Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Kita akan mulai segalanya di sini,,


__ADS_3

Hembusan angin terasa begitu dingin di sela waktu bekerja, pikiran pun kembali menerawang hingga menembus kegelapan.


Malam dengan hujan rintik-rintik membuat suasana menjadi lebih dingin ditambah lagi sekeliling yang terasa hening.


Bersandar pada kursi dengan kaki yang diletakkan di atas meja, sebelah tangan menopang kepalanya, bertanya-tanya apakah janin itu masih ada.


Jessica pun entah ke mana, sudah dua hari mencoba mencari tahu, tetapi sampai saat ini pun belum menemukan titik terang.


Ingin bertanya pada Puput rasanya terlalu berat yang akan dia dapat nantinya bukan jawaban melainkan cacian.


Sulit dimengerti oleh akal sehat!


"Dokter sudah tengah malam, saya tidak berani pulang malam-malam begini, bisakah saya menumpang dengan anda? kebetulan arah tempat tinggal saya satu arah dengan rumah anda?" ucap Zaskia.


Alex mengangkat kepalanya dan menatap pintu yang terbuka, ada seorang wanita yang berdiri di sana, suara wanita tersebut mampu membuatnya tersadar dari lamunan, tapi itu Jessica? Mungkin wanita itu kembali lagi karena membutuhkan tanggung jawab atas janin tersebut, Alex pun tersenyum penuh kepuasan, memangnya kemana wanita itu bisa pergi selain kembali padanya? tentu saja dengan status menikah siri Jessica harus mendapatkan sebuah pengakuan! pengakuan memiliki suami sekaligus Ayah untuk janinnya.


Kecuali Jessica mau dipandang sebelah mata oleh orang di luar sana.


"Dokter," lagi-lagi suara wanita itu terdengar memanggilnya, kini sudah berjalan masuk.


Tapi tunggu! ada yang berbeda, mengapa di hadapannya bukan Jessica melainkan Zaskia? apakah mata itu sudah ikut rusak hingga salah mengenali, Alex meminum mineral dan mencoba menatap kembali, wajah Jessica kembali terlihat sesaat kemudian berubah menjadi wajah Zaskia.


"Kenapa kau mengganggu ku?" ucap Alex.


"Dokter ini sudah malam jam pulang," Zaskia mencoba untuk menjelaskan pada Alex sambil menunjuk jam yang ada di pergelangan tangannya.


Dengan tangan Alex pun menggebrak meja kemudian pergi begitu saja tanpa peduli pada Zaskia, pikiran yang sedang kacau berantakan memikirkan janin di kandungan Jessica, bingung dengan apa yang sudah terjadi.


"Ya ampun ternyata aku masih butuh perjuangan," Zaskia mendesus sambil meninju udara, bahkan Alex pun pergi tanpa menawarkannya tumpangan.


Reyna tertawa terbahak-bahak, melihat wajah Zaskia, dirinya baru saja melewati ruangan Alex tapi kemudian melihat Zaskia masuk, dirinya sangat tertarik untuk mengintip, siapa sangka ternyata ada tontonan yang menyenangkan.


"Ahahahaha..."


Tawa Reyna terus menggelegar melihat wajah Zaskia yang menatapnya penuh kebencian.

__ADS_1


"Dia masih suami orang," ucap Reyna sambil terkekeh menunjuk pada Alex yang sudah pergi jauh.


Zaskia pun berjalan mendekati Reyna, menurutnya tidak ada yang bisa menertawakan dirinya.


"Kau akan menyesal! kita lihat nanti!" ucap Zaskia.


"Oh takut..." ejek Reyna kemudian pergi secepat mungkin sambil tertawa lebar mengejek Zaskia.


"Lihat saja," Zaskia mengepalkan tangan yang merasa geram, Reyna mempermalukan dirinya saat ini dengan terang-terangan.


Sampai di rumah Alex mendengar suara tangisan Puput dengan rasa penasaran segera menuju ruang keluarga.


Dari kejauhan tampak Puput dan Pian tengah duduk saling bersebelahan.


Puput yang menangis tersedu-sedu sedangkan Pian hanya diam dengan wajah lesu. Apa yang sebenarnya terjadi kini membuatnya bingung dan bertanya-tanya, tanpa disangka Puput menyadari kehadiran Alex, mata tua itu basah karena air mata yang terus mengalir di pipinya, sekalipun sudah menghapus tetapi tak kunjung henti.


"Puas kamu! Jessica sudah kehilangan bayinya, dia baru saja keguguran! itu yang kamu mau kan?" teriak Puput penuh kemarahan.


Sambutan yang cukup mengenaskan saat pulang bekerja. Seharusnya seorang pria yang sudah memiliki istri akan disambut dengan manis oleh istrinya, menawarkan beberapa kebutuhan, menghidangkan beberapa menu makan malam, menyediakan air hangat untuk berendam menyegarkan badan yang lelah.


Alex sendiri yang memilih ini terjadi,, sehingga Jessica benar-benar memilih pergi dan tak ingin lagi kembali pada Alex.


"Ma?" ucap Alex.


"Diam!" ucap Puput.


Entah mengapa anaknya yang dulu baik, kini berubah menjadi kurang ajar! bahkan sudah membiarkan anak dan istrinya pergi.


"Puas sudah menyakitinya! puas kamu! bahagia kehilangan anakmu! yang kurang ajar itu kamu, kamu laki-laki kurang ajar yang tidak bertanggung jawab!" ucap Puput.


Dada Puput terasa begitu perih, menahan sesak yang semakin dalam, tidak menyangka jika janin Jessica hanya bertahan dalam waktu hitungan minggu saja.


"Tidak cukup dulu kamu kehilangan calon anakmu? dan ini sudah untuk kali keduanya," ucap Puput lagi.


Alex tercengang saat mendengar itu, tak menyangka ternyata Puput tahu jika dulu Jessica pernah mengandung anaknya juga.

__ADS_1


"Mama sudah tahu apa yang terjadi, tidak usah kamu tutupi, jangan kamu tuduh pula Jessica yang memberitahu Mama, Reyna yang mengatakan semuanya pada Mama, kamu kurang ajar, Jessica sudah keguguran, puas kamu kan?" ucap Puput lagi.


"Jessica sudah keguguran Ma?" tidak ingin hanya terus penasaran, Alex pun mencoba untuk bertanya kepada Puput.


Biarkan saja malam ini Puput mengeluarkan amarah, asal dirinya bisa mendengar dengan jelas apa yang kini terjadi.


"Iya anakmu sudah mati, dia minta kamu menceraikannya agar dia punya kebebasan untuk pergi kemanapun dia mau," teriak Puput penuh kesakitan.


Impiannya menimang cucu dalam waktu pupus sudah, setelah barusan Rara menghubunginya. Rara adalah kakak sulung dari Jessica, kini dirinya membawa adiknya ikut bersamanya ke luar negeri.


Rara mengatakan bahwa Jessica sudah keguguran, bahkan memperlihatkan keadaan Jessica yang masih lemah di dalam ruang rumah sakit dipenuhi peralatan medis, dengan wajah pucatnya Jessica mencoba tersenyum dan mengangguk saat Puput mempertanyakan janin yang sudah tiada, seperti yang dikatakan oleh Rara.


"Kamu puas dan bahagia bukan? ceraikan Jessica dan biarkan dia bahagia, kau memang suami kurang ajar!" ucap Puput.


Tiada hentinya Puput mencaci maki putranya, bibirnya terasa ringan dalam melontarkan kata-kata kasar, Alex pun menunduk mengingat perlakuan kasar yang selama ini sudah dilakukan pada Jessica, sudah dua kali Jessica mengandung anaknya dan kembali keguguran juga.


"Ya sudah terserah padanya Ma, kalau memang bercerai adalah yang terbaik, aku pun sadar sudah berbuat salah, jika anak itu memang sudah tidak ada, artinya talak ku sudah jatuh," ucap Alex.


Alex segera menuju kamarnya meninggalkan Puput yang terdiam mendengar jawaban yang diberikan oleh Alex, ada rasa kesal, benci dan kesal di dalam relung hati.


"Pa, dia cuma mengatakan itu?" Puput kembali menunduk tak percaya anaknya terlihat baik-baik saja ketika mendengar kabar calon anaknya sudah tiada.


Pian pun mengusap punggung Puput merasakan hal yang sama tidak mengerti mengapa anaknya kini berubah menjadi lelaki kurang ajar, sampai di kamar Alex mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Jessica.


"Jika memang anak itu sudah tidak ada, artinya talak ku sudah jatuh, kita bercerai dan kamu bebas!"


Baru saja Jessica menyalakan ponselnya dan pesan yang dikirimkan oleh Alex pun muncul, Jessica menunjukkan pada Rara tentang isi pesan dari Alex.


"Ini yang terbaik, percayalah setelah ini kamu juga pasti bisa bahagia," Rara mengusap punggung Jessica beberapa kali berusaha untuk menguatkan hati adiknya.


"Aku nggak apa-apa Kak, aku juga akan bahagia tanpa dia, aku nggak pernah cinta jadi ini tidak terlalu menyakitkan," jawab Jessica dengan senyuman.


"Iya," Rara memeluk Jessica menguatkan hati sang adik yang masih menyimpan kerapuhan, sekalipun berusaha untuk terlihat kuat.


"Kamu adik kakak yang hebat, kita akan mulai segalanya di sini" ucap Rara.

__ADS_1


"Iya kak, dia juga kayaknya bahagia tanpa janin ini," ucap Jessica.


__ADS_2