Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Pingitan...


__ADS_3

Devan kembali ke rumah langsung memasuki kamarnya, pagi harinya dirinya terbangun dan tidak diizinkan untuk bekerja seperti biasanya.


Aneh bukan?


Itu adalah peraturan Ana sendiri dengan alasan tradisi yang dilakukan oleh keluarga turun temurun,, awalnya Devan mengira terlalu berlebihan mengingat ini bukan pernikahan pertama untuk Devan. Bahkan dirinya sudah pernah menikah juga dengan Nayla, jadi mengapa harus ada pingitan juga seperti menikah dengan Jessica dulu.


"Ma, Devan itu sudah tua,, nikah pun sudah..." Devan mendesus kesal saat Ana tidak mau kalah memberikan alasan lainnya.


Ingin diam saja merasa sulit, namun menentang juga tidak menghasilkan apa-apa,, di mata Ana dirinya hanya anak kecil sekalipun dia sudah memiliki anak.


"Mama mau acara nikahannya pakai pesta pernikahan meriah! kamu nggak mikir perasaan calon istri kamu? kamu nggak pengen bikin dia bahagia? dia juga pasti ingin seperti wanita lainnya,, paham?" ucap Ana.

__ADS_1


Semakin banyak Devan memberikan alasan maka hanya akan membuatnya, semakin tersundut kan. Sejak kapan dirinya pernah menang melawan Ana. Akhirnya mengangguk setuju menerima tiba-tiba Devan melihat Ana berjalan ke arah ponselnya. Dalam sekejap Ana mengambilnya membuat Devan semakin kesal.


"Ma? ponselnya nggak usah diambil!" ucap Devan yang tidak mengerti mengapa kali ini Ana terlalu berlebihan, dulu Ana tidak sampai mengambil ponselnya.


"Biar tambah kangen," ucap Ana sambil cekikikan karena melihat ekspresi wajah Devan.


"Ya ampun Ma nggak sampai segitunya juga kan? gimana kalau ada telepon penting?" tanya Devan.


"Emang Mama ngerti?" tanya Devan yang masih berusaha untuk membuat ponselnya kembali.


"Udah Ma ambil aja," terdengar suara Jessica dari arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


Devan menatap ke arah pintu,, bingung untuk apa mantan istrinya itu datang ke sana. Sayangnya Jessica diundang sendiri oleh Ana,, bahkan Jessica sendiri bahagia ikut mengurus pernikahan Nayla dan juga Devan.


"Kamu di kamar dulu yah,, Mama mau ke butik dulu," ucap Ana.


Ana segera pergi bersama dengan Jessica, keduanya kini seperti orang tua dan juga anak perempuan yang begitu dekat. Tidak ada dendam ataupun permusuhan sekalipun sudah tidak memiliki hubungan keluarga, Jessica sudah mengikhlaskan Devan bersama dengan Nayla, bahkan rela menikah dengan Alex sebagai penebus dosa agar Nayla mau kembali bersama dengan Devan lagi. Sampai di kontrakan Nayla, Ana dan Jessica pun turun dari dalam mobil, tidak lupa sih imut Rani juga ikut di antara keduanya. Bocah itu tidak bisa absen jika dalam urusan ini, mungkin segalanya membutuhkan bantuannya begitulah pikiran bocah tersebut. Akhirnya membawa Nayla pada sebuah butik langganan Ana, memilih kebaya yang nantinya dipakai untuk resepsi dan juga akad.


"Ma,, apa ini nggak berlebihan? aku udah janda juga Ma," ucap Nayla yang benar-benar tidak menginginkan pernikahan mewah, sederhana tapi hikmat sudah cukup baginya. Mengingat statusnya janda dan Devan juga sudah duda.


Ana tidak peduli dirinya masih kagum dengan kebaya putih yang kini melekat di tubuh Nayla, terlihat sangat cantik dan elegan.


Jessica pun berpikir wajar jika Devan sangat jatuh hati pada Nayla, kecantikan Nayla sungguh luar biasa, kecantikan yang sudah terpancar sekalipun belum memakai riasan apapun di wajahnya.

__ADS_1


Tidak tahu seperti apa nanti reaksi Devan, saat melihat Nayla di hari pernikahan berpadu kebaya tersebut.


__ADS_2