
"Sudah biarkan saja mereka di situ, di sini sangat panas ayok ke sana." ucap Candra membawa Tasya ke teras kampus itu.
"Kasihan mereka seperti Itu Pak, lagian mereka bisa saja tidak sengaja membuat kesalahan." ucap Tasya.
"Abaikan saja, kamu sendiri mau langsung pulang?" tanya
Candra. Tasya mengangguk.
"Oh iya tunggu sebentar." ucap Candra. Candra ke ruangan nya mengambil Tas nya.
"Nih untuk kamu!" ucap Candra memberikan roti.
"Roti lagi?" ucap Tasya. Chandra tersenyum.
"Ini rasanya sangat enak, berbeda dari yang kemarin." ucap Candra. Tasya langsung mencoba nya.
"Humm hampir semua roti yang bapak jual sudah ku coba, semua rasanya sangat enak." ucap Tasya.
Candra tersenyum. "Kamu mau berkunjung ke sana?" tanya Candra. Tasya langsung menggeleng kan kepala nya.
"Kalau bisa jangan pak, saya takut ada yang melihat kita jadi salah paham dan akhirnya saya juga berselisih dengan suami saya." ucap Tasya.
Candra tersenyum.
"Abaikan saja tanggapan orang lain, kebetulan hari ini ada menu Roti baru, kamu harus mencoba nya." ucap Candra.
"Lain Kali saja pak, karena saya juga harus ke rumah ibu saya." ucap Tasya.
"Humm baiklah, mungkin kamu tidak tertarik dengan toko roti saya, lain kali saya akan membawa kan nya ke kampus." ucap Candra.
"Saya minta maaf karena tidak bisa datang." ucap Tasya.
"Tidak apa-apa. Kalau begitu kamu bisa pergi, Bilang pada supir kamu jangan ngebut bawa mobil karena dia sedang membawa istri dan juga calon anak Pak Darel." ucap Candra.
Tasya tersenyum dia tertawa karena Candra. Candra melihat Tasya tertawa dia juga jadi ikut senang.
"Kalau kamu tertawa seperti ini membuat saya merasa senang." ucap Candra.
Tasya tersenyum. "Baiklah kalau begitu saya permisi pak." ucap Tasya.
Tiwi yang melihat kedekatan mereka membuat nya terdiam.
"Kelihatan nya Pak Candra sengaja mendekati Tasya agar bisa menghibur nya, ternyata aku sudah salah paham." batin Tiwi.
__ADS_1
"Kita langsung pulang yah non?" tanya supir setelah Tasya masuk ke dalam mobil. "Kita jemput anak-anak ke rumah dulu untuk main ke rumah ibu saya pak." ucap Tasya.
"Baik non." ucap Pak supir.
Pak supir itu pun meninggalkan Kampus.
"Tiwi!" panggil Candra. Tiwi yang kebetulan lewat mau pulang menoleh ke arah pak Candra. "Iyah pak Ada yang bisa saya bantu?" tanya Tiwi.
"Nih untuk kamu! Kebetulan saya bawa banyak." ucap Candra memberikan roti pada Tiwi. Tiwi sangat senang dia menerima nya sambil tersenyum tidak lupa juga mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih banyak yah pak. Sebenarnya saya sudah sering berkunjung ke toko roti Bapak karena keluarga saya sangat suka, namun pemberian dari bapak sangat spesial saya akan memakan nya sendiri." ucap Tiwi.
"Ah kamu bisa saja Wi. Tapi ngomong-ngomong kamu semakin kurus yah, saya senang melihat nya karena kamu mau berubah." ucap Candra.
Tiwi Tersipu malu. "Ya sudah kalau begitu saya pulang dulu yah." ucap Pak Candra dia pun meninggalkan Tiwi yang lagi baper.
Tiwi memakan habis roti dari pujaan hati nya itu.
"Astagfirullah!! Aku kan lagi diet." ucap nya setelah sudah habis semua nya. Dia seketika langsung merasa kesal tidak bisa menahan rasa lapar nya.
Namun karena lagi Seneng dia pun mengabaikan nya. Dia pulang dengan keadaan hati yang sangat senang sekali.
"Mamah mau ngajak kita kemana?" tanya Raya.
"Papah sudah tau Mah?" tanya Raya.
"sudah nak." ucap Tasya.
"Tapi sebelum ke sana beli jajan banyak dulu yah mah, mumpung papah gak lihat." ucap Raya.
"Gak boleh banyak-banyak, nanti kalau sakit gimana?" ucap Tasya. "Secukupnya aja mah, janji." ucap Raya. Tasya Mengangguk.
Mereka berdua terlihat sangat senang. Tidak beberapa lama sampai di supermarket, dan mereka berdua tidak bisa di larang akhirnya Tasya pasrah dia membiarkan anak nya mau ngambil apapun.
Karena mereka bukan lah hobi menghabis jajanan dengan cepat.
Setelah selesai berbelanja mereka pun lanjut perjalanan ke rumah Nenek nya.
"Loh kok sepi sih Mah? Bibik mana?" tanya Raya.
"Bibik sudah berhenti karena tidak ada lagi yang mau di urus di rumah ini, kakek sudah membeli rumah baru dan Nenek sekarang di rumah sakit. Hanya ada security di depan untuk menjaga keamanan rumah ini." ucap Tasya.
"Yahh jadi sepi deh Mah." ucap Raya.
__ADS_1
"Ayo masuk. Di luar sangat panas." ajak Tasya. Mereka pun masuk ke dalam.
"Kalian main saja yah di sini, Mamah mau bersih-bersih sedikit di atas." ucap Tasya.
Dia memeriksa semua kamar agar aman, dia masuk ke dalam kamar mendingan Amel.
Dia duduk di sana sendirian sambil melihat foto keluarga. Dia melihat foto nya di tempel di sana karena waktu itu dia tidak ikut foto keluarga.
"Mbak aku sangat merindukan mbak." ucap Tasya. Dia menangis. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering dia berdiri mau mengambil ponsel di saku nya, tidak sadar Poto yang di letakkan di paha nya jatuh ke lantai dan pecah.
"Yahh kok jadi pecah sih." ucap Tasya dia mengumpulkan semua nya pelan-pelan agar tidak kena tangan nya dia melihat ternyata di balik foto itu ada foto kecil di belakang nya.
Tasya melihat nya kurang jelas namun masih bisa menebak kalau itu adalah wajah Ayahnya yang sedang merangkul wanita di samping nya. wanita itu sedang menggendong Tasya.
Namun wajah wanita itu tidak terlihat jelas karena sudah terkelupas. Namun Tasya bisa yakin kalau itu bukan Ibu Adel.
Dia mengambil dan menyimpan nya. Dia langsung keluar dari kamar setelah membersihkan semua nya.
"Loh kak Darel sudah di sini?" ucap Tasya kaget melihat suami nya sudah datang.
"Iyah, tadi nya kakak tidak ingin ke sini, namun kebetulan kakak kerja di sekitar sini." ucap Darel.
"Oohh, mau aku bikinin teh dulu?" tanya Tasya. Darel mengangguk. Tasya meletakkan foto itu di atas meja.
Darel penasaran dia melihat foto itu. Dia mencocok foto yang ada di ponsel nya ternyata sama. Wanita itu adalah buk Mita.
Darel mendapatkan foto itu dari akun Facebook lama Buk Mita. Dia sekarang sudah tau apa yang terjadi di masa lalu.
Assalamualaikum semua nya.
Author mau ngucapin terima kasih pada semua yang masih mau membaca novel author yang tidak bisa di katakan bagus. Author ulang tahun hari ini, ucapin dong π₯Ίππ₯Ίππ
Oh iya Boleh minta bantuan para pembaca ku untuk support karya saudara ku gak?
Kalian bisa baca novel baru nya yang berjudul "Bosku Galak" Kalian bisa mampir meninggalkan jejak, membuat nya tambah semangat, agar novel nya cepat di kontrak. Author akan sangat senang kalian mau mampir. Terimakasih π
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih π***