
"Halo Ki kamu di mana? Bagaimana dengan sama Stevan?"
"Mereka sangat asik main mbak, mereka seperti nya tidak akan pulang dengan cepat." ucap Riski.
"Huff baiklah jangan terlalu larut."
panggilan pun terputus.
Tasya membalas pesan dari Bela teman nya mereka sudah lama tidak berhubungan karena Bela sangat sibuk dengan kesibukan nya sendiri.
Bela meminta Tasya untuk kembali ke Bandung namun Tasya beralasan pekerjaan nya dan minta Bela yang datang ke Pekanbaru.
Sudah di sore hari Raya dan Stevan baru pulang, dari tadi sudah menunggu mereka.
"Mamah! Kok Mamah malah di rumah? Papah mana? kata Om Riski Mamah mau jalan-jalan sama papah." ucap Raya.
"Jalan-jalan nya udah kok, Papah kembali kerja lagi."
"Oohh, Mamah tau gak tadi kamu ke permainan yang sangat ramai sekali." Raya bercerita perjalanan nya hari ini sambil masuk ke dalam rumah.
Tasya hanya tersenyum saja. Riski duduk di samping Tasya dan bersandar manja.
"Mbak aku sangat lelah." keluh Riski.
"Hayo siapa yang lari-larian sampai-sampai om Riski nya kelelahan."
Raya langsung menunjuk Stevan.
"Stevan sangat senang Non itu sebabnya dia lari-lari." ucap Bibik.
Tasya Menatap Stevan.
"Stevan lain Kali gak boleh gitu yah, ikut jalan bareng sama suster dan Bibik."
Stevan hanya diam saja dia a malah duduk di pangkuan Tasya agar tidak kena marah.
Tasya pun meminta mereka untuk mandi sama suster. Setelah mereka pergi Riski tidur dan paha Tasya.
"Kamu sudah dewasa namun tetap saja manja. Bagaimana kalau pacar kamu tau."
Riski menutup wajahnya dengan tangan Tasya.
"Biarin saja mereka tau." Riski memeluk pinggang Tasya.
"Oh iya waktu kamu pulang ke rumah Ibu sama Ayah ngomong apa?" tanya Tasya.
"Tidak ada."
"Jangan bohong!"
"Aku tidak ingin membahas nya mbak, aku sangat pusing memikirkan itu." ucap Riski.
"Baiklah Kakak tidak bertanya tentang ibu lagi. Tapi bagaimana menurut kamu hubungan mbak dengan kak Darel."
"Maksud Mbak?"
__ADS_1
"Apa suatu saat nanti Ibu sama Ayah akan memisahkan Mbak dan juga kak Darel?"
Riski bangun dia menatap wajah Tasya.
"Kenapa Mbak berbicara seperti itu? Bukan nya mbak harus menanamkan di diri mbak harus mempertahankan hubungan kalian?"
Tasya menghela nafas panjang.
"Mbak sangat takut."
Riski memeluk Tasya.
"Semua nya akan baik-baik saja." ucap Riski mengelus punggung Tasya. Tasya mengingat setelah dia menikah dengan Darel dia berlari keluar untuk mengeluarkan air mata nya.
Namun tidak sengaja dia mendengar pembicaraan antara kedua orang tua nya dengan kedua mertua nya.
Membicarakan tentang pernikahan yang baru saja selesai.
Mereka tidak ada yang setuju Sama sekali dengan pernikahan itu namun demi Amel mereka menyetujui namun dengan pembahasan hanya sampai Amel sembuh saja, namun takdir mengatakan hal lain Amel sudah terlebih dulu di panggil sama Allah.
Setelah pulang dari pemakaman Tasya juga mendengar percakapan ibu nya dengan Ibu mertua nya soal pernikahan mereka.
Ibunya meminta Tasya untuk segera bercerai karena bisa berdampak buruk bagi keluarga mereka.
Namun karena pada saat itu masih berkabung mereka tidak membicarakan soal itu dulu.
"Assalamualaikum!" Darel baru saja pulang.
"Walaikumsalam." Riski menjawab salam sementara Tasya langsung menghapus air mata nya.
"Kenapa dengan Tasya?" tanya Darel pada Riski. Riski hanya menggeleng kan kepala nya.
"Biasa perempuan kak selalu memikirkan yang tidak harus di pikirkan." ucap Riski.
"Apa dia membahas soal kakak dengan dia?" tanya Darel Riski mengangguk.
Darel menghela nafas panjang duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya.
"Kakak sendiri bagaimana tanggapan kakak?" tanya Riski.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Kakak tidak bisa bertindak sendiri karena pernikahan ini atas persetujuan keluarga, kakak takut mereka akan salah paham kalau kakak ingin memperserius hubungan ini."
"Nah itu dia salah kakak, kakak sendiri yang membuat mbak Tasya overthinking seperti itu. Itu jadi beban fikiran nya."
"Kakak tau salah kakak di mana, mungkin kalau kamu di posisi kakak sekarang kamu pasti sangat pusing."
"Aku paham kok, cuman saran ku secepat nya kakak harus mengambil keputusan. Aku juga tidak bisa membiarkan mbak Tasya seperti ini terus biarkan dia menjalani hidup nya yang semestinya."
"Apa maksud kamu meminta kakak meninggalkan Tasya?"
"Lebih baik seperti itu karena tidak ada gunanya Jika hubungan di lanjutkan tampa restu itu akan menjadi Mala petaka."
Darel menghela nafas panjang dia tidak bisa mengelak kata-kata adik ipar nya karena itu sangat lah benar.
__ADS_1
"Ya udah kakak istirahat gih, mbak Tasya juga sudah menyiapkan air mandi." Darel mengangguk.
"Bagaimana ponakan kamu tadi gak nakal-nakal kan?"
"Huff jangan di tanya lagi namanya juga anak kecil."
Darel tersenyum.
"Mereka akan sangat aktif sama kamu karena kamu dari dulu memanjakan mereka." ucap Darel. Riski tersenyum.
Darel masuk ke kamar dia melihat Tasya sedang memilih kan baju tidur untuk suami nya.
"Kamu udah mandi?" tanya Darel sambil melepas kan jas nya.
"Nanti saja setelah kakak selesai mandi." ucap Tasya.
Darel masuk ke kamar mandi tidak beberapa lama dia keluar.
"kakak sudah selesai, kamu cepat mandi gih." Darel keluar dari kamar mandi.
Tasya yang duduk di kursi melihat ke arah Darel langsung terkejut dan menutup mata nya.
"Kenapa kakak keluar telanjang seperti itu?"
Darel melihat dirinya.
"Ini tidak telanjang, kamu sangat berlebihan bahkan tidak pertama kali ini kamu melihat ini." ucap Darel.
"Cepat pakai baju."
Darel menuruti kata-kata istri nya.
"Humm dasar istri yang sangat sensitif."
"Dah selesai, kamu mandi sana." Tasya langsung bangun dan berlari ke kamar mandi. Darel hanya tersenyum saja.
Di malam hari mereka sedang makan malam bersama ramai-ramai di Meja makan.
"Kamu harus banyak makan sayur biar tambah besar dan tinggi." ucap Darel memberikan sayur ke piring istri nya.
"Papah saja yang kegedean, Mamah sudah cantik seperti itu, Mamah tampak lebih muda." ucap Raya.
"Jadi menurut kamu Papah tua berbadan besar?". Raya mengangguk.
Tasya mendengar itu langsung tersenyum entah kenapa dia paling suka saat Raya mengejek papah nya seperti itu.
"Kamu sangat jahat menertawakan suami kamu sendiri." ucap Darel pada Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***