah mendengar pengakuan Alex, ternyata kebenarannya adalah bukan Nayla yang menjebak Devan. Melainkan Alex lah yang salah dengan alasan sakit hati.


Tidak ada kata yang mampu menguatkan hati, Jessica hanya menangis meninggalkan ruangan Alex, melangkah tanpa arah yang pasti, membawa hukuman yang kini terasa amat menyakitkan. Hingga Jessica tersadar sudah cukup jauh berjalan, kakinya mulai terasa sakit dan dia duduk di atas trotoar jalanan. Suara tangisan masih terdengar dari bibir Jessica, sisa-sisa rasa penyesalan di bawanya pergi.


Sedangkan Ana yang berada di dalam mobil, tanpa sengaja melihat Jessica.


"Pak mundur ada menantu saya disana," ucap Ana kepada sopirnya.


Setelah mobil berhenti tepat di sisi jalanan, Ana segera keluar dari mobil untuk menghampiri Jessica. Ternyata keadaan Jessica sudah tergeletak di trotoar dengan keadaan yang tidak sadarkan diri. Dengan panik Ana meminta pada sang sopir untuk membantunya mengangkat Jessica ke dalam mobil, membawa Jessica ke rumah sakit secepat mungkin. Sampai di rumah sakit Jessica segera ditangani secepat mungkin, Devan yang mendapatkan kabar tersebut dari Ana cukup terkejut.


Devan berpikir baru saja Jessica bersama dirinya tetapi sekarang mengapa sudah bersama dengan Ana, bahkan dalam keadaan tidak sadarkan diri padahal Jessica tadi tidur di ruangannya.


"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Devan pada Dokter yang menangani Jessica.


Sang Dokter menggeleng lemah dan menyesali apa yang telah terjadi.


"Kandungan istri anda sangat lemah Dok dan kita tahu sulit sekali istri anda untuk mengandung, dan sekarang pun janinnya tidak dapat lagi bisa diselamatkan," ucap sang Dokter.


Devan tertunduk pilu merasa gagal dalam menjaga janin itu, padahal Devan sudah sangat berusaha untuk tetap membuat janin itu bertahan dengan melakukan apapun keinginan Jessica.


"Devan," ucap Jessica sambil membuka matanya, wajah pucat Jessica sangat terlihat jelas.


Devan mengangguk sambil melihat Jessica yang sudah sadarkan diri, perlahan tangannya mengusap kepala Jessica.


"Kenapa kamu bisa ada di sini? bukannya tadi kamu tidur di ruangan aku?" tanya Devan.


Jessica memegang tangan Devan, mengangguk dengan beberapa tetes air mata yang keluar.


"Aku minta maaf Devan, aku salah, aku memang pernah berselingkuh dulu dengan Alex sebelum kita menikah, alasannya karena kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu,, sehingga aku merasa telah diabaikan oleh kamu," ucap Jessica dengan bibir bergetar dan juga perasaan yang teramat menyakitkan.


Devan hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Devan hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jessica saja.


"Aku sadar Devan cintamu bukan untuk aku lagi, aku sadar sejak dulu cuma aku menutup mata saja karena aku tidak mau kehilangan kamu," ucap Jessica yang menjedah perkataannya sebab merasa lehernya sangat tercekat, namun sesaat kemudian dia kembali melanjutkan ucapannya.


"Aku sadar,, aku salah dan semua masalah bermula dari aku, aku yang menjadi masalah dari semua ini, aku ikhlas kalau saat ini aku menerima hukuman dari kamu," ucap Jessica.

__ADS_1


"Jessica sebaiknya kamu istirahat dulu yah," ucap Ana yang tidak ingin ada ketegangan dulu karena melihat kondisi Jessica yang masih cukup memprihatinkan.


Jessica hanya tersenyum pada Ana dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Devan.


"Aku tahu kamu bertahan karena anak kita Devan sekarang dia sudah tidak ada, aku mau minta kita berpisah," ucap Jessica.


"Jessica kamu bicara apa?" ucap Devan meskipun Devan memang ingin berpisah dengan Jessica tapi Devan juga seorang manusia yang masih memiliki hati nurani, tidak mungkin pula menceraikan Jessica di saat kondisi Jessica masih begitu memprihatinkan saat ini.


Keadaan Jessica saat ini masih sangat lemah, sebesar apapun kesalahannya Jessica tapi saat ini Jessica masih terbaring di atas brankar rumah sakit karena baru saja Jessica keguguran.


"Kebahagiaan kamu bukan bersama aku Devan, aku mau kamu bahagia dengan wanita yang kamu cintai, aku ikhlas," ucap Jessica.


Kisah cinta Jessica sudah selesai, Jessica sudah tidak mampu lagi mengurai benang kusut satu persatu, semua sudah berantakan begitu sulit untuk memperbaikinya karena hati Devan sudah milik orang lain.


Sisa-sisa kenangan bersama pun tidak mampu mengembalikan cinta Devan yang sudah beralih pada wanita lain, Jessica sungguh tidak mampu hidup bersama raga Devan tetapi hati Devan milik wanita lain. Setiap malam, setiap hari Devan selalu saja salah menyebutkan nama karena begitu besarnya cintanya pada Nayla, sekalipun Jessica sudah sangat berusaha menjauhkan keduanya,, Jessica tetap bukan lagi pemilik hati Devan. Hari ini bersama dengan rasa sakitnya, Jessica melepaskan Devan dengan hati yang ikhlas sekalipun terasa begitu menyakitkan.


"Semua cerita kita telah selesai Devan,, tolong ceraikan aku," ucap Jessica yang semakin erat menggenggam tangan Devan.


"Kamu bicara apa Jessica jangan bicarakan ini dulu sekarang lebih baik kamu pulih dulu," ucap Devan.


"Aku mohon Devan..." ucap Jessica.


"Aku mencintaimu Devan,, sangat mencintai kamu," ucap Jessica sambil menatap wajah Devan


Devan mencondongkan tubuhnya pada Jessica, tangannya di genggam erat oleh Jessica, sedangkan sebelahnya lagi Jessica memegang wajah Devan. Memandang wajah Devan dengan penuh cinta, mungkin pandangan itu tidak akan lagi ada sebab dia harus melepaskan Devan karena Devan tidak bahagia bersama dengannya.


"Lalu masalahnya?" tanya Devan lagi.


"Masalahnya kamu sudah tidak mencintai aku lagi Devan, cintaku saja tidak akan cukup untuk menyatukan kita dalam ikatan pernikahan,, aku sangat tahu Devan kamu sudah jatuh cinta pada wanita lain meskipun kamu coba untuk terlihat bahagia di depanku tapi aku tahu kamu menderita terus berpura-pura bahagia," ucap Jessica.


"Aku minta maaf Jessica,, aku memang benar-benar sudah mencintai wanita lain, aku sangat mencintai dia, hingga aku sendiri pun tidak sadar kapan cintaku hilang untuk kamu," ucap Devan.


"Sejak kamu mengenal dekat dia,, kamu sudah berubah Devan," ucap Jessica yang merasa begitu sakit saat tahu kenyataan Devan telah memiliki istri lain, cinta Devan yang dulunya utuh ketika mereka berpacaran perlahan-lahan hancur lebur hingga hilang tanpa tersisa sedikitpun untuknya.


Seketika kenangan indah waktu mereka masa pacaran dulu terbayang kembali.


Flashback on...

__ADS_1


"Jessica aku mencintaimu, menikahlah denganku," ucap Devan sambil memberikan sebuah gelang pada Jessica.


Jessica bahagia tidak terkira, mengingat Devan yang tak pernah romantis padanya ternyata bisa melakukan hal seperti ini.


Selama ini Devan hanya seadanya saja tanpa panggilan sayang, tanpa pernah mendapatkan hadiah kecil, keduanya hanya seperti teman biasa yang kadang Jessica pun bingung mengenai hubungan mereka saat ini.


"Biasanya kan cincin tapi kamu kok gelang?" tanya Jessica sekalipun dirinya tidak mempermasalahkan dengan barang apa saja yang diberikan oleh Devan.


Tapi tetap saja ada tanda tanya, mengingat biasanya orang-orang yang melamar kekasihnya pasti dengan sebuah cincin.


Devan segera memasangkan gelang di tangan Jessica.


"Aku berbeda dari yang lain, aku mau cinta kita seperti gelang ini, rantai yang dijalin hingga takkan putus seperti cintaku," ucap Devan lalu memeluk Jessica.


Flashback off...


"Sekarang gelang itu sudah putus Devan," ucap Jessica sambil memperlihatkan gelang yang dulu Devan berikan padanya.


Devan pun melihat gelang itu dan benar saja gelang itu sudah terbelah menjadi dua.


"Entah ini benar atau tidak,, tapi gelang ini sudah lama sekali putus,, tersangkut tanpa sengaja di baju Nayla ketika dulu sekali awal menikah dengan mu sewaktu aku masih membenci dia karena takut dia merebut kamu,, waktu dia masih tinggal di rumah Mama sebagai pengasuh,, waktu dia belum menolong aku dari hampir ditabrak waktu itu, jadi itu sudah lama sekali, aku menyimpannya dan juga tidak marah-marah padanya karena bajunya itu,, semua itu karena aku merahasiakan ini dari kamu, aku takut kamu akan marah jika tahu, tapi ternyata memang benar cintamu padaku putus berganti menjadi Nayla," ucap Jessica sambil meletakkan gelang tersebut di telapak tangan Devan.


"Aku ucapkan terima kasih atas cintamu yang pernah ada untukku waktu kita pacaran,, saat ini perpisahan adalah suatu keputusan terbaik,, aku ingin kamu bahagia dan aku juga ingin mencari kebahagiaanku," ucap Jessica lagi.


"Jessica sebaiknya tidak membahas hal ini dulu, sekarang kamu masih sakit Nak," ucap Ana yang ikut menimpali merasa kasihan pada Jessica disaat kehilangan janinnya kini dia harus berpisah dengan Devan pula.


"Nggak apa-apa Ma, justru semakin dilanjutkan pernikahan ini akan semakin menyakiti aku sendiri dan juga menyakiti Devan, dulu Mama meminang Jessica dengan baik-baik, Jessica mohon kembalikan Jessica pada orang tua Jessica pula dengan keadaan baik-baik," ucap Jessica dengan air mata yang terus keluar keputusannya sudah tepat saat ini.


Berpisah dari Devan adalah sebuah keharusan, mengingat sudah tidak ada lagi cinta untuknya.


Ana memeluk Jessica dengan erat, sekalipun Devan dan Jessica terus bertengkar tapi tidak pernah sekalipun Jessica membuat hatinya terluka.


"Jessica sayang sama Mama setelah bercerai dari Devan,, Mama tetap menganggap Jessica anak Mama kan?" tanya Jessica.


"Kamu tetap anak Mama sampai kapanpun," ucap Ana yang tak mampu juga membendung air matanya, kini keduanya menangis tersedu-sedu seperti anak dan ibu kandung.


"Makasih Ma," ucap Jessica yang begitu terharu karena Ana sungguh sangat baik.

__ADS_1


"Kamu tetap anak Mama juga," ucap Ana lagi.


__ADS_2