
"Sayang,, hari ini aku mau ikut kamu ke rumah sakit,, atau kemanapun kamu akan pergi aku mau ikut,," ucap Jessica.
Devan seketika berhenti sejenak begitu mendengar ucapan Jessica,, begitupun Jessica ikut menghentikan langkahnya karena Devan berhenti.
"Apa kamu yakin mau ikut?" tanya Devan sambil melihat Jessica.
Jessica menganggukkan kepalanya.
"Iya,, emang nggak boleh yah?" tanya Jessica.
"Tentu saja boleh,," jawab Devan.
Jessica tersenyum manis begitu mendapatkan persetujuan dari Devan,, Jessica segera berjalan masuk ke dalam mobil Devan.
Devan segera mengambil ponselnya yang berada di sakunya lalu segera mengirimkan chat kepada Nayla.
"Mas ke rumah sakit sekarang,, Jessica juga ikut dengan ku,," isi chat dari Devan untuk Nayla.
Setelah mengirimkan pesan pada Nayla,, Devan segera masuk ke dalam mobil tak ingin membuat Jessica curiga padanya,, Devan segera mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
"Sayang,, besok jadikan liburannya?" tanya Jessica lagi pada Devan,, karena sudah berulang kali Jessica meminta waktu Devan agar mau liburan dengannya dari awal mereka menikah tapi Devan selalu tidak memiliki waktu.
Hingga untuk kali ini,, Devan tidak bisa lagi menolaknya,, Devan tidak memiliki alasan lagi,, jika Devan terus tidak mau Jessica pasti akan curiga pada dirinya.
Devan benar-benar tidak bisa jika kehilangan Jessica,, jika disuruh memilih antara Jessica dan Nayla tentu Devan akan memilih Jessica.
"Tentu jadi,," ucap Devan sambil mengelus lembut rambut Jessica sejenak lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya.
Begitu sampai di rumah sakit,, mereka berdua jalan beriringan dengan bergandengan tangan,, mereka terlihat begitu mesra. Siapa yang tidak tau Jessica,, anak dari seorang pengusaha sukses,, cantik,, dan kini sudah menjadi istri dari dokter Devan Bima Putra sekaligus pemilik rumah sakit Stay Healthy.
"Selamat pagi dokter,," sebagian rekan kerja Devan kini menyapa Devan,, beberapa perawat juga tersenyum ramah kepada pasangan suami istri itu,, terutama pada Devan sang pemilik rumah sakit.
Semua mata yang melihat mereka benar-benar memuji pasangan itu secara terang-terangan,, karena mereka terlihat pasangan yang sangat serasi.
Yang satunya sangat tampan dan yang satunya cantik,, tentu itu sangat sempurna.
"Sayang,, kamu tunggu disini saja yah," ucap Devan sambil membukakan pintu untuk Jessica.
Devan membukakan pintu ruangan pribadinya,, ruang pribadi Devan sangat nyaman,, cocok untuk tempat Jessica menunggu dirinya.
"Kamu mau kemana? kok aku ditinggal?" tanya Jessica.
"Aku ada jadwal operasi,, kamu tunggu disini saja yah," jawab Devan.
Jessica pun menganggukan kepalanya pertanda setuju,, segera Jessica duduk di sofa untuk menunggu Devan,, yang tak tau kapan akan selesai.
Dalam menunggu Devan,, Jessica memainkan ponselnya mencari sesuatu yang menarik untuk ditonton,,, lebih dari tiga jam menunggu akhirnya Jessica tertidur pulas.
Perlahan pintu terbuka dengan kedatangan Devan yang sudah selesai dengan pekerjaannya.
Devan segera berjongkok untuk membangunkan Jessica.
__ADS_1
"Sayang,, ayo bangun,," ucap Devan.
Jessica yang merasa ada yang membangunkannya segera membuka matanya kemudian menatap Devan yang ada di dekatnya.
"Devan,, aku ketiduran yah?" ucap Jessica sambil mengumpulkan kesadarannya.
Devan menganggukan kepalanya.
"Kalau kamu capek,, kelelahan dan ngantuk lebih baik kamu pulang saja istirahat,, karena aku masih lama," ucap Devan yang kasihan pada Jessica terlihat Jessica sangat lelah.
"Aku maunya sama kamu,, malas pulang,," ucap Jessica.
"Ya udah,, tapi kalau kamu jenuh jangan dipaksa yah," ucap Devan lagi.
"Iya," ucap Jessica juga.
Devan lalu segera duduk di kursi kerjanya,, tiba-tiba tanpa disadarinya bayangan wajah Nayla terlintas dibenaknya. Perlahan Devan mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada balasan atau tidak dari Nayla mengenai chatnya tadi pagi dan ternyata ada.
"Iya mas," balas Nayla tadi pagi yang baru sempat dilihat Devan sekarang.
Devan sejenak melihat Jessica yang saat ini sedang duduk di sofa menikmati teh hangat miliknya,, kemudian Devan kembali melihat ponselnya. Devan kembali mengirimkan chat pada Nayla.
"Kamu sudah makan siang?" isi chat Devan pada Nayla.
"Sudah mas,, baru saja selesai makan siang,," balas Nayla.
"Devan,," ucap Jessica sambil berjalan ke dekat Devan,, Devan dengan segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku lalu melihat kepada Jessica.
"Aku mau pulang dulu sekarang,, karena mama ngajakin bikin kue,," ucap Jessica.
Devan langsung mengangguk dengan sejuta senyuman manis,, Devan merasa memiliki waktu untuk bertemu dengan Nayla.
Devan mengingat besok dirinya akan berlibur dengan Jessica selama beberapa hari dan itu berarti selama itu pula dirinya tidak bertemu dengan Nayla.
"Iya,, kamu hati-hati yah sayang," ucap Devan sambil tersenyum pada Jessica.
"Iya sayang," ucap Jessica lalu segera pulang.
Setelah memastikan Jessica benar-benar sudah pergi,, Devan dengan segera mengirimkan chat lagi pada Nayla.
"Apa kamu lagi sibuk sekarang?" isi chat dari Devan.
"Aku baru selesai menidurkan Rani,," balas Nayla.
"Mas juga mau,," balas Devan.
"Apanya yang mas mau?" tanya Nayla tidak mengerti.
"Di tidurin," balas Devan.
Nayla yang melihat chat dari Devan tidak lagi membalasnya,, Nayla hanya membaca saja lalu menyimpan ponselnya.
__ADS_1
Lama Devan menunggu balasan chat dari Nayla,, namun sampai saat ini belum ada ciri-ciri akan mendapatkan balasan,, Devan akhirnya mengirimkan chat lagi pada Nayla.
"Kamu datang kesini," isi chat Devan.
"Kemana?" tanya Nayla heran.
"Ke rumah sakit,, mas tunggu,," balas Devan.
Setelah setengah jam lebih perjalanan akhirnya Nayla sampai di rumah sakit.
Setelah Nayla turun dari taksi,, Nayla segera mengirimkan chat pada Devan lagi.
"Mas,, aku udah sampai di rumah sakit,," isi chat Nayla pada Devan.
Bibir Devan langsung tersenyum cerah, entah Devan sadari atau tidak tapi saat ini Devan sangat bahagia dengan kedatangan Nayla di rumah sakit.
"Kamu langsung ke ruangan mas aja,," balas Devan.
"Dimana mas? aku nggak tau," balas Nayla karena ketika datang beberapa hari yang lalu Nayla hanya sampai di ruangan praktek Devan saja tidak sampai di ruangan pribadi Devan. Dan Devan lupa akan hal itu makanya tadi langsung menyuruh Nayla ke ruangannya.
"Tunggu mas di depan ruangan IGD,, mas akan kesitu,," balas Devan.
Nayla pun menuruti ucapan Devan,, menunggu Devan di IGD.
"Nayla,," panggil seorang wanita,, dan Nayla pun segera melihat ke arah sumber suara.
Nyonya Jessica? batin Nayla yang benar-benar kaget bukan kepalang melihat Jessica berada di rumah sakit juga bahkan sedang berada di depannya.
"Hei Nayla biasa aja, aku manusia loh Nayla bukan setan,, jangan-jangan tadi kamu mengira aku setan lagi,," ucap Jessica sambil menyentuh bahu Nayla dan tersenyum pada Nayla.
Nayla berusaha tersenyum.
"Oh iya kamu ngapain ke rumah sakit Nayla?" tanya Jessica sambil menatap Nayla.
Degh!!!!
Nayla benar-benar bingung apa yang harus dikatakan pada Jessica,, dan Devan saat ini terlihat sedang berjalan ke arah Nayla,, mata Devan dan Nayla bertemu meskipun jaraknya masih cukup jauh.
"Nayla,, kamu kenapa? kok kayak aneh sih?" tanya Jessica sambil menggoyangkan bahu Nayla.
Devan tidak melihat Jessica karena saat ini posisi Jessica sedang memunggungi Devan. Dan Devan hanya fokus melihat Nayla saja.
"Aa..aa,,aku," ucap Nayla terbata-bata sambil melihat Devan sejenak yang saat ini sudah dekat dengan Jessica dan juga dirinya, namun Devan belum menyadari sama sekali bahwa Jessica ada di dekat Nayla.
"Nayla kamu kenapa sih? kamu ngapain ke sini? atau tangan kamu masih sakit yah?" tanya Jessica lagi yang melihat Nayla sedikit aneh.
Nayla tidak lagi mendengar pertanyaan Jessica pada dirinya,, saat ini Nayla sedang bingung dan takut karena sebentar lagi Devan akan sampai ditempatnya sedang menunggu Devan.
"Nayla ada apa? kamu kenapa?" tanya Jessica sambil melihat Nayla dengan tatapan mata penuh kebingungan.
"Aa..aa..aku,," Nayla tidak lagi melanjutkan ucapannya,, Nayla hanya diam sambil menunduk dan berdoa. Nayla tak pandai berbohong jadi Nayla benar-benar bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
Melihat keanehan Nayla,, Jessica langsung berbalik.