Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 10


__ADS_3

"Raya minta maaf ya Tante sudah membenci Tante." ucap Raya. Tasya mengangguk.


"Iyah sayang!" ucap Tasya memeluk kembali raya. Stevan melihat itu dia jadi cemburu melihat Raya memeluk bubu nya.


Dia memanggil Tasya dengan panggilan bubu karena ajaran Tasya memanggil ibu namun malah jadi bubu.


Stevan minta di peluk Juga, Darel melihat itu tersenyum.


"Tante sayang sama kalian berdua!" ucap Tasya.


Raya pun sudah mau dekat dengan Laura, bahkan dia tidak mau jauh-jauh dari Tasya.


Darel melihat anak-anak nya sudah dengan Tasya dia pun kembali ke kamar nya.


"Huff akhirnya perasaan ku lega." batin Darel duduk di kasur.


Dia melihat seprai nya sudah terlihat kotor karena belum di ganti sama sekali.


Darel ingin memakai seprai terakhir kali yang di tiduri oleh istri nya sampai dia bisa menerimanya kenyataan.


"Sayang! Kamu selalu merindukan kamu, kamu yang tenang yah di sana. Aku janji Akan menjaga Anak-anak kita." ucap Darel.


Dia mencium foto Amel dan meletakkan nya kembali ke atas meja sambil tersenyum.


"Aku pikir aku harus memulai hidup ku, aku harus semangat Demi anak-anak ku." ucap Darel dia pun membersihkan kasur nya yang masih tercium aroma istri nya.


"Kak!" ucap Tasya masuk ke kamar Darel karena tidak menutup pintu.


"Iyah! Ada apa?" tanya Darel.


"Makan malam nya sudah siap." ucap Tasya.


"Baiklah!" ucap Darel. Tasya mengangguk.


Dia melihat Darel yang membersihkan kasur nya Sendiri.


"Biar aku bantu." ucap Tasya karena Darel sama sekali tidak ahli.


"Maaf saya merepotkan kamu, biasa nya Amel yang mengganti nya." ucap Darel. Tasya sejenak terdiam namun melanjutkan nya lagi.


Darel Membuka sarung bantal agar di ganti juga.


"Sprei nya di Mana kak?" tanya Tasya. Darel Membuka lemari dan mengambil sprei warna pink.


"Yakin pakai yang ini kak?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


Tasya hanya diam sambil memerhatikan sprei itu, itu adalah warna kesukaan kakak nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.

__ADS_1


Darel karena tidak nyaman hanya berdua saja di kamar akhirnya dia Pamit duluan keluar sementara Tasya sedang menyapu.


"Saya duluan ke bawah yah." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


Tasya melihat Darel langsung keluar. Dia melanjutkan menyapu.


Dua Bulan kemudian...


Tasya sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan nya yang sekarang. Dia hanya fokus pada Raya dan Stevan Saja sementara Darel tetap seperti biasa.


Karena kebetulan hari Minggu Darel libur dia pun menghabiskan waktu nya untuk anak-anak. Sementara di pagi hari Tasya Masih Sibuk dengan urusan di dapur.


Pengasuh dan juga Bibi sedang pamit pulang ke kampung mereka selama dua Minggu tinggal lah Laura yang harus mengurus semua nya sendiri.


Setelah masakan selesai Laura menghidangkan ke atas meja, dia memasak yang simpel saja yang bisa di masak oleh nya karena ini hari pertama dia masak sendiri biasa nya hanya belajar saja.


Dia memasak sayur wortel, sambel, tumis dan juga ayam goreng. Sementara untuk Stevan dan Raya sudah ada Bubur Ayam kesukaan mereka berdua.


"Huff akhirnya selesai juga." ucap Laura duduk di kursi.


Dia merasakan sangat capek karena dari bangun tidur dia harus membersihkan rumah sampai mencuci kain dan membersihkan dapur.


Sudah jam sembilan pasti mereka sangat lapar." ucap Laura dia langsung ke atas ke kamar anak-anak.


Namun mereka tidak ada di sana.


"Masuk!" ucap Darel, Tasya pun langsung masuk.


Tadi nya Raya dan Stevan bermain dengan Darel melihat Tasya mereka langsung minta turun dari kasur dan berlari ke Tasya.


"Bubu! Bubu!" ucap Stevan.


"Jangan gendong sama Tante dulu yah, Tante bau keringat." ucap Laura.


"Ya udah kamu mandi aja, biar saya yang jagain mereka." ucap Darel.


"Tapi seperti nya mereka sudah lapar, menunggu aku mandi mereka Akan tambah lapar." ucap Tasya.


"Biar saya saja," ucap Darel mengendong mereka dan membawa ke bawah.


Tasya Tidak membuang-buang waktu dia langsung mandi dan bertukar pakaian.


Tidak beberapa lama dia kembali ke bawah dia sangat terkejut melihat Raya dan Stevan sangat kotor, Bubur berserakan di lantai.


Sementara Darel fokus dengan makanan nya.


Raya melihat Tasya tersenyum sambil mengangkat sendok nya.

__ADS_1


"Enak!" ucap Raya. Darel menoleh ke belakang.


"Maaf yah sedikit berantakan, mereka tidak mau di suapin dan mau Makan sendiri." ucap Darek.


Tasya hanya bisa diam. Dia sudah membersihkan lantai pagi tadi namun sekarang sangat kotor lagi.


"Kamu kenapa Diam saja?" tanya Darel.


"Ayo Makan sama-sama!" ucap Darel.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah kenyang kok kak." ucap Tasya.


"Maaf yah kak aku cuma bisa masak yang ini saja, aku belum terlalu paham, bahkan Ayam nya saja hampir gosong." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Dulu Amel juga seperti kamu hanya bisa memasak yang mudah saja, namun lama kelamaan pasti pandai kok dan masakan nya Paling enak tidak ada yang menandingi nya." ucap Darel.


Tasya tersenyum tipis. Setelah selesai makan Tasya membawa Stevan dan Raya mandi. Badan nya sudah sangat capek di tambah lagi kenakalan Stevan dan Raya kadang bertengkar menangis itu membuat kepala Tasya pusing.


Setelah selesai mandi Raya di kasih minum susu langsung tidur. sementara Stevan tetap saja lari kesana ke sini menyerakkan mainan yang sudah di kumpul kan oleh Tasya tadi pagi.


"Stevan! Stevan bobo sama kakak yah. Ini sudah tengah hari loh, Bobo yok." ajak Tasya Stevan tidak menghiraukan nya.


"Ya udah kalau Stevan gak mau bobo. Bubu pergi aja pulang ke Bogor." ucap Tasya.


Stevan langsung menahan Tasya memasang wajah sedih.


"Bercanda sayang! Maka nya kalau di suruh Bobo di dengerin." ucap Tasya.


Tasya membuat Susu mengendong Stevan dan akhirnya dia tidur.


Sebenarnya pinggang Tasya Sudah sangat sakit badan nya pegal-pegal. Namun mengingat dapur dan meja Makan Masih berantakan dia pun harus bangun menahan kantuk nya.


Dia turun ke bawah dia melihat Darel bersih-bersih.


"Kak! Kak jangan melakukan itu, lebih baik kakak istirahat saja biar aku saja." ucap Tasya.


"Sudah tidak apa-apa, biar saya saja kamu Temanin Stevan sama Raya saja!" ucap Darel..


"Ini kerjaan ku kak, aku tidak enak. Lagian mereka sudah tidur kok." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2