Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Pertemuan tidak terduga...


__ADS_3

Hari ini dimulai dengan senyuman manis dan bahagia, pakaian perawat berwarna putih berpadu dengan topi perawat dan sepatu putih terlihat sangat indah di tubuh Nayla yang langsing itu. Berulang kali Nayla melihat pantulan dirinya di cermin,, sudah lama dia tidak memakai pakaian kesukaannya itu. Akhirnya setelah sekian purnama semuanya bisa dilalui dan sekarang benar-benar ingin menata hidupnya kembali yang sempat tidak karuan karena pernikahan kelamnya dulu,, namun Nayla bahagia karena ada Felix anaknya yang selalu membuat dirinya semangat. Di kejadian itu hanya satu yang Nayla syukuri yaitu bisa mempunyai Felix.


"Ya ampun Nayla,, kamu sangat cantik," puji Reyna yang benar-benar jujur dan tulus,, karena memang Nayla sangat cantik dengan pakaian perawatnya,, terlihat Nayla seperti masih gadis saja padahal Nayla sudah memiliki anak satu.


"Biasa aja Reyna,," ucap Nayla sambil tersenyum lalu memakai jam tangan di lengannya,, kemudian menatap dirinya kembali di pantulan cermin.


Setelah itu Nayla berjalan mendekati anaknya lalu mencium pipi bocah imut itu.


"Felix tinggal sama Mbak Nana dulu yah untuk sementara. Bunda mau pergi kerja dulu jangan nakal yah," ucap Nayla.


Nana adalah tetangga yang tidak jauh dari kontrakan Nayla, wanita itu sangat bersedia menjaga Felix selama Nayla pergi bekerja. Karena Nana hanya di rumah saja ingin mencari tambahan pekerjaan untuk menambah perekonomian keluarga mereka. Suaminya hanya pekerja buruh sehingga begitu mendapatkan tawaran dari Nayla membuat Nana tanpa pikir panjang langsung menerimanya,, apalagi Nana belum memiliki anak padahal dia sudah sangat ingin memiliki anak. Setelah menitipkan Felix kepada Nana,, Nayla segera berangkat kerja bersama dengan Reyna. Setelah sampai rumah sakit keduanya pergi ke ruangan Dokter Alex dulu,, setelah itu Reyna pun pergi ke ruangannya juga.


"Selamat pagi Dok," sapa Nayla kepada Dokter Alex.


Dokter Alex segera menatap Nayla,, wanita yang sangat cantik dengan tubuh langsing, kulit sangat putih,, hidung mancung dan juga bulu mata yang lentik.


"Selamat pagi juga,, ayo duduk dulu," ucap Dokter Alex yang selalu ramah,, begitupun pada Nayla.


Nayla pun menurut duduk saling berhadapan dengan dokter Alex.


"Tugasmu untuk meninjau riwayat medis,, mendiagnosis cedera dan penyakit, membuat resep obat,, melakukan tes kesehatan, dan beberapa hal lain,, paham?" ucap Dokter Alex.


Wajah Dokter Alex terlihat sangat serius,, dalam bekerja tidak ada kata main-main apalagi ini menyangkut nyawa orang lain atau pasien mereka.


"Iya,, saya paham Dok," ucap Nayla sambil mengangguk mengerti.


"Bekerja profesional yah,, tanpa ada sangkut pautnya antara masalah pribadi dan pekerjaan, tidak boleh mencampur adukkan antara pekerjaan dan masalah pribadi,, saya tidak suka rekan kerja saya tidak profesional dalam bekerja,," ucap Dokter Alex,, meskipun dia tidak tahu apa-apa mengenai hubungan Nayla,, Dokter Devan juga Jessica,, tapi Dokter Alex memang selalu menekankan itu kepada semua yang pernah menjadi asisten nya.

__ADS_1


"Mengerti Dok," ucap Nayla.


"Bagus!" ucap Dokter Alex sambil tersenyum ramah.


Dokter Alex langsung memberikan beberapa berkas menyangkut data-data pasien kepada Nayla.


"Aku memberikan waktu kamu belajar selama satu minggu, jika kamu salah sedikit akan aku maklumi,, tetapi setelah itu aku akan anggap sudah profesional dan tidak boleh ada kesalahan sedikitpun,, paham?" ucap Dokter Alex lagi.


"Paham Dok," ucap Nayla.


Dokter Alex pun segera bangkit dari duduknya dan Nayla segera mengikuti Dokter Alex.


Masuk ke salah satu ruangan pasien Nayla pun ikut masuk memeriksa selang infus pasien,, menyuntikkan obat dan juga menjalankan beberapa keluhan pasien,,, begitu selanjutnya sampai mereka memasuki kamar lain.


"Sepertinya kamu cukup pintar," puji Dokter Alex yang mengakui kepintaran Nayla, bahkan tanpa ada kesalahan sedikit pun semuanya dia lakukan dengan baik.


"Anggap saja kita teman yah, pokoknya rileks aja jangan tegang agar hari-hari lebih bahagia," ucap Dokter Alex sambil tersenyum juga.


Nayla mengangguk mengerti tampaknya Dokter Alex adalah tipe pria yang ramah dan mudah bergaul. Bahkan Nayla merasa mereka seperti sudah kenal lama saja padahal baru saja mereka saling mengenal,,, mereka bekerja terlihat santai namun serius.


Sampai satu minggu telah berlalu,, Nayla terlihat asik saja dengan pekerjaan barunya itu, bahkan Nayla semakin terbiasa dengan rutinitas sehari-harinya yaitu menghadapi pasien.


"Dok ini pasien yang akan operasi Caesar tempo hari, tapi dia menolak untuk operasi Dok," ucap Nayla sambil membaca riwayat pasien itu.


"Iya dia itu masih terlalu awam tidak percaya terhadap medis memilih dibawa pulang dan lebih percaya kepada dukun beranak,, ada-ada saja" ucap Dokter Alex.


Sudah sangat banyak pasien yang dihadapi Dokter Alex bahkan terkadang ada yang mengungkapkan cinta padanya jika dia sedang memeriksa pasien itu. Ada juga yang menolak untuk dioperasi karena mengatakan bahwa Dokter hanya mencari uang saja. Meskipun begitu banyak juga yang akhirnya kembali mencari dokter dan mengikuti saran dokter untuk melakukan tindakan operasi, walaupun mereka sudah hampir meregang nyawa. Tapi meskipun begitu Dokter Alex menangani pasien itu dengan sabar, keselamatan pasien adalah hal utama baginya.

__ADS_1


"Kita ke ruangan direktur rumah sakit sebentar,, aku ingin bertanya padanya tentang operasi pasien besok hari, kamu juga ikut," ucap Dokter Alex lalu segera bangkit dari duduknya.


Nayla pun mengangguk mengerti dan segera mengikuti Dokter Alex. Sampai akhirnya keduanya tiba di depan pintu ruangan direktur rumah sakit stay healthy.


Dokter Alex segera mengetuk pintu,, setelah Dokter Alex dipersilahkan untuk masuk,, Dokter Alex pun masuk,, Dokter Alex tidak lupa juga memanggil Nayla agar segera ikut masuk dengannya.


"Selamat siang Dokter Devan," sapa Dokter Alex kepada direktur rumah sakit.


Blushhh!!!!!


Nayla terkejut bukan kepalang begitu mendengar nama itu,, Devan mantan suaminya ternyata adalah direktur rumah sakit tempat dia bekerja saat ini,, Nayla benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai ini.


Nayla pernah datang ke sini untuk pergi ke ruangan Devan itupun Devan sendiri yang menyuruhnya ketika mereka masih menjadi suami istri pernah,, namun belum sampai di ruangan Devan,, mereka sudah kepergok duluan oleh Jessica akhirnya semua batal waktu itu,, membuat Nayla tidak jadi mengetahui bahwa Devan adalah direktur di rumah sakit ini,, seandainya dia jadi masuk pasti dia sudah tau sejak dulu bahwa Devan adalah direktur rumah sakit ini,, mengapa Reyna tidak mengatakan ini kepadanya? apakah Reyna juga tidak tau sama seperti dirinya? atau memang sengaja tidak memberitahukan dirinya mengenai siapa direktur rumah sakit ini?


"Nayla," ucap Dokter Alex memanggil asistennya itu yang hanya diam diambang pintu saja.


Devan langsung tersadar setelah nama itu disebutkan,, Devan langsung melihat ke arah pintu.


Degh!!!!!


Devan melihat jelas ternyata Nayla yang dipanggil dengan Dokter Alex adalah Nayla yang sama. Devan pun langsung menatap penampilan Nayla baju perawat melekat indah di tubuh langsingnya itu. Sedangkan Nayla berusaha menarik nafasnya dalam-dalam,, tetap tenang sekalipun merasa masih sangat terkejut dengan kenyataan yang baru diketahuinya ini.


Ingat Nayla seperti kata Dokter Alex,, kamu harus profesional bekerja,, tidak ada masalah pribadi disini,, batin Nayla.


Nayla berjalan santai mendekati Dokter Alex.


"Dokter Devan, dia adalah asisten saya yang baru," ucap Dokter Alex.

__ADS_1


Terlihat Devan mengangguk lemah,, sekalipun Devan masih sangat terkejut juga.


__ADS_2