Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Bagaimana caranya kalian menikah?


__ADS_3

"Aku tidak bisa berjanji untuk mendapatkan hasil seperti yang kau inginkan. Tetapi, aku akan mencobanya," jawab Nayla dengan yakin.


Belum juga Nayla melakukan keinginannya, Jessica sudah merasa tersentuh.


Bagaimana bisa Devan tidak mencintai Nayla begitu besar, sedangkan sikapnya saja selembut salju dan memiliki tutur kata yang indah. Di tambah lagi penyayang dan periang, Jessica menyadari dirinya yang begitu banyak kekurangan memang tak pantas bersanding dengan Devan.


"Terima kasih Nayla." Mata Jessica berkaca-kaca seakan menaruh harapan besar pada Nayla.


Dengan langkah kaki yang cepat Nayla segera menuju halaman, di mana di sanalah letaknya acara.


Indahnya dekorasi seakan menambah suasana terkesan romantis, namun siapa sangka ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Kedua calon pengantin sama-sama tidak menginginkan pernikahan ini, sama sekali.


Mata Nayla mengedarkan pandangannya, menatap seseorang yang harus ditemuinya.


Nihil, orang yang di cari tidak ada sama sekali. Bahkan, untuk batang hidungnya saja benar-benar tidak terlihat.


Tubuh Nayla tersentak tak kala merasa ada tangan yang menepuk pundaknya secara tiba-tiba.


"Kamu kenapa?" Tanya Devan melihat ekspresi wajah Nayla yang membingungkan.


Nayla pun menarik napas sambil mengusap-usap dada, menetralkan detak jantung yang baru saja berdegup kencang karena keterkejutan.


Tetapi, tiba-tiba saja dirinya memiliki ide yang mungkin bisa di jalankan.


"Mas, telpon Alex. Suruh dia kesini," pinta Nayla.


Devan terdiam sambil memperhatikan wajah Nayla.


"Mas, tolong," pinta Nayla lagi.


Devan melingkarkan tangannya pada pinggang Nayla, sedangkan sebelahnya lagi ada di dalam saku celananya.

__ADS_1


"Tidak usah ikut campur urusan orang lain," bisik Devan dengan suara pelan sambil melihat tamu-tamu yang mulai berdatangan,


Devan masih saja menjadi dirinya yang cuek dan arrogant, kapan Devan bisa mengerti tentang keadaan orang lain?


"Mas, aku punya penawaran bagus," ujar Nayla.


Devan tidak tertarik sama sekali, memilih diam dan menatap wajah-wajah para tamu undangan.


"Yakin nggak mau?" Tanya Nayla lagi.


Devan beralih menatap Nayla sambil bertanya-tanya apakah yang sebenarnya yang ada di otak istrinya tersebut.


"Mas, telpon Alex minta dia datang ke sini! Nanti malam.......... Hehe," Nayla cengengesan sambil menggerakkan kedua alis matanya.


Devan masih diam saja, ingin mengatakan setuju tapi bagaimana?


Sebab itu memang bukan urusan mereka. namun jika menolak juga seperti apa? Rasanya sangat rugi sekali.


Devan pun mengambil ponselnya dan menghubungi Alex dengan segera, tidak ingin semakin pusing dalam mempertimbangkan sogokan yang di berikan oleh Nayla.


Setelah beberapa pembicara serius, akhirnya Alex menyetujui untuk mendatangi pesta pernikahan Jessica yang akan segera di langsungkan.


"Puas?" Tanya Devan setelah selesai lakukan panggilan telepon dengan Alex, sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana hitam, sungguh membuatnya terlihat tampan.


"Terima kasih tuan Devan," Nayla tertawa kecil sambil merapikan kerah kemeja Devan.


"Nayla," sapa Rima yang baru saja datang dengan menggunakan dress berwarna putih, hari ini wanita itu sungguh telah cantik.


"Apa aku terlambat? Semoga tidak ya," imbuh Rima sambil melihat wajah tamu-tamu satu persatu.


"Itu calon pengantinya baru datang," Nayla menunjuk Aditya yang mulai berjalan masuk bersama dengan rombongan lainnya.

__ADS_1


Kaki Nayla seketika berjalan kearah Aditya, membuat Rima pun mengikuti dengan langkah kaki yang cepat.


"Aku ingin bicara," bisik Nayla pada Aditya, sambil memperhatikan sekitarnya.


Di mana semua benar-benar sudah lengkap kecuali, calon pengantin wanita.


Aditya pun berdiri dari duduknya, mengikuti Nayla menuju sebuah ruangan. Tidak di sangka ternyata itu adalah kamar Jessica, di mana baru saja selesai di rias.


Cantik, anggun, dan juga memiliki hati yang lembut.


Sungguh luar biasa.


Jessica tercengang menatap wajah-wajah yang masuk ke dalam kamar nya, perlahan bangkit dari duduknya dengan wajah lesu.


"Kau tahu bahwa, seorang wanita tidak boleh menikah lagi sebelum sah bercerai dari suaminya?" Tanya Nayla secara langsung.


Aditya mengangguk sambil masukkan kedua tangannya ke dalam masing-masing saku celana pengantin yang sudah di pakainya.


"Iya," jawab Aditya dengan lantang.


"Lalu kenapa kau menyetujui menikahi ku?" Tanya Jessica dengan tidak sabaran.


"Mana wanita yang kau cintai? Kenapa tidak menolak keinginan Tante Arini, dan mengatakan bahwa kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai?" Jessica memijit pelipisnya, tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


"Lalu kenapa kau juga mau menikah dengan ku?" Tanya Aditya kembali.


"Aku tidak bisa menolak Aditya, kamu tahu Mama ku seperti apa? Dia terus dengan kerasnya pendirian nya," jelas Jessica dengan putus asa.


"Apa? Jessica dan Dokter Alex belum bercerai?" Tanya Rima shock.


"Lalu, bagaimana caranya kalian menikah?" Tanya Rima dengan mengacak rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2