
"Sebenernya kakak kenapa sih? Ayo kita bicara kan ini baik-baik, jangan seperti ini," ucap Tasya.
Darel membalikkan badannya menatap Tasya.
"Apa yang mau di bicarakan lagi? Bukan nya kamu sendiri yang mengabulkan keputusan untuk diri kamu sendiri? Kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri, kamu sangat berbeda dengan Amel." ucap Darel.
"Kamu sebagai istri kakak harus mengerti apa yang kakak maksud, mendengar kan Kata-kata Kakak." ucap Darel.
"Kakak tidak ada bilang apa-apa, aku harus bagaimana?" ucap Tasya.
"Tidak perlu memikirkan kami, lebih baik kamu memikirkan diri kamu sendiri. pengasuh baru mereka Akan datang hari ini." ucap Darel.
"Gak bisa gitu dong kak, kakak langsung ambil pengasuh baru, sudah jelas anak-anak tidak mudah dengan orang lain." ucap Tasya.
"Itu adalah urusan kakak, Hanya butuh beberapa waktu mereka pasti Bisa menyesuaikan diri." ucap Darel.
"Gak bisa kak, tunggu pengasuh mereka pulang Saja." ucap Tasya.
"Mereka adalah Anak saya, saya tau yang terbaik, kalau kamu mau pulang ke Bogor, silahkan." ucap Darel.
"Oke baik! Kalau itu mau kakak. Kakak sendiri yang bilang seperti ini, aku tidak tau aku salah apa, kalau ada yang salah bisa di bicarakan." ucap Laura dan langsung masuk.
Darel pun pergi meninggalkan rumah itu.
Tasya masuk ternyata Raya mendengar kan perkelahian mereka.
"Loh Raya kok duduk dilantai?" tanya Tasya.
"Kenapa Papah marah sama Tante?" tanya Raya.
"Marah? Enggak kok." ucap Tasya.
Tasya menggendong Raya.
"Oh iya kata Papah hari ini pengasuh baru Akan datang. raya sama Stevan gak boleh nakal yah Sama pengasuh baru nya." ucap Tasya. Raya mengangguk.
Hari semakin malam. Darel baru saja pulang di jam sebelas malam.
Dia membuka pintu namun terkunci dia pun memakai kunci cadangan yang selalu di bawa oleh nya.
Dia melihat ruang tamu Kosong karena biasanya selalu ada Tasya yang ketiduran menunggu nya di sana sampai ketiduran.
Darel naik ke atas dia memeriksa anak-anak nya ke kamar, perlahan dia membuka pintu ternyata mereka semua sudah tidur dengan nyenyak.
Darel duduk di pinggir kasur di samping Raya.
"Maaf yah papah jadi banyak di luar Sekarang." batin Darel.
Dia menyelimuti Badan anak-anak nya.
__ADS_1
Namun mata nya tertuju pada koper besar yang ada di sudut kamar itu.
"Apa dia benar-benar akan pergi?" batin Darel melihat Tasya.
Namun tiba-tiba Raya terbangun.
"Papah! Papah mau tidur sama kita lagi kan di sini?" tanya Raya.
Darel tersenyum.
"Papah dari mana saja? kenapa jam segini baru Pulang?" tanya Raya.
"Papah kerja nak." ucap Darel.
Raya melihat papah nya menatap Tasya yang membelakangi nya.
"Kenapa papah marah-marah sama Tante tadi pagi?" tanya Raya.
"Papah gak marah, Siapa yang bilang." ucap Darel.
"Aku melihat nya." ucap raya.
"Tante Tasya seharian menangis sampai mata nya bengkak." ucap Raya. mendengar itu Darel langsung khawatir.
"Dan Tante Tasya juga akan pulang ke Bogor Besok." ucap Raya lagi.
"Kamu tidak tau apa-apa nak, lebih baik kamu istirahat saja." ucap Darel.
"Aku gak mau, aku marah sama papah! Besok aku mau ikut sama Tante Tasya. Stevan juga ikut." ucap Raya sambil menunjuk kan koper mereka.
Darel melihat itu hanya bisa menghela nafas.
"Kalau Raya sama Stevan ikut Tante Tasya, siapa Teman papah di sini?" tanya Darel.
"Papah saja jarang di rumah. Dan kalau Tante Tasya gak ada siapa yang Akan menemani kami di rumah, kami tidak Mau pengasuh baru." ucap raya.
Darel hanya bisa diam.
"Lihat Tante Tasya tidak makan sama sekali karena papah marah." ucap raya.
"Raya bobo yah Sayang." ucap Darel. Raya merasa tidak di respon dia langsung tidur saja membelakangi Papah nya.
Darel duduk di sofa sambil melihat dua koper yang ada dalam kamar itu. Dia ingin melihat wajah Tasya namun dia takut jika Tasya terbangun.
Karena merasa bersalah dia hanya bisa diam, dan akhirnya dia ketiduran di sofa.
Sementara Tasya Terbangun karena Stevan merengek.
Tasya menepuk-nepuk nya namun Stevan tak kunjung tenang. Tasya fikir dia haus dia bangun dan membuat Susu namun dia kaget melihat Darel tidur di sofa.
__ADS_1
"Kak Darel! Kenapa dia di situ?" batin Tasya. Tapi dia mengabaikan nya karena masih merasa kesal.
Tasya memberikan Susu pada Stevan. Tasya melihat Darel seperti nya kedinginan.
Karena tidak tega akhirnya dia memberikan selimut.
"Seandainya saja semua nya bisa di bicarakan baik-baik, dan yang tidak cocok di bicarakan tidak akan seperti ini." batin Tasya.
Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal dia sudah menyiapkan semua nya. Dia harus berangkat pagi ini juga.
Darel yang sangat nyeyak terbangun karena nada alarm nya. Dia melihat selimut dia langsung melihat ke kasur sudah tidak ada Tasya lagi.
Dia langsung turun ke bawah. Dia sangat lega melihat Tasya masih menyiapkan sarapan di meja namun Darel melihat Tasya yang sudah sangat rapi.
Tasya hanya menoleh ke arah Darel sebentar dan kembali lagi fokus dengan kerjaan nya.
Darel mendekati meja.
"Pagi ini aku Akan berangkat ke Bogor. Anak-anak mau ikut, kalau Kakak mengijinkan nya aku Akan membawa nya, di sini tidak akan ada yang menjaga karena pengasuh yang kakak Bilang kemarin mereka tidak suka." ucap Tasya.
Darel diam seribu bahasa.
"Kalau mereka bisa aku bawa aku Akan membangun kan nya." ucap Tasya.
"Kamu tetap akan pergi sekarang?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
Namun tiba-tiba Raya bangun. Sementara Stevan menangis, Tasya langsung ke atas. Darel melihat koper Tasya.
Tidak beberapa lama Tasya turun dengan anak-anak yang sudah rapi selesai mandi.
"Kalau mereka di sini tidak akan ada yang menemani nya." ucap Tasya.
"Kakak minta maaf sudah marah dan mengatakan hal yang tidak enak." ucap Darel.
"Aku gak apa-apa kok, Lagian aku sudah merencanakan balik ke Bogor dari dua Minggu yang lalu." ucap Tasya.
"Kalau kamu pulang ke Bogor bagaimana dengan tanggapan orang tua kamu dan kakak." ucap Darel.
"Aku berusaha untuk berbicara dengan keluarga ku, kakak juga begitu, karena kita memang tidak cocok." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1