Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
SOK TAHU!!!


__ADS_3

Nayla terus marah-marah dalam hatinya bahkan setelah Nayla turun dari taksi pun tetap marah-marah.


Diminta cerai tidak bisa,, padahal nyatanya pernikahan ini sungguh menyiksa,, batin Nayla yang benar-benar kesal pada Devan.


Nayla terus melangkah memasuki perlahan pintu utama rumah milik keluarga Devan,, sungguh menyakitkan sekali padahal dirinya seorang menantu juga,, yah menantu yang disembunyikan,, sungguh miris jika Nayla mengingatnya.


Tidak mungkin ada yang bisa menerima gadis seperti dirinya,, dia adalah gadis miskin dengan latar belakang keluarga broken home. Sedangkan Jessica adalah menantu yang tepat untuk keluarga terpandang seperti keluarga Devan,, Jessica wanita yang pintar,, cantik dan juga berasal dari keluarga terpandang,, sungguh sangat berbanding terbalik dengan dirinya.


Ayah dan Ibu Nayla bercerai dan itu menjadi awal kehancuran keluarganya,, Nayla seorang sarjana keperawatan,, itu berasal dari hasil beasiswa yang dia dapatkan.


"Nayla,," ucap Ana begitu melihat Nayla yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu.


Nayla langsung tersadar dari lamunannya,, lalu segera melihat ke arah Ana yang sedang berada di dekat tangga.


"Iya Nyonya,," ucap Nayla.


Dengan segera Ana berjalan ke dekat Nayla,, melihat lengan Nayla yang sedang diperban.


"Lengan kamu kenapa Nayla?" tanya Ana.


Ana baru saja kembali dari luar kota sehingga menjadi tanda tanya besar begitu melihat lengan Nayla diperban.


Jessica tidak sengaja melewati ruang keluarga dan melihat Ana dan Nayla tampak sedang berbincang,, Jessica mendengar langsung pertanyaan Ana pada Nayla.


"Ma lengan Nayla seperti itu karena menolong Jessica kemarin yang hampir tertabrak mobil,, kalau tidak ada Nayla,, aku yakin akulah yang akan ditabrak dan pasti lebih parah lagi,," ucap Jessica sambil bergidik ngeri membayangkan jika dirinya yang tertabrak ada kemungkinan dirinya sudah tidak bernafas lagi sekarang.


Ana langsung terkejut sambil melihat lengan Nayla.


"Sekali lagi terima kasih yah Nayla sudah menolong aku,," ucap Jessica sambil melihat Nayla dengan tatapan mata tulus dan penuh rasa terima kasih serta rasa bersalah juga.


Meskipun Jessica sudah berulang kali mengucapkan kata maaf dan juga terima kasih pada Nayla tetap saja perasaan Jessica benar-benar iba begitu melihat keadaan lengan Nayla.


"Iya Nyonya,, Nyonya tidak perlu terus merasa bersalah,," ucap Nayla sambil tersenyum.


Seandainya Nyonya tau akulah yang paling merasa bersalah pada Nyonya,, karena aku bukan hanya penolong mu saja tetapi aku juga adalah madu mu,, batin Nayla penuh rasa bersalah sambil melihat Jessica.


"Jadi ma,, dalam beberapa hari ke depan aku yang akan mengurus keperluan Raka dan Rani,, karena Nayla tidak mungkin bisa melakukan tugasnya dalam keadaan seperti ini," ucap Jessica lagi.

__ADS_1


Ana menganggukkan kepalanya.


"Iya Jessica kamu memang benar,, pokoknya kalian saja yang atur bagaimana baiknya yah," ucap Ana sambil tersenyum melihat Nayla dan Jessica yang berhati baik dan lembut.


Tanpa ada yang tau bahwa Nayla adalah menantunya juga, Ana secara tidak sadar telah menyayangi kedua istri anaknya sekaligus,, bahkan saat ini Nayla sedang mengandung cucunya entah seperti apa ekspresi Ana jika mengetahui sebentar lagi dirinya akan memiliki cucu dari istri Devan.


"Sekarang kamu istirahat ke kamar yah Nayla,, kamu jangan banyak gerak dulu yah,, biar cepat pulih,," ucap Jessica yang lagi-lagi memberikan perhatian pada Nayla seperti memperhatikan adiknya sendiri.


Mungkin bisa dibilang adik madunya.


Nayla pun mengangguk lalu segera berjalan menuju kamarnya dengan perasaan kesal pada Devan karena sudah membanting ponselnya,, ada kemungkinan Nayla akan membeli ponsel baru besok.


Taman belakang....


Nayla sedang duduk santai dan menyendiri di taman belakang lalu tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan sesuatu di atas pangkuannya.


Nayla langsung menunduk melihat sebuah kotak ponsel di atas pangkuannya,, lalu segera melihat pria yang sudah duduk di sampingnya yang tidak lain adalah Devan.


"Itu ponsel baru untukmu,, jangan ada kontak ponsel pria lain di ponsel baru mu itu,," tegas Devan sambil melihat Nayla.


"Aku bisa membeli sendiri ponsel dan bisa memakainya sesuai keinginan ku,," ucap Nayla sambil melihat Devan kesal karena mengaturnya dalam menggunakan ponsel.


Ketika ingin berdebat lagi tiba-tiba Devan mendengar suara langkah kaki sedang berjalan ke dekat mereka...


"Devan,," ucap Jessica.


"Nyonya Jessica mas," ucap Nayla panik lalu segera cepat-cepat bersembunyi di balik pohon.


Devan mengangkat sebelah alisnya begitu melihat reaksi Nayla.


"Ternyata memang benar aku pikir tadi salah orang,, oh iya Devan kok kamu disini?" tanya Jessica karena tidak biasanya suaminya itu berada di taman belakang.


"Oh iya itu kotak ponsel siapa?" tanya Jessica lagi begitu melihat sebuah kotak ponsel ada di samping Devan.


Devan segera melihat arah telunjuk Jessica.


Devan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau,, aku baru duduk,, aku bahkan baru menyadarinya kalau ada kotak ponsel disini," ucap Devan dengan santainya.


Jessica mengangguk lalu segera duduk di samping Devan,, tempat Nayla duduk sebelumnya.


"Devan,, aku mau ke rumah mama,, kak Rara baru pulang dari Malaysia,, aku bolehkan nginap di rumah mama malam ini saja kok?" tanya Jessica sambil melihat Devan dengan tatapan penuh harap.


Devan mengelus lembut rambut Jessica sambil mengangguk,, baginya tidak ada yang lebih penting dari setiap keinginan istrinya itu.


"Ayo aku antar," ucap Devan lagi.


Jessica langsung menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah,, aku sama-sama kak Andini aja,, dia juga mau keluar bareng suami dan anak-anaknya,," ucap Jessica.


"Oh ya udah,, besok kalau gitu aku jemput yah," ucap Devan.


"Iya,, makasih yah sayang,," ucap Jessica sambil tersenyum bahagia lalu segera pergi setelah mendapatkan izin dari Devan.


Devan langsung menatap Nayla yang masih setia sembunyi di balik pohon,, dengan segera Devan mendekati Nayla.


"Kenapa kesini?" tanya Nayla yang benar-benar kesal pada Devan. Nayla segera mengintip dari balik pohon memastikan tidak ada yang melihat mereka sedang berdua apalagi Jessica,, Nayla sangat takut dilihat oleh Jessica.


"Kenapa?" tanya Devan dengan wajah yang sangat datar.


"Kamu masih tanya kenapa?" ucap Nayla kesal,, ingin sekali Nayla mencakar wajah Devan yang sangat datar itu lalu mencungkil kedua mata Devan,, namun Nayla tidak memiliki keberanian.


"Lihat Nyonya Jessica betapa baiknya dia,, dan aku sebagai wanita apa mungkin aku tega melukai hatinya? tentu tidak!!," Tegas Nayla.


"Dan kalau kamu tidak menurut Jessica bisa tau,," ucap Devan dengan santai.


Nayla langsung menatap horor Devan,, Nayla bahkan berpikir apakah pria yang menikahinya itu memiliki hati atau tidak.


"Kamu sedang mengumpat ku?" tebak Devan sambil melihat Nayla dengan tatapan mata penuh intimidasi.


"SOK TAHU!!!" ucap Nayla lalu memilih pergi dari hadapan Devan menuju kamarnya tak lupa Nayla mengambil ponsel dari Devan karena takut apa yang dikatakan Devan menjadi kenyataan.


Nayla memang sudah menjadi istri kedua,, istri dari majikannya sendiri tapi itu bukan atas keinginannya. Perasaan seorang wanita yang tahu rasanya sakit tidak mungkin tega menyakiti hati Jessica,, seandainya Devan mau menceraikan dirinya saat ini,, Nayla akan pergi jauh-jauh dari Devan,,, tidak akan merusak rumah tangga Devan dan Jessica.

__ADS_1


__ADS_2