Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Pergi bersama Alex.


__ADS_3

"Kalau pun kamu menikah dengan Aditya, itu akan menjadi kesalahan terbesar. Tidak ada wanita yang bisa memiliki dua suami," Alex beralih menatap Aditya.


"Kamu masih, mau menikahinya? Dia masih istri ku!" Papar Alex.


"Istri?" Arini rasanya ingin mati berdiri saat ini juga, mendengar pernyataan Alex sungguh sangat mengejutkan.


Di luar sana para tamu undangan sudah kasak kusuk, mempertanyakan kedua calon mempelai wanita maupun pria yang belum juga duduk di kursi tempat pernikahan akan di mulai.


Sedangkan waktu terus berlalu, membuat tamu, pun mulai merasa jenuh menunggu. Sehingga Arini memutuskan untuk menyusul Inggit yang sebelumnya berpamitan untuk menjemput Jessica sesaat.


Namun, sampai detik ini tidak juga tiba, memutuskan menuju kamar calon menantunya, Arini seketika kehilangan senyum bahagia saat mendengar satu kata.


Istri?


Entah memang itu benar adanya ataukah hanya telinganya yang sudah salah mendengar, mengingat usia sudah tidak lagi muda.


"Bukan Jeng." Inggit kini mendadak panik, memucat, saat melihat kedatangan calon besannya secara tiba-tiba mendatangi kamar putri bungsunya.


"Tante Arini, sebelumnya saya mohon maaf. Bukan maksud saya ingin menjadi perusak acara pernikahan putra anda, Dokter Aditya. Namun, saya dan Jessica belum bercerai. Tetapi, sekarang semua kembali kepada Jessica," Alex menatap wajah Jessica yang terus mengusap air mata.


"Aku masih mencintaimu, tetapi semua pilihan ada pada mu," imbuh Alex.


Alex berbalik dan melangkah pergi, membawa Cahaya yang terus memeluk lehernya.


"Alex!" Seru Inggit.


Langkah kaki Alex kembali terhenti. Berbalik menatap Inggit dengan berharap ada secercah harapan untuk kembali pada Jessica, Alex menunggu, menatap dengan perasaan harap-harap cemas, sekalipun sudah berjauhan tetapi hati tidak pernah bisa berubah.


Jessica masih menjadi ratu di hatinya.


"Kau Ayah yang tidak bertanggungjawab, anak ku yang berjuang untuk Cahaya, dan kamu tidak bisa membawanya," Inggit berusaha menarik Cahaya, Alex menjauhkan, hingga tangan Inggit terlepas begitu saja.


"Apapun alasannya, aku tetap Ayahnya dan memiliki hak atas anak ku," Tegas Alex.


"Cahaya," Jessica mengangkat kedua tangannya, meminta Cahaya kembali padanya.

__ADS_1


Sayangnya Cahaya memilih menggeleng dirinya memeluk Alex dengan erat tanpa ingin melepaskan.


"Aya, udah nggak sayang sama Mom?" Tanya Jessica dengan suara bergetar.


"Sayang" jawab Cahaya dengan suara kecilnya.


Sini," pinta Jessica lagi.


"Nggak mau. Aya, nggak mau punya Daddy banyak-banyak," keluh Cahaya dengan bersedih.


"Sudahlah, jangan banyak drama. Kamu dan Jessica sudah bercerai. Hari ini anak ku akan menikah, kembalikan cucu ku karena kau tidak berhak sama sekali," Seru Inggit.


Inggit berusaha menarik paksa Cahaya dari pelukan Alex, sekalipun Cahaya masih memeluk leher Alex dengan begitu kuat, begitu pula Alex yang tidak akan pernah melepaskan putrinya.


Jika memang tidak bisa memiliki cintanya Jessica, maka biarkan Alex hidup berdua dengan putrinya dari hasil cintanya pada Jessica.


"Kembalikan cucu ku,"


Jessica tidak sanggup menyaksikan putrinya menangis ketakutan, menjadi bahan rebutan antara Inggit dan Alex.


Begitu pun dengan Nayla yang berusaha untuk menjauhkan Inggit dari Cahaya, sedangkan Rima berusaha untuk menjauhkan Alex yang masih memeluk Cahaya.


"Aya sama Daddy aja Oma jahat," kata Cahaya sambil menangis ketakutan.


Tangisan Jessica benar-benar pecah, air matanya sudah tak lagi dapat terbendung, mengalir begitu saja tanpa batas.


"Jessica kamu"


"Cukup Ma... Cukup!" Seru Jessica.


Apalah artinya hidup ini jika putrinya tersakiti, Cahaya masih terlalu kecil tak selayaknya melihat pertengkaran seperti ini.


Apakah Inggit tahu itu?


Ataukah lupa karena sudah terbakar api amarah, ayolah Jessica juga manusia.

__ADS_1


Coba tatap dengan penuh perasaan agar mereka tahu hatinya juga begitu rapuh.


Tangisan Jessica berlanjut hingga Nayla memeluknya, begitupun dengan Jessica yang merasa tidak sendiri saat merasakan pelukan mantan madunya tersebut.


Alex tidak lagi berbicara dirinya memilih berbalik dan pergi membawa Cahaya.


"Mommy," Teriak Cahaya dari kejauhan.


Jessica tersadar, setelahnya melepaskan pelukan Nayla.


"Alex" Seru Jessica.


Degh!!!


Jantung Alex benar-benar berdetak kencang, seiringan kaki yang tidak dapat lagi melangkah, bahkan untuk berbalik menatap Jessica saja tidak memilik keberanian.


"Ma, maaf! aku tahu Mama sayang sama anak-anak Mama, semua yang Mama lakukan hanya karena ingin yang terbaik dan untuk kebahagiaan aku. Tapi, maaf Ma Untuk kali ini kebahagiaan aku cuman Cahaya, aku nggak mau jadi piala bergilir Ma, aku masih istri Alex. Maaf Ma," papar Jessica.


Inggit menggelengkan kepalanya, tidak terima atas apa yang baru saja dikatakan oleh putrinya.


"Jessica, sadar! Dia itu kurang ajar!" Ujar Inggit dengan jari telunjuk mengarah pada Alex yang berjarak beberapa meter, bahkan masih dengan memunggungi.


Jessica mengusap air matanya, mencium tangan Inggit.


"Maaf, Ma," perlahan Jessica melepaskan tangan Inggit dan berjalan mendekati Alex.


"Kalau kamu membawa Cahaya, kamu juga harus bawa aku," pinta Jessica.


"Jessica, jangan!" Seru Inggit.


Alex mengangguk dan memegang tangan Jessica, membawa pergi anak dan istrinya.


"Jessica"


Jessica berbalik menatap Inggit sambil terus berjalan maju, tidak tega melihat Inggit, Namun pada kenyataannya akan lebih fatal bila memilih menikah dengan Aditya jika dirinya masih berstatus istri Alex.

__ADS_1


"Kamu bukan anak ku lagi, jangan pernah kembali ke rumah ini lagi!" Seru Inggit dengan penuh kemarahan.


Jessica berbalik dan menuruni anak tangga bersama Alex, hingga akhirnya pergi bersama Alex.


__ADS_2