Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 281


__ADS_3

Setelah selesai menelpon Tania Bu Tima Duduk di ruang tamu sendirian.


Ponsel nya berdering dari suami nya.


"Halo mah, bagaimana kabar di sana? apa Mamah sudah bertemu dengan Darel?" tanya Pak Yuda.


"Belum pah. mamah juga sekarang sangat pusing, mamah bingung kalau seperti ini. Di saat-saat seperti ini Darel malah pergi begitu saja, tidak perduli pada kita." ucap Bu Tima.


"Darel memang sudah terpengaruh sama Tasya. Ini tidak bisa di biarkan lagi." ucap Pak Yuda.


"Jadi bagaimana Pah? apa yang harus kita lakukan? Kalau Darel dengan Tania tidak jadi menikah kita juga yang akan malu." ucap Bu Tima.


"Tidak mungkin tidak jadi menikah Mah. Mamah tidak perlu khawatir seperti itu." ucap pak Yuda.


"Huff Mamah juga berharap seperti itu." ucap Bu Tima.


Darel dan Ayah mertua nya baru sampai di Rumah. Bu Mita menyambut nya di depan pintu.


"Bagaimana hari ini Rel? Melelahkan bukan?" tanya Bu Mita pada Darel.


"Ini sudah hal biasa untuk Darel Bu, bisa jadi saja pekerjaan dia lebih parah dari ini." ucap Pak Ahmad. Darel tersenyum.


Darel melihat ke sekeliling ruangan itu tidak ada istri nya.


"Tasya mana Bu? dan anak-anak mana?" tanya Darel.


"Oohhh Raya sama Stevan sedang main di kamar mereka, kalau Tasya dan Radit di kamar." ucap Bu Mita.


"Ya udah kamu mandi gih, nanti keluar untuk makan malam.'" ucap Bu Mita. Darel mengangguk dia ke kamar nya.


Dia membuka pintu tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


Tasya yang tengah menyusui Radit terkejut. "Maaf kakak mengejutkan kamu." ucap Darel. Tasya menyudahi memberikan Radit minum.


Darel duduk di sofa membuka tali sepatu dan membuka nya setelah itu mandi, kelihatan sekali dari wajah nya dia lelah.


Biasanya perjalanan panjang dia selalu supirin namun sekarang dia jadi supir ayah nya. Tapi bagi Darel tidak masalah yang penting ayah nya merestui dia kembali bersama putri nya.


Tiara Beberapa lama dia keluar dari kamar mandi.


"Anak papah lagi apa nih? Tadi rewel gak? Gak boleh rewel yah." ucap Darel naik ke kasur memangku Radit.


"Apa dia Rewel hari ini?" tanya Darel pada Tasya yang hanya diam saja. Namun tidak di jawab oleh Tasya.

__ADS_1


"Tasya kamu kenapa?" tanya Darel mengoyang kan bahu Tasya.


"Hum apa kak?" tanya Tasya kaget.


"Kamu kenapa? Apa yang mengganggu pikiran kamu, sore-sore seperti ini kamu Malah melamum." ucap Darel.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada kok, aku hanya kelelahan saja." ucap Tasya.


"Seorang nya kamu memiliki masaklah. Cerita saja." ucap Darel. Tasya tersenyum tipis dia menggeleng kan kepala nya.


"Apakah Radit rewel? sehingga kamu kecapean seperti ini?" tanya Darel. "Aku mengurus Radit sendirian karena aku tidak enak sama ibu merepotkan nya terus." ucap Tasya.


"Saya sudah bilang kalau kamu butuh baby sister khusus merawat Radit, bagaimana kalau nanti kamu tiba-tiba sakit?" tanya Darel.


"Gak apa-apa kok kak, aku baik-baik saja." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.


"Sini biar kakak bantu pijitin." ucap Darel meletakkan Radit dan memijit pinggang dan punggung Tasya.


"Tidak perlu kak, aku baik-baik saja, justru kakak yang harus istirahat banyak dan di pijitin." ucap Tasya. Darel Terus melanjutkan memijit-mijit badan istri nya.


"Kak tadi Mamah sama Tania datang." ucap Tasya. Darel terdiam sejenak. Tasya membalik kan badan nya.


"Aku tidak pernah masalah kalau Mamah memaki aku. Aku kuat dengan itu, namun Mamah sudah mengatai Ibu dan juga Ayah. Dia bilang tidak Sudi kamu jadi bagian keluarga nya." ucap Tasya.


"Apakah sehina itu keluarga kami?" tanya Tasya.


"Maafkan Mamah nak, maafin semua kata-kata mamah sama kamu yah. Kakak tidak mengerti apa lagi untuk mengubah semua nya." ucap Darel.


Tasya menangis.


"Kenapa setelah ada Radit di kandungan ku Mamah berubah seperti ini? Dan bahkan Radit sudah lahir Mamah tetap seperti ini." ucap Tasya.


Darel memeluk Tasya.


"Kakak minta maaf." ucap Darel. Tasya menangis Radit hanya diam saja.


"Sudah jangan menangis lagi, kakak akan pergi menemui mereka." ucap Darel. Dia menghapus air mata Tasya.


"Aku tidak tahan kalau Mamah selalu seperti itu kak, aku juga manusia yang mempunyai hati." ucap Tasya.


Darel tidak kuat melihat istrinya menangis seperti itu.

__ADS_1


Dia sangat merasa bersalah karena dia yang membuat semua nya seperti ini.


setelah Tasya tenang Darel mengendong Radit membiarkan Tasya istirahat menenangkan diri nya terlebih dahulu.


Darel berbaring menemani anaknya. Mungkin karena sangat lelah dia ketiduran.


"Kak sebaiknya kakak pergi Makan malam. Ibu Sama Ayah pasti sudah menunggu di luar." ucap Tasya. Namun ternyata Darel sudah ketiduran.


"Loh kok Malah ketiduran sih." ucap Tasya.


"Tasya, Darel ayo Makan malam." ajak Bu Mita.


"kak Darel sudah ketiduran Bu." ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu biar saja, nanti di sisihkan untuk dia." ucap Bu Mita. Tasya mengangguk. "Biar Radit di temanin Darel, ayo ikut Makan sama-sama, sudah lama kita tidak Makan bersama." ucap Bu Mita.


Tasya Mengangguk. Untung saja Radit sudah tidur.


dia pun akhirnya makan dengan keluarga nya di ruang makan.


"Kamu baik-baik saja kan Tasya?" tanya Ayah nya. Tasya menoleh ke arah Ibu nya. "Ibu Sudah beritahu tentang tadi pada ayah kamu." ucap Bu Mita.


"Kalau seperti ini terus, Darel harus tegas dan bisa memilih antara kamu atau mamah nya. Kalau dia tidak mau tegas, ayah yang akan berbicara dan meminta dia untuk meninggalkan putri Ayah." ucap pak Ahmad.


"Jangan gegabah Ayah." ucap Tasya.


"Ayah tidak menerima kalau Putri ayah di perlakukan seperti itu. bagaimanapun ayah tidak menerima orang lain menghina keluarga kita." ucap Pak Ahmad.


Tasya dan Ibu nya hanya diam saja.


"Besok Riski sudah pulang. Kalau dia mendengar kabar ini dia pasti akan sangat marah sekali." ucap pak Ahmad.


"Aku mohon jangan beritahu Riski Ayah, Ibu. Sekarang kak Darel di sini, aku tidak ingin dia berbicara kasar pada kak Darel." ucap Tasya.


"Dia adalah Adik kamu, dia harus tau." ucap pak Ahmad..


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2