
Setelah puas berbicara dengan Reyna dan sudah merasa agak baikan,, Nayla memutuskan untuk segera pulang.
Begitu keluar dari kawasan rumah sakit Stay Healthy,, Nayla menghentikan langkah kakinya melihat disekelilingnya,, Nayla ingin makan sesuatu,, Nayla segera melihat-lihat penjual disekitarnya.
"Hei,, kamu Nayla kan?" tanya seorang pria sambil menyentuh bahu Nayla,, pria itu tampak mengenakan seragam polisi.
Nayla mencoba tersenyum sambil berusaha mengingat siapa pria yang tengah menyapanya saat ini. Mengapa pria itu terlihat sudah sangat mengenal dirinya.
"Nayla apa kamu melupakan aku?" tanya Pria itu begitu melihat ekspresi wajah Nayla yang tampak kebingungan saat ini.
Nayla lagi-lagi mencoba tersenyum sambil berusaha mengingat siapa pria dihadapannya saat ini,, seketika itu ekspresi wajah Nayla terlihat berbinar yang menandakan Nayla mengingat siapa pria itu.
"Nanda, kamu Nanda kan?" ucap Nayla terlihat bersemangat dan bahagia begitu bertemu dengan sahabat lamanya itu,, mereka bersahabat dari duduk di bangku SMP.
Nanda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum begitu Nayla mengingat dirinya.
Seketika Nayla langsung melihat penampilan Nanda dari atas sampai bawah dengan tatapan mata yang begitu memuji.
"Wah Nanda,, kamu sekarang sudah pakai seragam yah,, padahal dulu kamu itu buluk banget loh,, sekarang beda banget,, makanya aku tadi nggak sadar kalau itu kamu,," ucap Nayla sambil melihat takjub pada perubahan Nanda.
Nanda tertawa begitu mendengar ucapan Nayla,, karena yang diucapkan Nayla memang benar adanya,, dulu dirinya sangat buluk dan sekarang dirinya memang benar-benar berubah.
"Ya itukan dulu Nay,, tapi sekarang udah nggak," ucap Nanda sambil tersenyum dan dengan bangga memperlihatkan baju dinasnya pada Nayla.
"Iya aku mengerti,, mengerti,," ucap Nayla angguk-angguk dan terlihat menatap Nanda dengan tatapan ejekan.
"Kamu yah,, nggak berubah sama sekali," ucap Nanda sambil menepuk bahu Nayla karena menyadari saat ini Nayla sedang mengejek dirinya.
"Hmm ngobrolnya nggak enak disini Nay,, mendingan kita cari restoran dekat sini terus kita ngobrol,, aku kangen banget loh ngobrol bareng kamu,, sahabat cantikku," ucap Nanda sambil menaik-turunkan kedua alisnya melihat Nayla.
Nayla tanpa pikir panjang langsung mengangguk setuju karena Nayla juga sudah sangat lama tidak bertemu dengan Nanda.
"Sini aku gandeng Nay,, biar bukan cuma truk aja yang gandengan tapi kita juga,," ucap Nanda sambil membawa tangan Nayla ke lengannya,, mereka terlihat seperti pasangan yang sedang bahagia.
Nayla hanya menurut saja sambil tersenyum melihat kelakuan Nanda yang masih tidak berubah meskipun saat ini Nanda sudah memakai seragam. Nanda masih saja bersikap konyol.
Tiba-tiba Devan yang sedang bersama Jessica melihat jelas Nanda bersama Nayla. Matanya jelas-jelas melihat istri keduanya itu tersenyum bahagia dan tertawa lepas bersama dengan seorang pria bahkan bergandengan tangan seperti sepasang kekasih yang sedang bahagia,, dan saat ini mereka memasuki sebuah restoran.
"Devan,, kamu kenapa?" tanya Jessica yang saat ini sedang berdiri di samping Devan mencoba menyadarkan Devan karena saat ini ekspresi Devan terlihat berubah,, namun Jessica tidak tau apa penyebabnya.
"Kita duduk di restoran yuk,, aku pengen makan," ucap Devan yang langsung menarik tangan Jessica tanpa menunggu persetujuan Jessica dulu,, Devan segera masuk di restoran yang sama dengan yang Nayla dan Nanda masuki.
Tidak terlalu jauh dari kursi Devan,, Nayla dan Nanda sedang duduk bercerita,, sesekali mereka terlihat tertawa bahagia,, siapapun yang melihat pasti mereka mengira Nanda dan Nayla adalah pasangan yang sangat bahagia.
__ADS_1
"Kamu sekarang gimana Nay? kamu kuliah,, kerja atau gimana?" tanya Nanda yang sebenarnya tidak enak hati bertanya pada Nayla mengenai hal itu mengingat dulu Nayla sangat ingin menjadi perawat. Tapi diantara mereka Nayla lah yang memiliki ekonomi paling rendah,, Nayla kadang tidak memiliki uang jajan sama sekali,, mereka juga kadang mengumpulkan uang untuk membelikan Nayla tas ataupun sepatu.
"Nan,, aku sekarang sudah menjadi seorang perawat,, syukurnya aku berhasil mengejar cita-cita ku,, nama aku sekarang Nayla Putri, S.kep., Ns." ucap Nayla dengan perasaan bangganya sambil tersenyum bahagia.
"Wah iya,, iya,, selamat yah Nay,, aku sangat bahagia kamu bisa mengejar cita-cita mu selama ini," ucap Nanda tak kalah bahagianya melihat Nayla yang sangat bahagia saat ini.
"Jadi sekarang kamu kerja dimana Nay?" tanya Nanda lagi.
"Aku sekarang masih jadi baby sitter Nan,, karena majikan ku itu sangat baik padaku,, dia juga sudah banyak membantu aku mengenai biaya kuliah ku dulu,, jadi aku nggak tega berhenti sekarang dari pekerjaan ku,," ucap Nayla sambil menundukkan kepalanya sedih.
Ketika ingin melihat Nanda lagi tanpa sengaja matanya bertemu dengan tatapan mata Devan pada dirinya yang begitu tajam dan juga sangat dingin. Nayla bahkan langsung menelan salivanya kasar.
Mas Devan? batin Nayla.
Nayla tidak tau sama sekali kapan Devan berada di restoran yang sama dengan dirinya dan juga sejak kapan Devan menatapnya dengan tatapan mata tajam seperti itu,, tapi Devan bisa apa? bukannya Nayla tidak menghargai perasaan Devan tapi mereka hanya suami istri ketika mereka berdua saja,, tak ada yang tau status mereka hanya sebagian orang saja yang tau itupun bisa dihitung dengan jari,, dan Nayla juga harus menjaga perasaannya sendiri tidak boleh ada cinta untuk Devan.
"Tapi Nay, kamu udah nikah atau belum?" tanya Nanda lagi yang memang sangat kepo karena sudah lama tidak bertemu dengan Nayla.
Degh!!!!
Mendengar pertanyaan Nanda,, Nayla lagi-lagi melihat ke arah Devan,,, dan Nayla tidak menyangka bahwa Devan saat ini masih sangat betah menatap dirinya dengan tatapan mata tajam dan juga dingin.
Jessica yang melihat Devan seperti sedang menatap seseorang langsung mengikuti arah pandangan mata Devan.
Devan seketika tersadar dan langsung mengangguk.
"Hmm itu pasti calon suami Nayla,, aku harus kesana," ucap Jessica sambil berdiri dan berjalan ke meja Nayla.
Devan ingin menahan Jessica namun terlambat karena Jessica sudah lebih dulu pergi ke meja Nayla.
"Nayla," ucap Jessica menyapa Nayla sambil tersenyum ramah.
Nayla tersentak tidak menyangka Jessica akan datang ke mejanya.
"Nyonya," ucap Nayla sambil melihat Jessica.
"Nayla kalian serasi banget loh,,," ucap Jessica sambil tersenyum pada Nayla dan Nanda.
Nanda mengernyitkan dahinya bingung begitu melihat Jessica sangat akrab dengan Nayla. Nanda penasaran siapa wanita dihadapannya saat ini yang akrab dengan Nayla.
"Nan,, ini Nyonya Jessica,, dia majikan aku," ucap Nayla memperkenalkan Jessica pada Nanda.
"Oh,, saya Nanda," ucap Nanda sambil mengulurkan tangannya pada Jessica dan Jessica juga mengulurkan tangannya pada Nanda.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Nayla bergetar,,, Nayla segera melihat siapa yang mengirimkan dirinya chat.
"PULANG," isi chat dari Devan.
Nayla seketika langsung melihat ke arah Devan,, Devan terlihat sedang menatap Nayla dengan tajam dan juga ekspresi wajah Devan sangat dingin.
"Nayla ayo dilanjutkan lagi,, aku tidak mau mengganggu," ucap Jessica sambil tersenyum dan berpamitan lalu kembali duduk di dekat Devan.
"Ayo kita pulang saja," ucap Devan yang langsung menarik tangan Jessica,, entah mengapa Devan benar-benar merasa marah dan ingin segera pergi,, marah melihat Nayla bersama Nanda.
Setelah melihat Devan dan Jessica pergi,, Nayla kembali melanjutkan ngobrolnya dengan Nanda yang terus diselingi dengan candaan.
"Nay,, majikan kamu baik yah,, jarang banget loh bisa bertemu dengan majikan baik,, menghargai dan pengertian seperti itu,," ucap Nanda.
"Iya Nan,, dia memang baik," ucap Nayla yang lagi-lagi perasaan bersalah itu menghantui dirinya.
"Nan,, aku pulang dulu yah,, lain waktu kita ketemu lagi yah," ucap Nayla.
Lagi-lagi ponsel Nayla kembali bergetar. Nayla segera melihatnya.
"Nayla,, jangan terus mengujiku!!!" isi chat Devan.
Nayla langsung menaruh ponselnya di dalam tas lalu melihat Nanda lagi.
"Nan,, aku harus urus anak majikan ku dulu,, aku pulang dulu yah," ucap Nayla lagi.
Nanda pun menganggukan kepalanya lalu meminta nomor ponsel Nayla.
Setelah bertukar nomor ponsel,, Nayla dan Nanda pun berpisah di depan restoran.
Nayla segera menahan taksi untuk segera pulang. Begitu sampai Nayla segera berjalan menuju pintu gerbang.
"Selamat sore Pak Asep, Pak Diman," sapa Nayla ramah sambil tersenyum seperti biasanya kepada dua satpam yang sedang berjaga di rumah Devan.
"Selamat pagi Neng Nayla cantik," sapa Pak Asep sambil tersenyum ramah pada Nayla.
"Selamat sore Asep,,," ucap Pak Diman mengingatkan Asep bahwa sekarang sudah sore.
Pak Asep pun langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Nayla langsung tertawa lucu melihat kedua satpam yang selalu ramah itu.
Nayla segera masuk melalui pintu samping,, namun Nayla tersentak kaget begitu tiba-tiba ada tangan yang menariknya sampai ke sudut dinding.
__ADS_1
"Mas,," ucap Nayla yang kaget bukan kepalang dengan kelakuan Devan.