
Seperti janji yang sudah dikatakan oleh Nanda saat pulang bekerja dirinya akan menjemput Reyna dan mereka langsung menuju showroom mobil baru, awalnya Reyna tak percaya tapi pada kenyataannya kini mereka sudah sampai juga.
"Tahu-tahu kredit terus nggak ada uang buat bayar cicilan, belum lagi kontrakan!" ejek Reyna.
Nanda pun masuk terlebih dahulu diikuti oleh Reyna di belakangnya, mulut Reyna terus saja komat-kamit karena tidak yakin jika Nanda mampu membelikannya mobil baru, tubuh tegap, tinggi, baju dinas tertutup jaket kulit berwarna hitam, semakin membuat siapa saja akan terpesona saat melihat Nanda.
Nanda pun duduk di sofa dan menunggu Reyna memilih sesuai dengan keinginannya, Reyna sebenarnya ragu untuk memilih akan tetapi harus memberikan sedikit pelajaran pada Nanda karena kini sudah berani meminta haknya mungkin juga ini cara Nanda untuk menyogoknya dan luluh begitu saja.
Tidak mungkin!
"Yang itu!" Reyna menunjuk sebuah mobil mewah berwarna kuning.
Reyna pun tak tahu apa nama dari mobil tersebut, dirinya asal menunjuk saja ingin membuat Nanda kesal padanya.
Syukur kalau langsung diceraikan, biar jadi janda perawan tak masalah sama sekali!
Satu hal yang Reyna yakini bahwa harga mobil tersebut pasti cukup fantastis, tidak apa. Biar Nanda malu karena tak mampu untuk membayarnya.
__ADS_1
Itu sudah pasti!
"Yakin yang itu?" tanya Nanda.
Reyna pun mengangguk pasti.
"Masuk dulu di dalam, di sana banyak keluaran terbaru dan lebih bagus barangkali ada yang lebih bagus lagi," kata Nanda mencoba untuk menawar.
"Nggak! yang ini aja," menurutnya Nanda sedang bernegosiasi secara tidak langsung, mungkin membayar mobil yang dipilihnya asal itu saja tak bisa dibayar.
"Baiklah antarkan mobil ini ke rumah," ucap Nanda.
Nanda menyetujui dan mengajak Reyna untuk pulang terlebih dahulu sebab mobilnya pasti nanti akan diantar.
"Tapi surat-surat lainnya gimana?" tanya Reyna bingung.
Bagaimana bisa hanya dengan memerintah begitu bisa langsung diantar ke alamat dan lainnya bagaimana.
__ADS_1
Sepenuhnya Nanda sedang memulai lelucon yang akan mempermalukan dirinya sendiri.
"Biar mereka yang mengurusnya, cepat naik!" ucap Nanda.
Reyna mengerutkan dahinya, mengapa Nanda hanya menunjuk dan memerintahkan diantar langsung ke rumah dan disetujui begitu saja, siapa suaminya itu? aneh sekali! Reyna yang baru mengenal Nanda kini mulai kebingungan sampai di sini.
"Mau langsung pulang atau?" ucap Nanda.
"Ke Mall, mau beli berlian," jawab Reyna asal.
Nanda pun menarik gas sepeda motornya dan menambah laju sepeda motor menuju Mall, sampai di Mall Reyna membawanya ke sebuah toko berlian.
"Aku mau yang ini!" kali ini pun Reyna menunjuk dengan asal.
Asal besar berliannya pasti mahal pikirnya dan Nanda tak akan mampu untuk membelinya, lihat saja setelah ini pasti Nanda tidak akan berani meminta haknya lagi. Reyna bersorak gembira di dalam hatinya.
"Terlalu besar akan sangat berbahaya untuk dipakai, lagi pula ada yang lebih bagus juga modelnya, bagaimana kalau yang ini!" Nanda menunjukkan sebuah kalung dengan liontin berlian kecil namun terlihat elegan bila dipakai Reyna.
__ADS_1