Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 114


__ADS_3

"Jangan manja yah, buruan Makan kalau kamu sakit kakak yang akan kesusahan." ucap Darel menahan tangan Tasya memaksa nya untuk makan.


Tidak beberapa lama akhirnya nasi habis.


"Kakak sungguh suami yang tidak lembut." ucap Tasya merajuk.


"Untung kakak sayang sama kamu, kalau tidak sayang kakak Akan mengikat kaki kamu dan tangan kamu jadi satu." ucap Darel.


Tasya mendengar kata-kata suami nya terdiam.


"Ya udah kalau begitu kamu istirahat yah." ucap Darel mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya.


Setelah Darel keluar Tasya seketika menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang tersenyum.


"Papah mamah Mana?" tanya Raya.


"Ada di kamar, tapi jangan di ganggu dulu yah Mamah nya lagi gak enak badan." ucap Darel.


"Ya udah deh Pah. Padahal Mamah janji hari ini mau masak kue." ucap Raya.


"Kue? Kue apa?"


"Kue untuk merayakan hari ulang tahun Mamah besok."


Darel sekejap terdiam.


"Humm bagaimana kalau membuat nya sama papah aja, karena perut mamah lagi sakit."


"Oke Pah, gak apa-apa. Justru Bagus biar jadi kejutan deh sama Mamah." ucap Raya.


Mereka mau ke dapur namun Riski baru saja datang.


"Assalamualaikum Kak." sapa Riski.


"Walaikumsalam, kamu kenapa sangat cepat pulang?" tanya Darel Heran karena tidak biasa nya adik nya cepat pulang dari rumah mertua nya.


"Aku bosan di sana kak." ucap Riski.


"Humm kebetulan kamu sudah datang, kamu bantuin kita-kita bikin KUA ulang tahun untuk Tasya." ucap Darel.


"Yahh kak aku mau keluar dulu."


"Tidak bisa! Kamu harus ikut." ucap Darel menarik tangan Riski dan Raya pun ikut-ikutan.


Bibik dan pengasuh Serta Stevan ikut juga menyaksikan pembuatan kue yang entah bagaimana.


Namun sepanjang Pembuatan kue dapur benar-benar sangat berisik.


Tidak terasa sudah sore hari, kue yang besar pun sudah jadi.


"Akhirnya siap juga." ucap Riski bernafas lega.


"Kamu malam ini jangan kemana-mana kita Akan memberikan kejutan."

__ADS_1


"Baiklah kak, kata-kata kakak tidak bisa di bantah." ucap Riski lesu.


"Kue apa ini?" tanya Tasya yang baru saja datang dan mencolek cream kue itu. Seketika semua orang langsung menoleh ke arah nya dengan wajah yang sangat terkejut.


"Kamu kenapa mencolek nya?" tanya Darel.


"Aku hanya ingin mencoba, kebetulan hari ini aku juga mau bikin kue untuk anak-anak." ucap Tasya.


"Gagal deh." ucap Riski dengan wajah kecewa.


"Apa nya yang gagal?" tanya Tasya.


"Seharusnya mbak tidak perlu bangun dan bertanya. Ini kue kejutan untuk ulang tahun Mbak. Seharian aku ikut memasak kue." ucap Riski


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Mbak sudah tau dari tadi waktu kalian sangat sibuk masak, ya udah karena mbak gak ingin mengecewakan akhirnya mbak diam aja deh.


Darel dan Riski seketika duduk lemas. Sementara Tasya tersenyum seperti tidak bersalah.


"Karena Kalian semua sudah lelah membuat kue ini ayo kita rayakan sekarang saja." ucap Tasya.


Mereka kurang bersemangat menyanyikan lagu ulang tahun untuk Tasya namun Tasya tetap happy karena tidak ada orang baik sebelum nya merencanakan hal yang istimewa pada nya.


"Selamat ulang tahun Mbak." ucap Riski menyalim tangan Tasya. Bergantian dengan Bibik dan juga Raya setelah itu Raya dan juga Stevan.


Tasya menoleh ke arah suami nya.


"Kakak tidak ingin mengucapkan sesuatu untuk ku?" tanya Tasya.


Tasya tersenyum.


Dia mencium pipi suami nya.


"Terimakasih Suami ku." ucap Tasya.


Semua melihat kedekatan mereka senyum-senyum sendiri.


"Humm.. kue nya cukup enak ternyata Riski sama Kakak pandai bikin kue juga yah." ucap Tasya.


"Adik kamu Hanya memberantak kan dapur saja dia tidak membantu." ucap Darel melihat Riski nya tadi menyombong dengan wajah songong.


"Kamu bersihkan dapur." ucap Tasya pada Riski.


"Kakak juga bantuin!" ucap Tasya pada Darel.


Darel menghela nafas panjang.


Di malam hari nya Darel baru saja masuk ke kamar dan melihat Tasya yang baru saja selesai memandikan anak-anak.


"Humm anak Papah udah ganteng dan cantik aja nih." ucap Darel duduk di samping Tasya sambil membawa Stevan ke gendongan nya.


"Hummm tapi Mamah nya Masih bau!" ucap Darel mencium leher Tasya.

__ADS_1


Tasya Menatap sinis pada suami nya.


"Aku belum mandi. Lebih baik Kakak mandi sana kakak seperti membawa dapur ke Sini sangat bau." ucap Tasya.


"Kamu tega banget sih ngatain suami kamu sendiri." ucap Darel.


"Udah awas ah kalau kakak gak mau mandi aku mau mandi duluan."


"Ikut yah." ucap Darel dengan wajah memohon.


Tasya diam saja mengabaikan Darel. Darel dengan cepat mengikuti Tasya ke kamar mandi namun Tasya malah mendorong nya keluar.


"Papah harus lebih semangat untuk mendapatkan Hati Mamah." ucap Raya.


"Maka nya bantuin dong nak." ucap Darel. Raya tersenyum.


"Aku gak bisa bantu Papah, Papah harus berusaha sendiri lah." ucap Raya.


"Apa kamu gak ingin punya Dedek dari Mamah Tasya?" tanya Darel.


Namun tiba-tiba Tasya keluar dari kamar mandi.


"Jangan ngomong macem-macem sama Anak kak, lebih baik kakak mandi sana." ucap Tasya mengalah.


Darel menyengir dia pun berjalan ke kamar mandi namun dia mengangkat tubuh istri nya ke kamar mandi dengan paksa, malah Darel yang habis kena tabok oleh istri nya. Raya dan Stevan tertawa.


Setelah selesai mandi Darel berbaring di samping Tasya yang sedang menemani Stevan melihat-lihat gambar di buku.


"Perut kamu masih sakit?" tanya Darel memegang perut Tasya namun Tasya terkejut sehingga menepis tangan Darel.


"Jangan pegang-pegang yah!"


"Huff tunggu saja kalau kita sudah menikah resmi akan kakak pegang semua tubuh kamu." ucap Darel.


"Tidak bisa! Karena aku tidak mengijinkan nya."


"Tidak ada penolakan kamu harus memberikan tubuh kamu untuk kakak seutuhnya dan semua ini adalah milik kakak." ucap Darel.


Tasya melihat tatapan Darel membuat nya merinding.


"Tolong buatin Susu untuk Stevan dong kak, aku males banget bergerak." ucap Tasya.


"Baik nyonya muda Darel." ucap Darel. seketika mendengar itu Tasya tertawa.


"Kalau kamu sudah menikah resmi secara negara orang-orang akan membuat gelar kamu seperti itu." ucap Darel.


Mampir dong ke cerita aku yang baru judul nya Kisah Gadis Piatu. di tunggu yah.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏


__ADS_2