Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Candunya!


__ADS_3

"Apa harus aku tiada terlebih dahulu agar kau paham aku juga punya hati dan perasaan? Apa harus, setelah aku tiada membawa Cahaya baru kamu mengerti tentang keadaan ku yang lemah ini?" Tanya Jessica di sela-sela tangisnya yang terdengar memilukan hati.


"Jessica, jangan katakan itu lagi. Aku benar-benar sudah berubah, aku tidak lagi seperti dulu. Aku mohon jangan pergi tinggalkan aku, jangan pernah mencoba untuk nekat. Aku mohon," Alex terus mendekap Jessica dalam pelukannya, tidak ingin melepaskan walaupun hanya sedetik saja.


Semua kerinduan yang di pendam Alex tidak ingin melepaskan begitu saja, apa lagi di saat Jessica masih menangis tanpa jeda.


"Sudah terlalu banyak air mata mu mengalir karena aku, tolong jangan lagi. Aku akan sangat bersalah, aku mohon." pinta Alex.


Semua kenangan seakan kembali berputar di kepala Alex, saat awal berusaha mendekati Jessica yang masih berstatus kekasih Devan.


Sampai akhirnya Alex menjebak Jessica dengan minuman hingga tidak sadarkan diri, di saat itulah Alex mengambil kesucian Jessica.


Berlanjut lagi saat satu malam sebelum pernikahan Jessica dan Devan terjadi, saat itu Devan menemuinya.


Dengan tega Alex memasukan obat perangsang pada minuman Devan hingga Nayla menjadi korban pelampiasan kebejatan obat sialan itu.


Hingga akhirnya Jessica menyandang gelar istri Devan, tetapi memiliki madu sebab Nayla hamil karena kesalahan di malam itu.


Jessica kembali menjadi korban, karena tersingkirkan dari hati Devan begitu saja.


Alex pun menikahi Jessica, bukan bahagia yang didapatkan melainkan kekejaman. Hanya karena kecemburuan yang tidak beralasan jelas.


"Jessica, maafkan aku," Alex benar- benar menyesali semua yang sudah terjadi, caranya mencintai Jessica begitu memaksa hingga orang yang dicintainya ikut terluka.


Jiwa Jessica pun seakan ikut terguncang, karena masih mengingat jelas kepahitan di masa lalu saat bersamanya.


"Aku sudah tidak sanggup Alex, aku tidak sanggup lagi," kata Jessica sambil mencengkram erat kemeja Alex.


Alex terus memeluk Jessica, merasakan apa yang dirasakan oleh istrinya saat ini. Membiarkan Jessica menangis dalam pelukannya, meluapkan segala kesakitan yang ada.

__ADS_1


Setelah nya Alex tidak akan membiarkan air mata itu tumpah kecuali air mata kebahagiaan, percayalah bahwa kali ini tidak akan seperti dulu.


Setelah tangisan Jessica perlahan mereda, Alex pun mengangkat istrinya naik ke atas ranjang.


Jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari, mungkin bisa beristirahat agar tidak jatuh sakit karena terlalu lama menangis.


"Jangan menangis lagi aku mohon," pinta Alex sambil membaringkan tubuhnya di samping Jessica.


Sesenggukkan masih terdengar keluar dari bibir Jessica, hingga Alex tidak bisa melepaskan Jessica dari pelukannya


Alex mencium kening Jessica, berusaha meyakinkan bahwa tidak perlu lagi khawatir. Alex benar-benar ingin merubah diri menjadi lebih baik.


Perlahan tangisan Jessica berhenti, Alex mengusap wajah Jessica dengan tangannya sendiri.


"Aku mencintaimu, sejak dulu dan sampai kapanpun," tutur Alex.


Jessica hanya diam sambil menatap Alex, memberanikan diri menatap manik mata Alex untuk mencari pembuktian.


"Jessica," panggil Alex.


Jessica masih menatap Alex, matanya bengkak karena baru selesai menangis.


Sedangkan Alex ingin sekali mencium bibir itu, entah Jessica mengijinkan atau tidak tapi rasanya Alex sudah tidak karuan.


Dari dulu sampai saat ini pun Alex tidak pernah bisa menahan diri saat berdekatan dengan Jessica, gejolak aneh yang mendorong pikiran liarnya terus saja menjadikannya iblis.


"Jessica," kata Alex lagi tanpa berani melanjutkan keinginannya.


"Em," jawab Jessica bingung mengapa Alex terus saja memanggil namanya, padahal mereka kini sedang berdekatan.

__ADS_1


"Kita masih suami istri kan?" Tanya Alex mencoba memberanikan dirinya.


Jessica mengangguk, Alex pun gelap mata dan mencium bibir Jessica dengan cepat.


"Mmmmfffffpp," Jessica terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Alex.


Alex menyadari dan melepaskan sejenak, setelah mengizinkan dua kali Jessica menarik napas kembali Alex mencium bibir manis yang mampu membuat otak kurang ajarnya traveling.


Perlahan ciuman kecil berubah menjadi semakin panas, hawa panas kian terasa semakin mencekam. Lidah Alex menelusup masuk menyusur setiap rongga mulut Jessica. Mencari lidah di dalam sana dan mengajaknya menari bersama lidahnya.


Tangannya sudah tidak lagi dapat di kondisikan, sebelah tangannya menelusup masuk ke dalam piyama tidur yang digunakan Jessica.


Memainkan gunung kembar yang cukup besar, sesekali memainkannya dengan gemas.


Perlahan Jessica pun membalas lidahnya yang di lilitkan oleh lidah Alex, diri merasa tidak ada kekasaran yang terasa hingga tubuhnya merasa nyaman saat mendapatkan sentuhan tangan Alex.


Alex semakin bersemangat saat ciumannya terbalas, perlahan ciuman Alex turun pada tengkuk. Meninggalkan jejak-jejak cinta hasil karyanya sendiri.


Semakin ke bawah dan mencium dua gunung kembar dari luar piyama tidur Jessica, sebelah tangannya berusaha melepaskan setiap kancing piyama.


Tidak ingin kasar, Alex memilih bersabar dan hati-hati, takut membuat Jessica merasa sakit. Walaupun sebenarnya otaknya sudah tidak dapat lagi terkondisikan.


"Sssstttt......" tanpa sadar Jessica merintih nikmat, kedua tangannya memegang kuat-kuat seprei merasakan sensasi yang begitu luar biasa ini.


Setelah kedua gunung kembar itu terbuka, Alex pun mulai menyusu seperti bayi secara bergantian, memegang dengan penuh nafsu.


Kemudian kembali lagi mencium bibir Jessica, dengan kedua tangannya yang bermain di kedua gunung kembar.


Bibir Jessica masih menjadi candunya hingga begitu sulit untuk melepaskan.

__ADS_1


"Sssttttt..."


__ADS_2