Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang

Terpaksa Menikah Dengan Suami Orang
Permintaan Nayla!


__ADS_3

Setelah Reyna pulang, Nayla kembali menemui Devan dirinya menceritakan apa yang barusan terjadi antara Reyna dan Zaskia.


"Mas, keluarkan Zaskia dari rumah sakit ini, aku nggak mau ada keributan lagian dia jahat banget," ucap Nayla.


Devan hanya diam sambil melihat mulut istrinya yang komat-kamit karena menggerutu kesal, dari tadi mulut istrinya itu tidak ada henti-hentinya dalam berbicara mengenai pertengkaran antara Reyna dan Zaskia.


"Mas, kamu dengar aku nggak?" tanya Nayla.


Nayla berpindah berdiri di dekat Devan yang duduk di kursinya, Devan memutar kursinya agar melihat wajah Nayla.


"Kamu tahu Mas?" ucap Nayla.


"Nggak," Devan mengangkat bahunya dengan santai, hingga membuat Nayla berapi-api, apakah dari tadi mulutnya mengoceh tidak didengarkan sama sekali oleh Devan.


Sudah panjang kali lebar, pendek tambah tinggi, besar dan kecil tapi Devan masih saja diam santai.


"Tuan arrogant istrimu sedang bicara apa kamu mendengarkan dari tadi mulut istrimu ini yang sudah berbusa?" dada Nayla naik turun, matanya menatap tajam berharap kali ini Devan mendengar.


"Oh kamu istriku?" tanya Devan.


Ya ampun Devan? apa yang terjadi sampai begini.


"Apa Mas sedang ambeien?" tanya Nayla.

__ADS_1


"Amnesia istriku?"


Nayla pun memijat dahinya, menarik nafas sebanyak-banyaknya dan meneguk minuman milik Devan yang berada di atas meja. Mungkin dengan demikian bisa membuat stok kesabarannya bertambah.


"Ini anak siapa?" Nayla menunjuk perutnya yang masih rata.


"Nggak tahu," seloroh Devan.


Kali ini telinga Nayla mengeluarkan asap, Devan benar-benar membuatnya kesal sampai setinggi gunung Himalaya.


"Aku nggak mau tahu pokoknya Zaskia harus dipecat dari rumah sakit ini, kalau nggak..." Nayla menatap Devan dan diam sejenak.


Devan pun menggerakkan kedua alis matanya menanti kata ancaman apa yang akan dikatakan oleh istri cantik dan menggemaskannya tersebut, dari tadi bibir seksi Nayla membuatnya begitu tertarik, rasanya manis sekali jika dicium dengan penuh gairah.


"Mas nggak boleh minta jatah," ucap Nayla.


Bibir Nayla mengerucut, dirinya membuang muka tak ingin melihat Devan, berulang kali Devan menarik wajahnya agar saling berhadapan tapi ditolak.


"Aduh gemes istri Mas, jadi pengen nih," seloroh Devan.


"Nggak mau," sebelum Devan mengabulkan keinginannya maka Nayla akan terus marah dan tak akan mau menurut.


Devan memeluk Nayla, istrinya itu seperti anak-anak yang menginginkan permen tapi tak diberikan.

__ADS_1


Oh kasihan.


"Mas," rengek Nayla.


"Apa sayang?" tanya Devan.


"Ya Mas!" rengek Nayla lagi dengan manja.


"Nggak di sini malu!" celetuk Devan.


Nayla membulatkan matanya, kesal pada Devan yang mungkin sudah dengan otak travelingnya.


"Mas," Nayla berteriak kesal pada Devan yang malah mengolok-olok dirinya.


"Sabar sayang di rumah yah atau di hotel kan lebih dekat, palingan nggak di sini lah," goda Devan lagi.


"Mas," Nayla pun menjambak rambut Devan, kesal sekali pada suaminya tersebut yang kini memiliki hobby baru yaitu mengerjai istrinya.


"Sayang jangan dijambak, Mas lagi nggak menji..." mulut Devan langsung dibekap oleh Nayla sebelum ada kata-kata aneh lagi yang lagi-lagi keluar.


"Udah aku mau pulang aja," ucap Nayla.


"Jangan dong," Devan pun menahan pinggang Nayla agar tak turun dari pangkuannya.

__ADS_1


"Ma bisa sih minta Zaskia dikeluarkan dari sini tapi ada syaratnya loh," ucap Devan.


Nayla memilih tetap berada di pangkuan Devan apapun syaratnya tak masalah asalkan bisa membuat Zaskia dipecat karena wanita itu jahat.


__ADS_2