Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Mengarah pada Alex...


__ADS_3

"Tidak masalah, ayo tanya," Nayla pun menyetujui, mungkin ada hal yang mengganjal sampai akhirnya Reyna memilih bertanya saat ini.


"Boleh ya Abang," Reyna pun menyenggol Nanda yang duduk di sampingnya.


"Caelah, panggil Abang," Nayla benar- benar tidak dapat menahan tawa.


Seketika ingatan pertengkaran antara Reyna dan Nanda membayang di benaknya, rasanya seperti geli-geli lucu hingga membuatnya merinding.


"Sekarang Abang, dulu...." ejek Rima menimpali, menirukan suara Reyna yang memanggil Nanda dengan panggilan Abang.


"Musang!" Celetuk Nayla.


"Ahahahaha," tawa mereka semua pecah seketika, malam ini benar-benar tidak bisa di lupakan begitu saja.


Hal seperti ini tentunya menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang selama ini terus dilanda konflik rumah tangga yang cukup berat.


"Sudahlah, ayo Adek mau tanya apa sama Abang?" seloroh Nanda.


"Wahahaha....." tawa lainnya baru saja berhenti, kini kembali menggelegar setelah ucapan Nanda barusan.


"Kalian udah nggak perang lagi kan?" Tanya Devan.


"Perang, cuman sekarang beda," Nanda pun menatap Reyna sambil menggerakkan kedua alis matanya.


"Apaan sih!" Reyna mencubit lengan Nanda, kesal sekali malah dijadikan bahan candaan.


"Kita mana pernah perang berdebat kecil itu biasa dalam rumah tangga,"


Cubitan Reyna memang cukup kuat, tetapi bagi Nanda kini cubitan tersebut rasa cinta. Sehingga terkesan romantis saja.


Cinta memang gila, musuh saja bisa berbunga-bunga bila sudah terjerat dengan namanya jatuh cinta.


"Di ranjang Adek," jelas Nanda lagi dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Wahahaha" Nayla tidak henti-hentinya tertawa, mengingat dirinya adalah saksi perjalanan cinta Nanda dan Reyna yang penuh dengan pertengkaran.


Tetapi, Rima, Reyna dan Jessica pun tidak kalah merasa lucu. Ketiganya juga tertawa sampai terbatuk-batuk.


"Wah, kalian memang parah," ujar Alex dengan senyuman, terlihat pernikahan Adeknya begitu membahagiakan.


"Sudah-sudah, ayo Reyna mau tanya apa sama Abang," kata Nayla sambil diselingi tawa kecil.


"Kamu sejak kapan suka sama aku?" Tanya Reyna dengan senyuman, sungguh dirinya penasaran penyebab Nanda jatuh hati padanya.


Nanda pun terdiam, kemudian tertawa terbahak-bahak sebelum menceritakan dirinya sudah merasa lucu.


"Jawab dong!" Ujar Rima yang malah ikut penasaran, tentu ada hal yang aneh berikutnya hingga Nanda tertawa terbahak-bahak


"Apa aku harus jujur?" Tanya Nanda masih dengan tawa kecilnya.


"Harus dong!" Reyna masih menunggu penjelasan Nanda.


"Awalnya aku benci banget sama kamu, cuma waktu itu aku mimpi kamu menggoda ku dengan lingerie," Nanda pun tidak kuasa melanjutkan ceritanya, tawanya benar benar menggelegar mengingat semua itu.


"Enak aja harus cerita. Kita aja udah buka aib," kesal Nayla.


"Tapi punya aku lebih aib."


"Cepat cerita," Kesal Jessica yang ikut penasaran, mengingat Nanda dan Reyna adalah pasangan fenomenal.


"Dari mimpi, besoknya aku di ajak Reyna ke Mall buat beli lingerie. Bahkan, aku di minta memilih, aku berkeringat menyimpulkan bahwa Reyna akan memakainya untuk menggoda ku, aku berdoa semoga dia tidak melakukannya sebelum kami menikah. Dan semuanya berubah menjadi debu ketika ternyata lingerie itu untuk Jessica," jelas Nanda sambil tertawa malu.


"Dasar gila! Berarti kamu udah melecehkan aku lewat mimpi!" Reyna mencubit lengan Nanda untuk kedua kalinya, kesal sekali rasanya mendengar cerita Nanda barusan.


"Kamu juga salah!" Nanda yang tidak mau kalah kini menyalahkan Reyna.


"Kok aku?"

__ADS_1


"Kenapa kamu datang ke dalam mimpi aku, nggak ada kerjaan aja!"


"Ahahahhaha," semuanya lagi-lagi tertawa melihat perdebatan suami istri fenomenal di hadapan mereka, perkara mimpi juga menjadi masalah.


"Ish! Kamu jahat!" Reyna pun mengerucutkan bibirnya kesal pada Nanda.


"Aku punya sesuatu buat kamu."


"Apaan, jangan aneh-aneh!" Reyna mengerucutkan bibirnya, sambil memasang wajah masam setelah mengetahui kelakuan Nanda sebelum menikah.


Nanda pun mengambil sesuatu dari dalam saku kemejanya, kemudian mengeluarkan tangannya dengan jari telunjuk dan Ibu jari yang digabungkan seakan membentuk love.


"Waw," Jessica menopang kepalanya terkesan pada keromantisan Nanda dan Reyna.


"Nanda apaan sih," Reyna tersipu malu saat perlakuan sederhana namun begitu manis kembali di berikan oleh Nanda.


"Ya ampun, ke kamar yuk," seloroh Nanda.


"Kurang ajar!" Kesal Aditya, dari tadi dirinya hanya diam kini refleks bersuara mengeluarkan kekesalannya karena Nanda dan Reyna.


"Dasar pengantin basi," kini Nayla pun tertawa kecil sambil mengutarakan kekesalannya.


"Bercanda, saja. Tapi, kalau serius juga tidak apa


"Nanda,"


"Ampun bos," Nanda pun tidak ingin menerima cubitan Reyna lagi, sehingga memohon agar tidak lagi merasakannya.


"Makanya jangan aneh-aneh!"


"Dasar pasangan aneh," kata Devan.


Cerita Reyna dan Nanda memang sangat lucu, benar-benar membuat malam ini terasa sangat berbeda.

__ADS_1


"Sekarang, aku yang memutarnya," Nanda pun memegang botol dan memutarnya.


Semua kembali terdiam dan menunggu, ternyata botol mengarah pada Alex.


__ADS_2