
Rian menggaruk leher bagian belakangnya begitu menyadari betapa konyolnya dirinya saat ini.
"Ya udah aku tinggal dulu yah,, kalian duduk berdua saja dulu,, cerita-cerita siapa tau kalian merasa cocok,," ucap Andini diselingi dengan tawa kecil melihat Rian yang sudah nampak menyukai Nayla.
"Wow Nayla,, kamu benar-benar cantik sekali,," ucap Jessica yang datang bersama Devan di sampingnya.
Nayla melirik Jessica sambil tersenyum canggung,, Nayla benar-benar merasa malu karena sejak tadi dirinya mendapatkan pujian dari siapapun bahkan Jessica juga memuji dirinya.
"Iya dong Jessica," ucap Andini yang masih berdiri di dekat Nayla dan Rian.
"Gimana Jessica,, mereka sangat cocokkan?" tanya Andini lagi sambil melihat Rian dan Nayla,, lalu melihat kepada Jessica.
Perlahan Jessica melihat pria yang sedang berada di samping Nayla yang tak kalah tampan,, pria itu memiliki jambang tipis dan juga tubuh yang tegap.
"Cocok banget,," ucap Jessica sambil memberikan dua jempolnya,, lalu Jessica menoleh pada Devan yang saat ini sedang berdiri di belakangnya.
Wajah dingin tanpa ekspresi sama sekali,, tidak ada yang tau apa yang ada dipikiran Devan begitu melihat penampilan Nayla malam ini.
"Sayang,, lihat mereka sangat cocok yah?" ucap Jessica sambil bergelayut manja di lengan Devan,, menunjukkan betapa Nayla dan Rian pasangan yang sangat cocok dan sempurna.
Devan masih dengan diamnya seolah tidak perduli sama sekali.
"Nayla,, ini benar-benar kamu?" ucap Ana yang ikut bergabung dengan mereka meninggalkan sementara teman-temannya,, begitu melihat Jessica dan Andini sedang bersama seorang gadis cantik. Tentu jiwa penasaran Ana menggebu-gebu.
Tetapi begitu berada dekat dengan Andini dan Jessica,, Ana tidak menyangka ternyata wanita cantik yang membuatnya penasaran adalah Nayla.
Betapa terkejutnya Ana,, tidak menyangka ternyata selama ini ada wanita secantik bidadari tinggal di rumahnya.
"Aku benar-benar tidak menyangka ternyata di rumah ku ada bidadari yang sedang tinggal dan tidak aku sadari,," ucap Ana yang sangat terkagum dengan kecantikan Nayla.
"Bu kami cocok nggak?" ucap Rian sambil memegang tangan Nayla menunjukkan pada Ana.
Dengan segera Ana menganggukkan kepalanya.
"Iya kalian berdua sangat cocok,," ucap Ana dengan bersemangat.
"Kalau kalian sudah merasa cocok satu sama lain,, segera saja menikah,, aku yang akan menggelar pesta pernikahan besar-besaran untuk kalian berdua,," ucap Ana lagi.
Degh!!!
__ADS_1
Wajah Nayla benar-benar memerah,, tidak bisa membayangkan jika benar-benar Nayla akan dijodohkan dengan Rian.
Mungkin jika Nayla tidak menjadi istri Devan itu tidak akan masalah sama sekali,, tapi saat ini Nayla masih menjadi istri Devan dan bahkan saat ini Nayla sedang mengandung anak Devan.
Lalu bagaimana Nayla bisa terbebas dari ini semua,, Nayla benar-benar terperangkap sekarang dan Nayla bingung harus bagaimana agar bisa keluar dari ini semua.
Andini kemudian memegang lengan Ana.
"Ma,, sebaiknya kita pergi dulu,, biarkan mereka berdua saling kenal,," ucap Andini sambil melihat Ana.
"Iya kamu benar banget,, kalian harus saling mengenal dulu,," ucap Ana yang membenarkan apa yang diucapkan oleh Andini.
"Iya kita juga akan pergi,," ucap Jessica juga lalu mendongak melihat wajah Devan tapi ekspresi wajah Devan saat ini benar-benar sangat dingin.
"Sayang,," ucap Jessica lagi sambil menggoyangkan lengan Devan.
Devan melihat Jessica lalu mengangguk,, kemudian mata Devan menatap pria yang sedang menggenggam tangan Nayla saat ini,, genggaman tangan pria itu begitu erat pada tangan Nayla.
"Sayang kamu ini kenapa sih?" tanya Jessica yang merasa bingung dengan sikap Devan saat ini.
Apa yang terjadi dengan Devan?
"Ayo kita pergi biarkan mereka berdua," ucap Jessica sambil menarik tangan Devan,, dan Devan akhirnya mengikuti Jessica.
"Rian,, kamu jaga baik-baik Nayla yah,, kalau kalian sudah merasa cocok bilang segera pada Ibu,, biar Ibu segera panggilkan penghulu," ucap Ana lagi sebelum benar-benar meninggalkan Nayla dan Rian berdua.
"Siap Bu,, laksanakan," ucap Rian yang benar-benar sangat bahagia saat ini.
Ternyata apa yang dikatakan oleh Ana selama ini memang benar adanya,, ada wanita cantik yang tinggal di rumahnya.
Seorang pengasuh bernama Nayla,, dan Rian sangat ingin mengenal Nayla lebih jauh lagi.
"Em Nayla,, kita jalan-jalan bentar yuk," ajak Rian sambil tersenyum pada Nayla.
Nayla menarik nafas panjang,, Nayla tidak mungkin menolak karena itu pasti akan mengecewakan Ana,, Andini dan juga Jessica yang terlihat bersemangat sekali menjodohkan dirinya dan Rian tadi.
Nayla berpikir jika pergi dengan Rian apakah itu masih layak? mengingat dirinya saat ini sudah bersuami,, meskipun dirinya hanya istri siri yang disembunyikan oleh Devan tapi Nayla sangat menghargai Devan sebagai suaminya.
"Nayla ayo,," ucap Rian sambil menarik tangan Nayla.
__ADS_1
Nayla pun akhirnya dengan terpaksa mengikuti Rian.
"Em mas tangannya bisa tolong dilepas saja?" ucap Nayla merasa tidak enak pada Rian tetapi dia juga merasa tidak enak karena sudah bersuami tidak seharusnya bergandengan tangan dengan pria lain seperti wanita jomblo.
Sejak tadi Rian sangat betah memegang tangan Nayla membuat Nayla merasa sedikit tidak nyaman. Tapi Nayla juga bingung bagaimana harus melepaskan pegangan tangan Rian,, Nayla takut membuat Rian tersinggung atau mengatakan dirinya sombong.
"Oh iya maaf yah Nayla,," ucap Rian dengan berat hati melepaskan pegangan tangannya pada Nayla.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan udara yang sangat nyaman.
"Nayla,, kita duduk disana aja yah," ucap Rian sambil menunjuk sebuah kursi yang terletak di samping Vila,, kursi itu berhadapan langsung dengan kolam renang yang dihiasi lilin-lilin yang indah.
Nayla dan Rian pun duduk disana,, mereka menepi dari ramai nya pesta yang berada di halaman Vila.
Mereka berdua sama-sama menatap kolam renang dengan diam tanpa ada yang bersuara.
"Nayla,, kamu masih sendiri?" tanya Rian berusaha mencari topik,, dan Nayla pun segera melihat Rian begitu mendengar pertanyaan Rian.
Nayla bingung harus menjawab apa,, mau bilang sendiri nyatanya Nayla sudah memiliki suami,, mau bilang sudah memiliki suami nyatanya suami nya pun tidak diketahui orang lain.
"Seperti yang mas tau saat ini,," jawab Nayla akhirnya.
Rian kemudian mengangguk mengerti,, selama ini Rian taunya Nayla masih sendiri karena Ana selalu beritahukan dia mengenai Nayla,, hanya saja baru malam ini bisa bertemu langsung dengan Nayla.
"Apa kamu tidak ada rencana menikah dalam waktu dekat ini Nay?" tanya Rian langsung.
Nayla menegang seketika karena pertanyaan Rian saat ini sudah mengarah ke arah yang lebih serius,, Nayla bingung harus menjawab apa. Nayla hanya tersenyum karena bingung harus menjawab apa,, tapi Nayla juga tidak menyalahkan pertanyaan Rian padanya karena Rian tidak tau apa-apa,, jika saja Rian tau dirinya sudah menikah saat ini dan sedang mengandung tentu Rian tidak akan bertanya mengenai hal itu.
"Nayla aku sudah sangat tertarik padamu,, coba kamu pikirkan dulu yah, kita bisa bertunangan dulu kalau kamu menganggap ini terlalu terburu-buru," ucap Rian lagi dengan sangat antusias,, Rian memang telah jatuh hati pada pandangan pertama kepada Nayla hingga Rian ingin serius pada Nayla. Umur Rian juga bukan saatnya lagi untuk pacar-pacaran tetapi lebih ke mencari calon istri.
Nayla kembali diam,, rasanya bingung harus menjawab apa,, tiba-tiba udara yang sangat dingin membuat Nayla langsung mengusap kedua tangannya.
Rian menyadari Nayla yang kedinginan perlahan Rian membuka jasnya dan memakaikan pada Nayla agar mengurangi kedinginan Nayla.
Nayla tersentak kaget tidak menyangka Rian akan memperlakukan dirinya dengan begitu manis dan perhatian.
"Mas tidak usah repot-repot,," ucap Nayla sambil menatap Rian.
"Tidak apa-apa Nayla jika itu untuk mu,," ucap Rian sambil tersenyum lembut menatap Nayla. Rian benar-benar terkagum pada kecantikan Nayla dan juga kepribadian Nayla yang ternyata sama dengan yang selalu Ana ceritakan padanya.
__ADS_1
Nayla pun tersenyum pada Rian lalu kembali menatap malam yang semakin indah dengan taburan bintang-bintang di langit.