Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 193


__ADS_3

"Kalian baru pulang? Kenapa sangat malam? bagaimana kalau Stevan sakit kak?" ucap Tasya mau menyalim tangan Darel namun Darel berlalu begitu saja.


Tasya keheranan.


"Mamah.." Stevan merengek. "Anak Mamah dari mana aja? Bagaimana ikut dengan papah, seru?" tanya Tasya, Stevan mengangguk sambil tersenyum.


"Ya udah Kalau begitu ganti baju dulu yok, baru bobok, Mbak Raya nya sudah tidur dari tadi." ucap Tasya.


Stevan dan Tasya ke kamar. Setelah selesai menukar pakaian Tasya menemani Stevan tidur terlebih dahulu.


Setelah Stevan tidur Tasya langsung ke kamar.


"Kak bagaimana keadaan Ibu?" tanya Tasya masuk ke kamar dan ternyata Darel sudah tidur.


Tasya mendekati Darel.


"Huff apa yang salah pada nya? Kenapa dari tadi dia tidak merespon ku, dan sekarang tidur begitu cepat." ucap Tasya.


"Kak! Kak bangun dong, kenapa kakak mengabaikan ku seperti ini? Aku salah apa?" tanya Tasya.


Darel tidak menjawab. Tasya melihat Darel tidur tidak merespon nya hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ya udah deh kakak istirahat saja, aku mau bersih-bersih dulu." ucap Tasya menyelimuti Darel dan setelah itu ke kamar mandi.


"Riski.." panggil Buk Adel membangun kan Riski yang tidur di kursi. "Iyah Buk, ada apa? Kenapa ibu bangun?" tanya Riski.


"Ibu kangen sama mbak Amel. Ibu ingin berziarah ke makam nya, tolong bawa ibu ke sana." ucap Buk Adel.


"Tidak bisa buk untuk saat ini, ibu harus sembuh dulu." ucap Riski. "Ibu tidak Akan sembuh lagi, jangan menghabiskan uang hanya untuk mengobati ibu." ucap Buk Adel.


"Sssttt!! Jangan berbicara seperti itu buk, aku dengan mbak Adel dan juga kak Darel akan selalu berusaha dan berdoa demi kesembuhan ibu." ucap Riski.


"Ibu hanya ingin bisa berkumpul lagi seperti dulu tampa ada orang lain sekali saja, ibu merindukan itu, setelah itu ibu akan pasrah." ucap Buk Adel. Riski memeluk Ibunya.


"Sebenarnya kita selalu berkumpul buk, hanya saja ibu yang tidak menyadari nya. Ibu harus segera sembuh dan kita Akan selalu berkumpul." ucap Riski.

__ADS_1


Buk Adel menangis.


"Ayah, mbak Tasya dan juga kak Darel sangat mencintai ibu, Ibu harus sembuh agar mereka bahagia, dan aku juga akan sangat bahagia." ucap Riski.


"Ayah kamu tidak mencintai Ibu lagi, dia kembali dengan wanita itu." ucap buk Adel sambil menangis. "Ibu jangan berbicara seperti itu, Ayah sangat mencintai ibu." ucap Riski.


"Ibu melihat nya dengan wanita itu, dia selingkuh lagi, dia menghianati Ibu untuk kedua kalinya, ibu tidak ingin melihat nya lagi Jangan pernah sebut namanya." ucap buk Adel mulai menangis histeris.


"Buk ibu Sadar buk, ibu.." Riski panik melihat Ibu nya. Dia segera memanggil dokter. Tidak beberapa Buk Adel tenang karena di suntik oleh dokter.


"Bagaimana Dok? Apa Ibu saya masih akan sering menangis histeris seperti itu?" tanya Riski.


"Seperti nya buk Adel trauma dengan masa lalu nya atau masalah yang di alami nya sekarang, lebih baik keluarga tidak membahas masalah apapun, dukung buk Adel untuk sembuh saja. Karena semakin dia mengingat masa lalu nya dia akan seperti tadi." ucap dokter.


Riski terdiam dia sama sekali tidak tau Masalah apa.


"Ya sudah kalau begitu saya mohon diri, buk Adel akan tidur sepanjang malam jangan khawatir." ucap pak dokter.


Setelah itu Riski mengantarkan nya keluar dia kembali melihat Ibu nya.


Dia duduk di sofa sambil memikirkan itu.


"Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus mencari tahu. Tidak mungkin ibu seperti ini tampa ada alasan, ini semua terlihat sangat janggal." ucap Riski.


Dia menelpon Ayah nya namun tidak di jawab. Dia mau mencari tahu Ayah nya di mana, namun tidak mungkin dia meninggal kan ibu nya sendirian di rumah sakit dia memutuskan untuk mencari tahu nya besok, sementara Sekarang dia harus menjaga Ibu nya dulu.


Keesokan harinya Tasya bangun. Dia kaget karena melihat Jam sudah menunjuk arah angka delapan.


"Ya Allah aku telat." ucap Tasya dia melihat di sebelah nya tidak ada lagi suami nya.


"Kak kenapa kakak tidak membangun kan ku? Kakak tau aku harus ke kampus jam delapan kurang, aku sudah sangat telat." ucap Tasya menggerutu pada Darel yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Tasya masuk kedalam kamar mandi karena perut nya tiba-tiba mual, Darel mau membantu Tasya karena khawatir namun dia tidak jadi menyusul Tasya karena masih merasa kesal di bohongi oleh istri nya.


"Kak sarapan dulu baru berangkat." ucap Tasya pada Darel yang berlalu begitu Saja. Darel hanya diam saja. Tasya langsung mengejarnya.

__ADS_1


"Kakak sebenarnya kenapa sih? Dari tadi malam kakak mengabaikan aku? Aku salah apa?" tanya Tasya menahan tangan Darel. Darel menepis nya dan tetap memasang wajah dingin nya.


Darel Menatap wajah Tasya.


"Kalau kamu belum Sadar salah kamu apa, jangan mencoba mengganggu kakak." ucap Darel langsung masuk ke dalam mobil. Tasya semakin kebingungan dia langsung masuk ke dalam mobil Darel.


"Aku tidak mengerti apa yang kakak maksud." ucap Tasya.


"Turun lah, kakak mau berangkat kerja." ucap Darel.


"Aku tidak mau keluar sebelum kakak bilang, ada apa?" tanya Tasya. Darel segera membuka handphone nya dia menunjukkan foto yang dia dapat pada Tasya.


"Apa ini? kamu kenapa bisa bersama dia? Kamu bilang kalau kamu sedang bersama Tiwi, kamu membohongi ku!" ucap Darel meninggikan suara nya.


"Kakak mengikuti ku?" tanya Tasya.


"Kenapa? Kamu terlihat sangat takut, apa jangan-jangan kamu mempunyai hubungan dengan nya!" ucap Darel.


"Itu tidak seperti yang kakak fikir kan, di sana ada Tiwi juga kok, kami tidak sengaja bertemu dan makan bersama di restoran itu." ucap Tasya.


"Bohong! Di Sana tidak ada Tiwi. kakak segera menghubungi Tiwi tapi dia bilang dia tidak ada di sana." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.


"Kakak dapat foto itu dari mana? Aku dengan pak Candra hanya makan, tidak lebih dari itu." ucap Tasya.


"Aku tidak percaya sama kamu, kamu telah membohongi ku ." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2