Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Siap kembali menata hidup...


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu Jessica merasa dirinya diacuhkan dan tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari Devan.


Hingga hari ini Jessica memutuskan untuk datang ke rumah sakit,, untuk meminta pada Devan memberikan waktu pada dirinya juga. Tapi begitu sampai di sana justru emosinya semakin mendidih melihat Devan tengah menyuapi Nayla dengan sangat perhatian,, Jessica segera masuk tanpa permisi dengan marah-marah membuat Nayla dan Devan langsung beralih menatap Jessica yang tiba-tiba saja muncul.


"Devan kamu pulang sekarang," ucap Jessica dengan kesal sambil mengambil piring dari tangan Devan,, lalu piring itu diberikan kepada Nayla.


"Kamu nggak usah manja jadi wanita, kamu bisa makan sendiri,, ingat kamu sudah melahirkan artinya tidak ada alasan lagi untuk kamu tetap bersama suamiku!!" ucap Jessica dengan sinis.


Jessica lalu menarik Devan untuk pergi bersamanya, membawa pergi Devan agar tidak lagi bersama Nayla,, meskipun Nayla saat ini masih menjadi istri kedua Devan. Sampai di parkiran rumah sakit Devan masih mengikuti Jessica, karena Devan melihat masih banyak orang di sekitaran mereka. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil pun Devan masih menurut saja apa keinginan Jessica.


"Devan katanya kamu mau menceraikan dia, mana buktinya? kamu malah semakin betah berada di rumah sakit,, semakin betah merawat dia,, menyuapi dia segala lagi, dia kan bisa makan sendiri,," ucap Jessica kesal.


Devan masih diam sambil menatap Jessica, menarik nafas dalam-dalam sambil berpikir,, agar tidak terjadi pertengkaran lagi di antara mereka berdua seperti selama ini yang sering terjadi,, mengingat Jessica yang sedang mengandung dan kandungan Jessica lemah. Setelah melihat Jessica yang sudah bisa sedikit tenang,, Devan lalu memegang tangan Jessica sambil menatapnya,, Devan ingin bicara dari hati ke hati kepada Jessica.


"Sayang,, aku pasti akan menceraikan Nayla seperti yang aku katakan pernah," ucap Devan.


"Bagus," ucap Jessica.


Devan terlihat kembali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya, berbicara dengan Jessica harus dengan kesabaran penuh takut Jessica akan stres dan janinnya dalam bahaya.


"Tapi tidak bisa sekarang," ucap Devan sambil melihat ekspresi wajah Jessica yang kembali berubah menegang.


"Lalu kapan kamu akan menceraikan dia?" tanya Jessica kesal.


"Dia baru saja selesai operasi dan anaknya terlahir prematur,, berikan aku waktu untuk merawat Nayla sampai dia pulih,, aku ini laki-laki yang bertanggung jawab atas bayi itu,, aku ini Ayahnya berikan aku waktu untuk merawat anakku,, lalu aku akan menceraikan Nayla,, setelah dia benar-benar pulih,, setelah aku bisa memastikan, dia bisa merawat anaknya sendiri," ucap Devan menjelaskan pada Jessica.

__ADS_1


"Baik aku pegang omongan kamu,, aku beri kamu waktu satu bulan,, tapi kamu juga harus pulang ke rumah,, karena anak kita juga butuh ayahnya," ucap Jessica.


Devan tersenyum sambil mengelus perut Jessica,, hingga membuat mood ibu hamil itu kembali membaik.


"Kamu pulang duluan yah,, aku juga nanti akan pulang setelah mengurus Nayla," ucap Devan mencium kening Jessica dan segera turun dari dalam mobil.


Baiklah Jessica memegang janji Devan, menunggu Nayla sampai sembuh total dan setelah itu Jessica bisa memiliki Devan seorang diri saja seperti sebelumnya.


############


Devan dengan cepat menuju kembali ke rawat inap Nayla,, begitu masuk Devan melihat Nayla yang sudah makan sendiri. Terlihat jelas Nayla yang tenang dan santai tanpa memiliki beban sedikitpun, Nayla lebih memilih berdamai dengan keadaan demi bayinya,, hanya bayinya yang Nayla pikirkan sekarang,, Nayla tidak peduli lagi dengan Devan.


Sudah cukup penderitaan Felix selama ini dan kini Nayla sudah bertekad untuk tidak lagi menjadi wanita yang cengeng yang memerlukan suaminya setiap saat, Nayla sebenarnya wanita yang sangat kuat dan mandiri,, ketika hamil dia memang sangat membutuhkan Devan karena hormon kehamilannya dan juga memang ibu hamil akan begitu sensitif.


"Sini biar Mas saja yang suapin," ucap Devan sambil mengambil piring dari tangan Nayla.


"Assalamualaikum," ucap Reyna setelah kemarin Reyna libur karena ingin menjenguk Ibunya yang sedang sakit.


Nayla langsung tersenyum bahagia begitu melihat kedatangan sahabatnya.


"Hai Reyna, akhirnya kamu kembali lagi aku kangen banget sama kamu," ucap Nayla,, mereka berdua pun berpelukan seakan mereka sangat berbahagia sekali hari ini ketika bertemu.


Reyna benar-benar tidak menyangka kini sahabatnya sudah kembali ceria dan bahagia lagi, betapa Reyna sangat bahagia melihat Nayla yang seperti ini lagi, inilah Nayla sahabatnya yang penuh dengan keceriaan dan juga kebahagiaan.


Reyna pun akhirnya mengerti perubahan sikap Nayla karena hormon kehamilannya membuat sahabatnya itu menjadi wanita yang lemah,, suka menangis dan suka banyak mengeluh.

__ADS_1


Itu bukanlah sikap Nayla, yang ceria seperti ini adalah sikap sahabatnya.


"Aku kangen banget sama Felix," ucap Reyna lagi.


"Kita lihat Felix yuk," ajak Nayla dengan sangat bahagia.


"Yuk," ucap Reyna juga.


Reyna membantu Nayla untuk duduk di kursi roda dan mereka pun segera pergi menemui Felix dengan Reyna yang mendorong kursi roda Nayla, Devan hanya terdiam menatap dari kejauhan seakan dirinya tidak dianggap ada disana, dan Devan baru saja tahu sikap Nayla yang penuh dengan senyuman dan juga keceriaan, selama ini yang dia tahu hanya Nayla yang pendiam dan juga cengeng.


Setelah kembali melihat Felix,, Nayla pun kembali masuk ke ruangannya bersama dengan Reyna.


"Dokter Devan kapan Nayla bisa dibawa pulang?" tanya Reyna.


"Dia sudah bisa dibawa pulang sejak kemarin,, tapi Nayla bilang dia mau pulang kalau bersama dengan Felix," ucap Devan.


Reyna mengangguk mengerti,, tapi tidak bisa dipungkiri Reyna begitu bahagia melihat kebahagiaan Nayla sekarang meskipun tanpa Devan,, Reyna selalu berharap Nayla bisa tetap tersenyum seperti sekarang.


"Mas pulang dulu ada Reyna disini,, nanti Mas pasti akan kembali lagi," ucap Devan.


Nayla mengangguk dan sebenarnya Nayla tidak peduli mau Devan kembali lagi atau tidak itu urusan Devan, dia tidak memikirkan sedikit pun,, yang jelasnya Nayla saat ini begitu menikmati kebahagiaannya menjadi seorang ibu dari anaknya.


"Nayla,, kamu cerai saja sama Dokter Devan yah,, aku benar-benar tidak sanggup melihat kamu menderita seperti sebelumnya, aku bahkan takut kehilangan senyummu lagi yang seperti sekarang ini, ini senyuman mu setelah sekian lama hilang," ucap Reyna dengan penuh haru menatap Nayla.


"Iya aku tidak akan menjadi istrinya lagi,, setelah aku pulih kita akan keluar dari rumah itu, aku dan dia akan bercerai dan menata semuanya dari awal," ucap Nayla dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Kali ini sudah tidak ada lagi keraguan,, kebimbangan dan kesedihan sedikitpun.


Nayla sudah kembali dengan dirinya yang kuat dan tidak lagi mudah bersedih, Nayla sudah berdamai dengan keadaan dan siap meraih cita-citanya menjadi seorang perawat. Nayla sudah siap bangkit dari keterpurukannya,, melupakan derita dan luka lara,, tanpa Devan, tanpa masalah,, tanpa air mata kesedihan, dan tanpa ada bayang-bayang ketakutan lagi apalagi perasaan bersalah. Nayla sudah siap kembali menata hidupnya.


__ADS_2