Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Ayahnya Felix kecelakaan!!!


__ADS_3

Setelah semalam menikah dengan Alex,, pagi ini Jessica kembali menemui Nayla, untuk meyakinkan Nayla bahwa kini dia sudah bahagia dengan pernikahannya. Saat Nayla membuka pintu Jessica langsung memeluk Nayla dengan eratnya, hingga Nayla terhuyung karena hampir saja kehilangan keseimbangannya.


"Nayla, maaf yah," ucap Jessica yang merasa tidak enak hati lalu dia segera menjauh sambil tersenyum.


"Ada apa? kamu sepertinya bahagia sekali," tanya Nayla yang dapat melihat raut wajah Jessica yang penuh dengan kebahagiaan.


Keduanya sudah berteman tidak ada lagi kecanggungan untuk bercerita bersama. Sejak saat Jessica meminta maaf dan meminta berteman,, Nayla pun menerima keinginan baik Jessica, hingga kini keduanya semakin akrab, sekalipun pernah menikah dengan pria yang sama, tidak ada dendam di hati keduanya sama sekali.


"Aku sudah menikah dan aku sangat bahagia," ucap Jessica dengan penuh semangat.


Nayla terdiam lalu mencerna kata-kata Jessica, apa mungkin Jessica menikah kembali? apa mungkin dengan Devan? hatinya terasa sakit, jika memang demikian maka dia harus menerimanya. Tapi dia tidak mengerti ada sedikit rasa yang membuatnya tidak karuan.


"Aku sudah menikah dengan Alex," ucap Jessica sambil tersenyum.


Nayla langsung tercengang mendengar nama Alex disebutkan.


"Maksudnya?" tanya Nayla tidak mengerti.


"Aku sebenarnya sama Alex itu saling cinta sejak dulu, dan sejujurnya Alex dan aku pernah juga melakukan dosa. Sekarang kami memutuskan menikah menyambut kebahagiaan bersama, dulu aku itu pernah mengandung anak Alex, sebelum menikah dengan Devan," ucap Jessica.


Jessica menjelaskan semuanya sekalipun ini sangat menyakitkan tetapi dirinya harus berusaha meyakinkan Nayla bahwa dirinya bahagia bersama dengan Alex.


"Aku mau menagih janjimu Nayla," ucap Jessica,, janji yang diucapkan Nayla waktu itu,, kini harus ditagihnya sekarang,, sekaligus salah satu alasan dirinya menikah dengan Alex, berharap kebahagiaan Devan segera datang, Jessica sudah tidak kuat melihat penderitaan mantan suaminya tersebut.


Semakin hari Devan semakin kusut saja, hancur bahkan hidupnya sudah tidak terarah saat ini. Jika berada di rumah sakit Devan tetap bekerja secara profesional maka setelah itu dia akan minum-minum di klub malam. Tubuhnya kurus tidak terawat,, dirinya hanya menyebut nama Nayla saja tanpa ada sekalipun salah ucap nama Jessica.


"Kamu nggak akan ingkar janji sama aku kan?" tanya Jessica sambil menatap Nayla yang hanya diam,, Jessica bingung apa yang saat ini Nayla sedang pikirkan.

__ADS_1


"Tapi aku...." ucap Nayla yang bingung harus mengatakan apa, tidak mungkin juga saat ini dia menemui Devan lalu mengatakan bahwa dia sudah menerima Devan kembali.


"Pokoknya kamu harus bahagia sama Devan. Aku juga sudah bahagia,, mana anak aku Felix?" ucap Jessica.


Belum juga Nayla menjawab Jessica sudah masuk ke dalam kamar, mencium pipi tembem bocah yang kini sudah berusia satu tahun itu. Puas mencium Felix,, Jessica keluar lalu pamit pulang pada Nayla, dirinya tersenyum penuh kebahagiaan yang begitu besar. Tapi siapa sangka saat berada di dalam mobil Jessica menangis tersedu-sedu, meluapkan rasa sedihnya kini Devan tidak akan pernah lagi menjadi miliknya. Tangisan penuh kebencian untuk dirinya sendiri yang sudah melakukan kesalahan hingga harus rela melepaskan cinta pertamanya. Devan adalah cinta pertama Jessica akan tetapi bukan menjadi cinta terakhir. Kesalahan ini membuatnya banyak belajar tentang kehidupan penuh dengan sandiwara.


############


Sementara Nayla masih berdiri di tempat dan bertanya-tanya dalam penuh kebingungan. Benarkah Jessica sudah bahagia?


Saat pikirannya tengah kacau tiba-tiba ponsel Nayla berdering, nampak nama Devan tertera di layar ponselnya. Dengan rasa ragu Nayla menerima panggilan tersebut.


"Mas, sudah transfer lagi," ucap Devan dari seberang sana, padahal belum juga Nayla berbicara satu patah katapun.


"Nayla, Mas rindu," ucap Devan dengan suara yang begitu lemah,, tanpa Nayla tahu air mata Devan menetes hingga beberapa kali.


Devan begitu lemah saat mengetahui bahwa Nayla telah menerima cinta Denis, sejak saat itu dirinya semakin tidak terkendali. Padahal Nayla sudah memutuskan hubungan dengan Denis karena orang tuanya tidak merestui hubungan mereka.


Nayla langsung memutuskan panggilan telepon tanpa berbicara satu patah katapun, bersama dengan itu Reyna pulang hingga Nayla terkejut saat merasakan tepukan di punggungnya.


"Kamu kenapa? sudah dari tadi aku mengucapkan salam,, kamu ternyata di sini tapi nggak nyahut! mikirin apa?" tanya Reyna sambil duduk di samping Nayla, bertanya tentang keanehan wajah sahabatnya tersebut, tetapi tidak menunggu lama Reyna sudah terlebih dahulu berbicara, bibirnya sudah tidak sanggup untuk berucap.


"Nayla aku punya kabar untuk kamu,, Jessica dan Kak Alex sudah menikah," ucap Reyna yang akhirnya merasa lega setelah mengatakan itu pada Nayla, dari semalam dia ingin segera cepat pulang ke rumah kontrakan Nayla, mengatakan berita yang membuatnya tidak tidur semalam.


Nayla langsung menatap Reyna dengan penuh tanya, kemarin saat berpamitan pulang karena mendapatkan telepon dari orang tuanya, ada acara keluarga begitulah kata Mama Reyna. Tidak menyangka ternyata acara tersebut adalah pernikahan Alex dan juga Jessica.


"Kamu keget kan? sama aku juga kaget, pernikahan itu sangat mendadak!!!" ucap Reyna.

__ADS_1


"Jadi ternyata itu serius Reyna?" tanya Nayla yang masih tidak menyangka ternyata apa yang diucapkan Jessica itu tidak bohong,, Nayla benar-benar tidak habis pikir kok bisa mendadak seperti itu mereka menikah,, tanpa ada ciri-ciri sebelumnya mereka mau menikah.


"Iya!!! memang kamu sudah tahu Nay?" ucap Reyna yang kini bertanya balik pada Nayla.


"Barusan Jessica sendiri yang datang ke sini dan membicarakan tentang dia yang sudah menikah dengan Dokter Alex, aku tadinya nggak yakin kalau mereka sebenarnya sudah menikah, tapi?" ucap Nayla sambil mengusap wajahnya, apa yang telah terjadi membuatnya benar-benar bingung karena terlalu mendadak.


Mendengar nama Jessica disebutkan jiwa kepo Reyna meronta-ronta seketika, jika tidak mendengarkan penjelasan lebih banyak lagi mungkin akan membuatnya mati berdiri seketika.


"Terus?" tanya Reyna sambil duduk mendekat kepada Nayla,, dia ingin mendengar lebih jelas lagi.


"Ya," ucap Nayla sambil mengangkat bahunya, dirinya juga bingung harus bercerita dari mana.


"Terus ngapain Jessica datang ke sini?" tanya Reyna lagi.


"Bilang kalau dia..." ucap Nayla yang tidak selesai berbicara karena tiba-tiba ponsel Nayla berdering dan di layar ponselnya tertulis nama Ana.


Nayla langsung mengangkat panggilan tersebut mungkin karena Ana ingin bertemu dengan Felix saat ini,, begitulah yang Nayla pikirkan.


"Halo Ma," ucap Nayla.


"Nayla,, Devan kecelakaan!!! dia sekarang dilarikan ke rumah sakit, bibirnya hanya memanggil nama kamu,, Mama mohon kamu datang temui dia untuk kali ini saja," ucap Ana dengan suara bergetar di seberang sana.


Rasa ketakutan membuatnya tidak karuan,, dia sangat takut kehilangan putranya, berharap Nayla mau mengabulkan satu permintaannya untuk kali ini saja.


"Nayla, kamu dengar Mama? mama mohon!!! sekali ini saja tolong!!!" ucap Ana yang semakin panik di balik telepon yang masih terhubung itu.


Nayla terdiam mematung di tempatnya, mendengar Devan kecelakaan membuatnya bingung serba salah.

__ADS_1


"Nayla kenapa?" tanya Reyna bingung.


"Ayahnya Felix kecelakaan!!!" ucap Nayla.


__ADS_2