
Sampai di rumah Jessica langsung berlari menuju kamarnya,, meluapkan kekecewaan yang menusuk tajam tanpa belas kasih padanya.
"Kamu sangat jahat Devan!!!!" teriak Jessica.
Jessica melempar semua benda yang ada didekatnya,, kamarnya saat ini sudah seperti kapal pecah saja, sejak kembalinya dari rumah Nayla, Jessica meluapkan emosinya di kamarnya sendiri,, kamar bersama dengan Devan tempat mereka melepaskan lelah.
"Mana janjimu dulu Devan!?? kalau untuk kamu sakiti kenapa kamu mau menikahi aku, kalau kamu mencintai dia, menginginkan dia,, kenapa kamu malah menjadikan aku istrimu,, menjadikan aku ratu satu-satunya di hatimu!!!" ucap Jessica.
Jessica seperti orang gila saat ini,, dengan Devan berbagi cinta pada wanita lain membuat Jessica jatuh ke dalam jurang paling dalam. Tidak pernah terbayangkan oleh Jessica akan memiliki suami dengan dua istri, memberikan dirinya seorang madu dengan wanita yang sangat dia kenali.
"Dimana perasaan mu Devan? jawab aku Devan,, apa kamu tidak mencintai aku?" teriak Jessica frustasi.
"Aku mencintai kamu Jessica,, tolong maafkan aku,," ucap Devan sambil berusaha menggapai tangan Jessica.
Jessica dengan segera menepis tangan Devan, Jessica benar-benar merasa benci karena tangan itu tidak hanya membelai mesra dirinya tapi juga tangan itu membelai mesra wanita lain.
"Kamu sangat tega membagi cinta Devan, aku berusaha membenahi diriku,, supaya menjadi istri yang lebih baik lagi untuk kamu,, tapi apa? ternyata ada wanita lain dibalik semua ini,, wanita lain lah yang menjadi alasan sikap dingin mu padaku selama ini Devan,, kalau kamu tidak mencintai aku maka katakan biar aku yang pergi dari hidup mu,, jangan perlakukan aku seperti ini," ucap Jessica.
"Jessica tolong jangan tinggalkan aku," ucap Devan lalu dengan cepat memeluk tubuh Jessica, rasa takut kehilangan Jessica benar-benar terasa.
"Lalu kenapa kamu berkhianat Devan? apa karena aku kurang cantik? atau aku kurang menarik dimatamu? pendidikan kah yang menjadi masalahnya Devan? aku juga seorang sarjana Devan,, aku seorang sarjana, kamu yang tidak memperbolehkan aku untuk bekerja kan? Papaku juga seorang pengusaha,, lalu apa kurangnya aku Devan?" teriak Jessica.
"Kamu tidak memiliki kekurangan Jessica,, aku mencintaimu dengan segala kekurangan mu,, tapi tolong dengarkan penjelasan aku,," ucap Devan.
"Cukup Devan!!" ucap Jessica.
###########
Jessica yang pusing memikirkan rumah tangganya saat ini memutuskan untuk pergi mencari hiburan malam. Jessica mencoba mencari sedikit ketenangan yang mungkin bisa membuat dirinya sedikit waras saat ini.
Suara alunan musik terus berdentum,, laki-laki maupun wanita berbaur satu sama lain tanpa adanya jarak, asap mengepul dimana-mana seakan mencari kenikmatan dunia yang tidak seberapa itu.
__ADS_1
Jessica duduk di bar tender, menikmati minuman memabukkan yang sudah lama tidak dicicipinya lagi,, akhirnya semua kembali lagi seperti semula,, luka cintanya membuat dirinya kembali seperti semula dan membuatnya kehilangan akal. Seorang pria mendekat padanya,, duduk di samping Jessica sambil meneguk minuman yang terasa begitu sangat memabukkan.
"Ada apa dengan kamu?" tanya pria tersebut.
Jessica langsung meletakkan gelas lalu beralih menatap pria di sampingnya yang tengah duduk.
"Rumah tangga ku hancur berantakan Alex,, aku benar-benar hancur Alex seiring dengan pengkhianatan Devan padaku," ucap Jessica dengan hati yang benar-benar sakit dan juga sangat terluka dengan kelakuan Devan.
Alex langsung terdiam, tidak biasanya dia melihat Jessica sampai segila ini.
"Maksud mu apa Jessica? aku disini sebagai sahabat mu,, aku,, kamu dan Devan memang sahabat bukan?" tanya Alex.
Jessica beralih menatap Alex,, mereka sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya jadi memang tidak ada rahasia diantara ketiganya.
"Hari ini saja jangan bertingkah formal padaku,, anggap saja,, aku,, Devan dan kamu masih tiga sahabat yang duduk di bangku SMA," ucap Alex.
"Devan berkhianat Alex,, bahkan dia berkhianat dengan pengasuh anak kakaknya sendiri, dan aku benar-benar terluka Alex,, aku terluka,," ucap Jessica sambil menangis tersedu-sedu,, sesekali Jessica membenturkan kepalanya di meja sambil membayangkan wajah Devan dengan hati yang sangat terluka.
Alex terdiam sejak dulu Alex tau betul Jessica sangat mencintai Devan,, lalu kenapa Devan malah tega mengkhianati Jessica.
Jessica langsung mendongak menatap Alex,, Jessica membenarkan apa yang dikatakan oleh Alex.
"Kamu benar Alex,, dia itu hanya wanita pelakor,, aku tidak akan membiarkan dia merebut suamiku,,, aku tidak mau suamiku direbut oleh wanita murahan,," ucap Jessica.
Jessica langsung membayangkan wajah Nayla,, ingin sekali Jessica menghabisi nyawa Nayla agar Nayla tidak menjadi benalu lagi dalam rumah tangganya.
"Dia harus aku lenyap kan," ucap Jessica.
"Jangan Jessica kalau kamu melakukan hal itu maka kamu akan membuat dirimu sendiri terjerumus,, kamu akan masuk penjara juga," ucap Alex yang memberikan peringatan pada Jessica karena menghabisi seseorang bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah.
"Ckk," Jessica kembali meneguk minumannya.
__ADS_1
"Lalu aku harus apa Alex?" tanya Jessica dengan perasaan hancur sehancur-hancurnya.
"Pikirkan dengan akal sehat cara yang tidak merugikan kamu Jessica,, agar bisa memiliki suami mu lagi, tanpa bayang-bayang wanita itu,, sekarang lebih baik kamu pulang dan pastikan suami mu tidak bertemu dengan wanita itu lagi,," ucap Alex lalu memaksa Jessica untuk bangun dari duduknya,, menyuruh Jessica agar segera pulang.
Saat Jessica hampir dimasukkan di dalam mobil oleh Alex tiba-tiba Alex melihat Devan tidak jauh dari mereka.
"Devan!!!" teriak Alex.
Devan langsung melihat ke arah sumber suara,, Devan melihat Alex tengah memapah Jessica.
"Bawa istrimu pulang Devan,, selesaikan masalah kalian di rumah," ucap Alex lalu memberikan Jessica pada Devan.
"Jangan sentuh aku Devan,," ucap Jessica berusaha menghindari Devan,, Jessica tidak ingin disentuh seujung kuku pun oleh Devan.
Devan tidak perduli,, Devan terus memasukkan Jessica ke dalam mobil.
##########
Saat ini Jessica terbaring di atas ranjang,, terlalu banyak minum membuat Jessica tertidur pulas,, tapi sesekali Jessica terbangun muntah.
Huekkkkkk....
Dan sesaat kemudian Jessica kembali tertidur pulas lagi.
Devan tidak kuasa melihat penderitaan Jessica,, wanita yang dicintainya itu benar-benar hancur tanpa sisa hanya dalam waktu sekejap saja.
Dengan sabar Devan mengganti piyama Jessica untuk yang kesekian kalinya karena Jessica sejak tadi kadang terbangun dan muntah.
Wajah yang terlihat sangat rapuh,, mata sembab,, dan rasa hancur benar-benar terlihat di wajah Jessica.
Tidak ada ketenangan yang biasa Devan lihat,, yang ada hanya kegelisahan meskipun Jessica saat ini terlihat terlelap karena terlalu banyak minum.
__ADS_1
Dua wanita sekaligus tersakiti dalam keadaan seperti ini,, keadaan yang tidak pernah dibayangkan oleh Devan selama ini,, menyakiti hati Jessica seakan sebuah mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan oleh Devan sebelumnya.
Mengapa harus terjadi seperti ini?