Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Menunggu!


__ADS_3

Bahkan Jessica sudah divonis tidak bisa mengandung lagi walaupun begitu Jessica bersyukur karena sudah memiliki Cahaya sebagai pelengkap hidupnya.


"Jessica Mama mau bicara,"


Kedatangan Inggit membuat Jessica tersadar seketika turun dari ranjang dirinya juga belum berganti pakaian setelah pulang kerja.


"Pernikahanmu dan Aditya tinggal tujuh hari lagi, semua sudah dipersiapkan, undangan pun siap disebar, kamu harus siap!" ujar Inggit dengan tegas tanpa ingin dibantah.


Keduanya masih berdiri di depan pintu kamar Cahaya, bahkan tangan Jessica pun masih memegang gagang pintu tetapi pernyataan Inggit sudah terdengar tanpa ingin dibantah, tidak bisa menolak hanya pasrah pada keadaan, Jessica lelah dalam berdebat hidupnya kini hanya sebuah permainan, Cahaya dan Inggit adalah keluarga yang paling dicintainya.


"Aku ikut aja apa kata Mama," jawab Jessica pasrah.


"Ya memang harus begitu, Mama mau kamu bahagia! pilihan kamu tidak ada yang benar biar kali ini pilihan Mama," ucap Inggit.


Jessica mengangguk menyetujui, percuma berdebat pun tidak akan pernah didengarkan, tidak mengerti juga dengan Aditya yang mengatakan mencintai wanita lain, namun mengapa bisa terjadi rencana pernikahan ini, Jessica mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Aditya.


( Kamu udah tahu tujuh hari lagi kita menikah? ) Jessica pun mengirimkan pesan setelah itu memijit dahinya.


Tidak lama berselang Aditya membalas pesannya, Jessica pun langsung membukanya.


( Iya )


Balas Aditya.

__ADS_1


( Terus katanya kamu udah punya wanita yang kamu sukai? kok mau sama aku? aku tuh nggak suka sama kamu )


Jessica kembali mengirimkan pesan, setelahnya menuju kamar untuk menyegarkan tubuh yang lelah.


Aditya tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Jessica, sedangkan Arini masih terus mengomel di hadapannya dari saat pulang bekerja sampai saat ini.


"Aditya kamu dengar Mama atau tidak?" teriak Arini kesal.


Di saat dirinya sibuk berbicara, Aditya malah sibuk dengan ponselnya, Aditya tersenyum menatap Arini, dirinya berdiri dan mencolek hidup sang mama lalu pergi menuju kamarnya.


"Aditya, Mama belum selesai bicara, ingat usia kamu sudah empat puluh tahun," teriak Arini dengan suara melenting.


Aditya menutup pintu kamarnya, menutup kedua telinganya mendengar suara itu.


"Kamu sok pilih ini dan itu, sampai saat ini pun tidak ada wanita yang mau menikah denganmu, sebetulnya kamu normal atau tidak?" teriak Arini lagi dari balik pintu yang tertutup rapat.


###############


Pagi ini mendung menyelimuti bumi, hujan rintik-rintik turun membasahi dedaunan, tetapi tidak dengan Cahaya yang terlahir dari rahim Jessica, senyum manisnya terus terlihat seiring dengan kebahagiaan yang terasa.


Hari ini dirinya sudah berdiri tegak tanpa menggunakan kursi roda, artinya sesuai janji Jessica yang akan mengabulkan keinginannya.


"Mom hari ini kita jadikan foto keluarganya?" tanya Cahaya dengan antusias.

__ADS_1


"Jadi," Jessica sudah menyisihkan waktu untuk anaknya, Cahaya adalah hal utama dan segalanya.


"Daddy di mana ya Mom?" Cahaya membuka gorden, melihat melalui jendela kaca memastikan apakah mobil Alex sudah berada di halaman.


Wajah Cahaya berubah murung, satu jam lamanya menunggu Alex belum juga sampai.


"Daddy mu itu tidak akan bisa membuatmu bahagia, dari dulu sampai sekarang dia sama saja," ucap Inggit kemudian dia pergi begitu saja.


Cahaya menatap Jessica dengan bertanya, tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Inggit.


"Kita tunggu Daddy, mungkin Daddy sedang ada urusan mendadak," Jessica mencoba untuk menghibur putrinya sambil menunggu Alex yang juga belum datang.


Dalam hati Jessica juga takut jika Alex mengecewakan Cahaya yang sudah menunggunya dari subuh tadi.


"Mom telepon Dad," ucap Cahaya.


Jessica mengangguk dan menghubungi Alex, setelah panggilan terhubung Cahaya yang berbicara.


"Daddy," suara Cahaya bergetar bahkan air matanya menetes menantikan Alex.


"Sayang, tunggu sebentar yah, Daddy baru keluar dari ruang operasi," jawab Alex dengan suara cepat.


"Daddy jadi datang nggak sih?" tanya Cahaya lagi.

__ADS_1


"Iya," Alex melepaskan jas putihnya, kemudian menyambar kunci mobilnya dan segera menuju parkiran, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sepuluh menit lagi Daddy sampai," ucap Alex.


__ADS_2