Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 143


__ADS_3

"Aku juga gak tau mbak, tapi seperti nya mereka sudah setuju dengan pernikahan Mbak Tasya dan Kak Darel karena tadi mertua nya mbak Tasya menyambut dengan baik."


"Tapi mbak kok berfirasat beda yah, apa lagi Clara di sini."


"Entah lah mbak, aku juga tidak tau, aku hanya merasa iba saja pada mbak Tasya. seandainya dia tidak hamil masih muda mengambil tindakan." ucap Riski.


"Iyah benar banget. Kalau aku jadi Tasya aku tidak akan mau tinggal dengan keluarga suami yang seperti itu," ucap Bela.


Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal untuk berangkat ke kampus namun sebelum siap-siap dia membangun kan suami nya.


"Kak! Kak!" panggil Tasya menepuk-nepuk punggung Darel.


"Humm.." Darel membuka mata nya menoleh ke arah Tasya.


"Bangun kak, apa Kakak tidak ke kantor?" tanya Tasya.


Darel pun bangun dia dengan Manja memeluk Tasya.


"Hufff kakak sangat males untuk bangun." ucap Darel dengan suara serak.


Tasya tersenyum dia mengelus wajah Darel..


"Kakak lupa yah hari ini Kakak harus nemenin aku periksa?" ucap Tasya.


Darel tersenyum dia mengecup leher Tasya.


"Ya udah kakak siap-siap dulu, kamu juga gak siap-siap?" tanya Darel pada istri nya.


"Aku mau masak sarapan dulu sebelum berangkat aku takut mabuk kalau perut kosong." ucap Tasya.


"Humm aku boleh minta masakin Mie goreng gak?" tanya Darel.


"Tumben banget?" ucap Tasya.


"Gak tau tiba-tiba saja, selera kakak akhir-akhir ini juga gak milih-milih seperti biasa." ucap Darel.


"Ya udah buruan kakak mandi, aku mau keluar." ucap Tasya.


Tasya pun keluar. Tumben-tumbenan dapur Masih sepi akhirnya dia pun masak sendiri.


Setelah selesai sarapan Darel datang dengan bertelanjang dada.


"Kak kenapa belum pakai baju?" tanya Tasya.


Darel mendekati Tasya.


"Kamu belum menyiapkan baju kakak." ucap Darel memeluk Tasya dari belakang.


"Biasanya kakak bisa pilih sendiri kalau aku gak ada ambilin." ucap Tasya.


"Kakak mau kamu yang pilihin karena hari ini adalah hari pertama kakak nganterin kamu periksa ke dokter."


Tasya tersenyum.

__ADS_1


"Ekhem-Ekhem!" Tiba-tiba Darel langsung melepaskan Tasya karena itu adalah Clara yang hendak mengambil air hangat.


"Aku mau ngambil air hangat." ucap Nadya. Tasya diam sementara Darel menjawab nya.


"Silahkan saja!" ucap Darel.


"Terimakasih!" ucap Clara.


"Selamat pagi semua nya," sapa Bu Tima yang baru saja datang.


"Pagi mah." jawab Darel.


"Kenapa kamu belum pakai baju? Apa kamu tidak malu di lihat sama Clara?" tanya Bu Tima.


"Ya udah aku ke kamar dulu."


"Tunggu dulu! Kamu hari ini mau kemana? Kamu harus luangin waktu kamu untuk Clara, dia sudah jauh-jauh kesini kamu bawa dia jalan-jalan atau belanja baju kek."


"Hari ini aku mau nganterin Tasya periksa ke dokter Mah. Dia sering gak enak badan dan juga mual-mual."


"Itu hal biasa ketika hamil muda, sudah lah lain kali saja." ucap Bu Tima.


"Kamu gak apa-apa kan kalau hari ini Darel nemenin Clara untuk keliling? Clara sangat jarang ke sini." ucap Bu Tima pada Tasya.


"Gak bisa Mah aku harus nganterin Tasya ke rumah sakit, aku gak terjadi apa-apa sama Tasya dan calon anak aku."


"Ya udah kalau gitu kami ikut saja, setelah selesai di periksa kamu bawa Nadya jalan-jalan, biar mamah yang nemenin Tasya."


"Gak bisa Mah, aku pergi hanya dengan Tasya, kalau Clara mau jalan-jalan dia bisa pergi sama Mamah dan ada supir yang nganterin." ucap Darel.


"Sudah buk Lagian aku gak mau jalan-jalan kok sekarang, lain kali aja kalau Darel gak sibuk, aku masih ingin di rumah sama Ibu." ucap Clara pada


"Ya udah kalau begitu luangkan waktu kamu untuk Clara, kamu sudah janji sebelum nya." ucap Bu Tima.


Tasya baru saja menyelesaikan masakan nya. Dia menata di meja makan seperti tidak perduli dengan omongan mereka tapi hati nya bingung dengan kata-kata Bu Tima.


Dia mengikuti Darel ke kamar dia memilih kan pakaian Darel hari ini.


"Kakak ada perjanjian apa sama Orang tua kakak sebelum nya?" tanya Tasya. Darel yang sedang di pasang kan dasinya menatap wajah Tasya yang bertanya serius.


"Sudah jangan di pikirkan," ucap Darel.


"Kakak selalu mengatakan seperti itu pada ku, aku penasaran perjanjian apa yang kalian buat."


Darel menghela nafas panjang.


"Tidak ada Sayang, lebih baik kita fokus ke pernikahan kita, kamu harus pilihan kita foto prewedding di Mana yang kamu suka dan tema nya seperti apa." ucap Darel.


"Secepat itu?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Kita juga akan mengurus pakaian, semua nya kamu bisa mengatur yang mana kamu suka." ucap Darel.


Tasya tersenyum.

__ADS_1


"Kakak serius kak?" tanya Tasya.


Darel mengangguk.


"Ini akan jadi pernikahan yang kamu impikan." ucap Darel. Tasya tersenyum dia mencium pipi Darel.


"Terimakasih Kak." ucap Tasya.


"Kakak akan melakukan apapun demi kebahagiaan kamu."


Tasya memeluk Darel.


"Sudah mandi sana, kakak tunggu di bawah sambil Sarapan." ucap Darel Tasya mengangguk dia pun segera siap-siap.


"Darel memakan mie goreng buatan Tasya.


"Humm tumben-tumbenan sekali rasanya enak, Tasya terakhir kali masak rasa nya sangat Aneh." ucap Darel.


Tidak beberapa lama Tasya juga turun dan ikut sarapan.


Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat bersama.


"Anak-anak belum bangun yah kak? Aku mau pamitan dulu." ucap Tasya.


"Selamat pagi Mamah papah!" ucap Raya yang baru keluar dari kamar dan berlari ke arah Tasya dan Darel.


"Loh udah bangun? Dan kenapa kalian udah mandi?" tanya Tasya heran melihat anak-anak nya sudah rapi dan Wangi.


"Mereka mau ikut kita ke rumah sakit, mereka juga mau melihat calon Adik nya." ucap Darel.


Tasya seketika tersenyum.


"Ini pasti kakak kan yang membangun kan nya?" tanya Tasya, Darel tertawa kecil.


"Ayo mah kita berangkat?" ucap Raya.


Tasya mengangguk.


"Mamah!" ucap Stevan. Tasya mau menggendong Stevan namun Darel langsung menggendong nya.


"Stevan berat badan nya sudah naik, aku tidak ingin kamu angkat-angkat berat lagi." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Perhatian banget sih." ucap Tasya. Darel tersenyum. dia pun menggandeng tangan Raya keluar.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2