Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 49


__ADS_3

"Makasih yah sudah mau datang." ucap Darel.


Tesa tersenyum.


Tesa adalah Mantan Darel sebelum menikah dengan Amel.


Mereka sudah putus namun menjadi teman. Tesa seorang Model yang bekerja di berbagai kota dan negara sehingga dia bisa datang menemui teman nya sekarang.


"Anak-anak kamu bagaimana kabar nya? Aku yakin mereka pasti sangat sedih." ucap Tesa.


"Alhamdulillah mereka anak yang baik." ucap Darel.


"Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka karena tidak enak sama Almarhum istri kamu, lain kali aku boleh main ke rumah?" tanya Tesa.


"Boleh kok." ucap Darel. Tesa tersenyum.


"Bdw aku tidak punya nomor telepon kamu, apa kamu mau tukeran nomer? Siapa tau aku keliru mau ke rumah kamu." ucap Tesa sambil tersenyum.


"Sini Nomor kamu, nanti aku telpon Balik." ucap Darel. mereka bertukaran Nomor telepon. Cukup Lama mereka berbincang-bincang dan setelah itu Tesa Pamit pulang.


Di tempat lain Omah melihat Tasya tak kunjung keluar dari kamar nya dari pagi tadi.


Tok..tok..tok.. Omah mengetuk pintu kamar Tasya.


"Masuk aja, pintu nya gak di kunci kok." ucap Tasya dari dalam.


Omah masuk dia menghela nafas melihat Tasya masih berbaring di kasur.


Omah duduk di pinggir kasur. Dia menarik selimut Tasya.


"Kenapa jam segini belum bangun?" tanya Omah dengan lembut.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa? Kalau Omah nanya di jawab." ucap Omah.


Tasya bergeliat dia menggeser badan nya agar duduk. Dia bersandar ke bahu Omah nya.


"Aku kefikiran Mimpi ku tadi malam Omah." ucap Tasya.


"Mimpi apa?" tanya Omah.


"Aku mimpi kalau Kak Amel marah sama aku dan tidak mau melihat aku lagi. Aku takut kak Amel membenci ku Omah." ucap Tasya.


Omah mengelus badan Tasya.


"Itu hanya mimpi. Ayo turun sarapan dulu." ajak Omah.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak selera makan Omah." ucap Tasya.


"Kalau kamu terlambat Makan terus kamu bisa sakit lagi, kamu harus menjaga kesehatan! Bagaimana kalau kamu sudah bekerja jadi Dosen?" ucap Omah.


"Huff seperti nya harapan ku menjadi Dosen hanya lah tinggal harapan." ucap Tasya.


"Kenapa berbicara seperti itu? Omah sama Opah sangat mendukung kamu." ucap Omah.

__ADS_1


Tasya tersenyum dia memeluk Omah nya.


"Sekarang keadaan Raya sama Stevan bagaimana yah Omah, aku sangat merindukan mereka." keluh Tasya.


"Kenapa kamu tidak menghubungi mereka?" tanya Omah.


Namun Tasya diam.


Ya udah kamu mandi dulu, sarapan yah Omah sama Opah tunggu di luar." ucap Omah. Tasya mengangguk.


Setelah Omah keluar Tasya menyandar kan badan nya ke sandaran kasur. Dia melihat handphone nya mencari nomor Darel.


"Telpon gak yah?" ucap nya Bertanya pada diri nya sendiri.


"Ah lebih baik jangan deh, kak Darel pasti marah." ucap nya lagi mengurung kan Niat nya.


Dia melihat isi galeri yang penuh dengan foto-foto Stevan dan Raya bersama dia.


Di tempat lain Raya dan Stevan sedang bermain di temani Pengasuh.


"Suster kenapa yah Mamah Tasya gak pulang-pulang?" tanya Raya pada pengasuh.


"Mungkin Mamah Tasya nya Masih ada urusan di sana, bentar lagi pasti pulang." ucap pengasuh.


Raya diam. Dia tidak seceria kemarin-kemarin nya dan Stevan sangat rewel dan tiap malam bergadang.


Di sore hari Tasya sedang duduk berdua di taman dengan Bela.


"Kamu gak akan pulang ke Pekanbaru lagi Sya?" tanya Bela.


Tasya yang mengemil hanya diam. Bela menepuk lengan Tasya.


"Makanya jangan ngelamun mulu." ucap Bela.


"Kamu ngomong apaan tadi?" tanya Tasya.


"Aku nanya kamu gak pulang ke Pekanbaru lagi gak?" tanya Bela. Tasya diam sejenak.


"Aku belum tau Bel." ucap Tasya.


"Sebenernya apa yang terjadi sih? Perasaan kemarin baik-baik aja." ucap Bela..


"Jangan bahas itu dulu deh aku tidak mau membahas nya." ucap Tasya.


"Kalau kamu gak pulang ke sana lagi gagal deh kamu jadi Dosen di sana. Aku sudah susah-susah untuk membantu kamu." ucap Bela.


Cukup lama mereka berbincang-bincang sampai Bela pamit pulang. Tasya pun masuk lagi ke rumah.


"Tasya!" panggil Opah. Tasya melihat Opah dan Omah nya yang duduk di sofa.


"Iyah Opah?" ucap Tasya sambil berjalan mendekati mereka.


"Sudah cukup lama kamu di sini sudah dua minggu, Omah sama Opah rasa sudah cukup Waktu kamu bermain dan bertemu teman-teman kamu, kamu harus pulang ke Pekanbaru lagi." ucap Opah.


Tasya menoleh ke arah Omah nya.


"Omah memang marah sama suami kamu, namun tidak mungkin Omah membiarkan hubungan kalian seperti ini." ucap Omah.

__ADS_1


Tasya diam.


"Kamu sudah dewasa kamu juga harus berfikir dewasa. Cucu Omah pasti bisa. Kasihan kakak kamu sedih melihat kamu seperti ini. kasihan juga Raya sama Stevan." ucap Omah.


"Omah sama Opah udah ngurus surat pindah kamu ke Pekanbaru semua nya sudah selesai." ucap Omah.


Tasya mengangkat pandangan nya.


"Loh Omah sama Opah gak bilang sama aku dulu?" tanya Tasya.


"Ayolah Tasya jangan berfikir kalau Omah sama Opah jahat, kami sangat sayang sama kamu namun sekarang kamu mempunyai tanggung jawab. Kamu harus segera belajar kamu harus mengingat sekarang kamu jadi seorang istri dan ibu." ucap Omah.


"Kasih aku waktu berfikir yah Omah." ucap Tasya.


"Kamu harus merenungkan nya malam ini, biar Oma sama Opah ngurus tiket nya." ucap Omah. Tasya mengangguk.


Di tempat lain Darel cepat pulang.


"Assalamualaikum." sapa Darel pada Raya yang sedang asyik menonton TV.


"Papah!!" ucap Raya berlari memeluk Papah nya.


"Lihat papah bawa apa." ucap Darel menunjuk kan Paper bag.


"Apa ini Pah?" tanya Raya.


"Ini mainan baru untuk Raya sama Stevan." ucap Darel.


Raya diam Wajah nya berubah jadi sedih.


"Kenapa? Kok malah sedih gitu?" tanya Darel.


"Aku gak pengen mainan Pah. Mainan kami sudah banyak." ucap Raya menunjukkan keranjang besar isi mainan. bahkan Masih banyak yang di dalam kotak.


Darel terdiam.


"Adik kamu mana?" tanya Darel.


"Dia ada di kamar sama suster Pah." ucap Raya.


"Ya udah kalau Raya gak mau simpan aja yah." ucap Darel.


"Papah setiap hari membeli mainan, aku bosan Pah." ucap Raya.


Lagi-lagi Darel terdiam.


"Lalu Raya mau apa nak? Ayo jalan-jalan sama Papah." ajak Darel.


"Aku rindu Tante Tasya aku rindu Mamah." ucap Raya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2