Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Dikerjain!!!


__ADS_3

Baru saja Nanda keluar dari kamar mandi, handuk masih melingkar di pinggangnya, tapi matanya sudah melihat pemandangan yang begitu indah. Berulang kali tangannya mengucek matanya, ini begitu nyata dan masih betah berlama-lama untuk memandang Reyna di hadapannya.


Sial!


Dari ujung kaki hingga naik ke atas, hingga dada yang setengah menyembul keluar membuat jantung Nanda berdegup begitu kencang.


Jangan lupa dengan lingerie berwarna hitam yang melekat di tubuh Reyna, tubuh seksi itu seakan menggoda dirinya untuk segera menyentuhnya.


Oh ini sangat menyiksa, ada yang meronta-ronta ingin dibebaskan, handuk yang melilit di pinggangnya pun tak mampu menegakkan tiang yang mulai mengeras.


"Aku udah nungguin kamu dari tadi," bisik Reyna di telinga Nanda dengan suara yang begitu merdunya.


Ah, sejenak Nanda memejamkan matanya meresapi betapa nikmatnya sentuhan tangan Reyna pada dadanya langsung tanpa mengenakan sehelai benang pun.


Nanda pun kembali membuka matanya, menatap Reyna yang kini melingkarkan tangannya pada tengkuknya dengan manja. Sesaat kemudian sebelah tangannya bermain pada dada bidang Nanda, kukunya yang panjang dan berwarna merah menyala seakan ikut menggodanya.


Nanda mencium jari-jari Reyna yang semakin membuatnya tertantang, rasanya sudah cukup menjaga keperjakaan ini selama bertahun-tahun lamanya.


"Kamu mau sekarang ataupun lain waktu?"

__ADS_1


Reyna menggigit bibir bawahnya hingga membuat Nanda panas dingin. Sesaat kemudian Reyna menarik Nanda mendekati ranjang, hingga akhirnya berbaring dan Nanda menindih tubuhnya.


Lama keduanya saling memandang, hingga akhirnya Reyna melingkarkan kembali tangannya pada tengkuk Nanda. Mencium bibir Nanda dengan penuh nafsu, memulai permainan hingga membuat Nanda tidak mampu lagi berkata-kata. Tidak ingin diam saja Nanda pun membalas dengan ciuman yang tidak kalah panas, memegang tengkuk Reyna agar tidak menjauh walaupun hanya sedetik saja.


Bertukar saliva saling mengutarakan keinginannya untuk saling merasakan indahnya bercinta.


Tangan Nanda pun tidak dapat lagi dikondisikan sebagaimana mestinya, tangan tersebut terus menjalar dengan liar, memainkan dua benda kenyal Reyna yang ternyata begitu besar.


"Nanda, ah..." rintih Reyna.


Suara ******* manja Reyna semakin menambah udara di sekitar menjadi berkurang, baru saja dirinya mandi tapi sudah kembali kepanasan karena Reyna.


Ah, mungkin bisa mandi kembali setelah mandi madu bersama dengan Reyna yang manis.


Ya Reyna sangat manis membuatnya tidak bisa lagi untuk diam.


"Maling!" teriak Arni dengan kencangnya.


Nanda pun melompat dari atas sofa dan segera berlari hingga kepalanya membentur dinding.

__ADS_1


Buk!!!


"Ssstttt," Nanda meringis menahan sakit pada bagian kepalanya.


Rasanya begitu sakit dengan rasa denyutan di dalam otaknya.


"Makanya kalau pacaran itu yang sehat, ini baru pacaran sudah main kumpul kebo," omel Arni dengan suara yang meninggi.


Sesaat barusan telinganya sendiri mendengar suara Nanda mengigau menyebut nama Reyna, belum lagi bantal sofa yang dipeluk Nanda seakan mengkhayal Reyna dipelukannya.


"Maksud Mama apa?" tanya Nanda.


Rasanya belum mengetahui sama sekali, bahkan kesal bukan main mengetahui Arni ternyata barusan mengerjai dirinya.


"Mama ngerjain aku pakai teriak maling barusan?" tanya Nanda memastikan langsung.


"Iya," jawab Arni sambil berkacak pinggang, tangannya memegang sapu lidi yang sebentar lagi akan digunakan untuk memukuli anaknya.


"Kenapa? Mama sedang tidak waras?" tanya Nanda.

__ADS_1


Dengan ekspresi wajah kesal Nanda kembali duduk di sofa, beruntung Arni Mamanya, jika bukan sudah pasti akan diberikan sebuah bogeman mentah. Sedangkan ekspresi wajah Arni berubah berapi-api begitu mendengar Nanda mengatakan dirinya tidak waras, nampaknya putranya tersebut belum menyadari penyebab kemarahannya.


"Kamu ngapain manggil-manggil Reyna? kamu juga nyiumin bantal! pasti kamu mikirin Reyna yang kamu cium!" ucap Arni.


__ADS_2