Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 94


__ADS_3

Dia memegang botol untung saja dia membawa pipet nya sehingga tidak Sulit.


"Kakak tidak perlu kotor-kotor seperti ini, serahkan saja pada tukang bengkel nya." ucap Tasya.


"Kalau tidak turut tangan langsung mereka Akan asal-asalan." ucap Darel.


Tasya duduk di samping Darel. Dia mengambil lap tangan milik nya menghapus keringat Darel.


Darel terkejut namun dalam hati nya sangat senang, mencium aroma sapu tangan itu membuat nya tau kalau itu benar-benar milik istri nya yang Masih sangat bersih.


Cukup lama mereka di sana namun tetap saja mobil Tasya belum bisa di bawa pulang. Mobil Tasya sudah cukup lama itu sebabnya sudah banyak rusak nya Darel tidak ingin memperbaiki yang hanya terlihat saja dia pun servis semua nya agar nyaman di gunakan oleh istri nya.


"Kak lebih baik kita pulang saja yah, Raya sama Stevan pasti sudah nungguin." ucap Tasya pada Darel yang berbaring memeriksa bawah mobil.


Darel menoleh ke arah Tasya yang sedikit mengintip ke bawah.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Darel. dia pun keluar dari bawah mobil itu.


Darel meminta bantuan Tasya namun karena tangan nya kotor Tasya Tidak mau.


"Bantuin kakak Berdiri!" ucap Darel.


"Tangan kakak banyak oli nya!" ucap Tasya. Darel bangun sendiri namun tiba-tiba dengan iseng dia mencolek wajah Tasya sedikit dengan tangan kotor nya.


Tasya kaget dia langsung mencari kumpulan oli dan mengejar Darel yang berlari ke kamar mandi.


"Kakak.." panggil Tasya sudah berdiri di belakang Darel yang tengah membersihkan wajah nya dengan air. Dia menoleh ke arah Tasya namun jreng..jreng..jreng.. Pipi Darel kembali kotor karena olesan oli dari dua jari Tasya.


Tasya langsung tertawa puas melihat wajah kaget dan terdiam nya Darel.


Darel tidak mau menyerah dia menahan Tasya dan mengoles kan Wajah nya ke wajah Tasya sehingga oli berserak.


Kedua nya tertawa terbahak-bahak tidak henti-hentinya.


"Stop kak, stop!" ucap Tasya sudah sangat capek. Darel melihat wajah Tasya yang tadi nya cantik sekarang terlihat sangat lucu ketika oli ada di wajah nya.


Tasya melihat pantulan Wajah nya di cermin tepat di depan Darel.


"Aaa kakak nyebelin!" ucap Tasya. Darel tertawa.


"Sini-sini!" ucap Darel mengambil sabun menyabuni wajah Tasya.


Mata mereka bertemu. Namun Tasya berusaha untuk biasa Saja sementara Darel tersenyum dia merasa sangat senang bisa bercanda dengan istri nya sendiri setelah lima bulan.


Dia tidak pernah sedekat ini dengan istri nya.

__ADS_1


"Sudah bersih lagi." ucap Darel mencubit pipi Tasya yang kembali bersih dan sudah kering.


Tasya tersenyum. Dia melihat wajah Darel Masih kotor. Dia pun berniat melakukan hal yang sama.


Namun dia sedikit kesusahan mencapai Wajah suami nya. Sehingga Darel harus sedikit menunduk. Namun tetap saja Tasya kurang nyaman seperti itu.


Darel mengangkat Tasya dan mendudukkan nya di samping wastafel


Sekarang Tasya dengan santai menggosok wajah Darel.


"Humm akhir-akhir ini kakak seperti nya sangat rajin mencukur kumis dan jenggot, bahkan kulit kakak terlihat lebih cerah, apa kakak melakukan perawatan?" tanya Tasya.


Darel mengangguk sambil tersenyum.


"Raya selalu mengatakan kalau kakak sudah sangat Tua." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Setelah ini kakak harus menggunakan masker agar lebih segar karena oli sangat lah tidak bagus terkena ke wajah." ucap Tasya.


Darel mengangguk. Setelah wajah Darel bersih. Darel mengangkat tubuh Tasya kembali ke bawah.


"Mari pulang." ajak Tasya membawa kan semua barang-barang Darel keluar karena Darel hanya mengunakan Kaus saja dan celana.


"Mamah! Papah." panggil Raya berlari memeluk Raya dan Stevan yang di gendong pengasuh sangat heboh minta diturunkan.


"Mamah kenapa lama pulang nya?" tanya Raya.


"Humm Mamah tadi ke bengkel mobil Dulu." ucap Tasya.


"Mamah kok bisa sama papah?" tanya Raya lagi.


"Kan mobil Mamah rusak jadi papah jemput mamah kerja." ucap Tasya.


"Oohhh! Papah jadi baik yah karena takut Mamah pergi." ucap raya. Tasya menatap Darel.


"Papah memang baik dari dulu nya yah." ucap Darel membela diri.


"Papah tuh jahat sama Mamah! Hanya ke Tante Sinta saja baik!" ucap Raya.


Darel langsung diam.


"Sudah-sudah masuk dulu yok udah Magrib nih." ucap Tasya. mereka pun masuk.


Tasya mandi di kamar nya sementara Darel mandi di kamar nya juga melaksanakan sholat masing-masing.

__ADS_1


Setelah selesai sholat Tasya keluar dia bermain bersama anak-anak.


"Papah mau kemana lagi?" tanya Raya yang paling sewot Papah nya keluar malam dengan pakaian Rapi.


Tasya Langsung menoleh ke arah Darel yang juga menatap nya.


"Humm kakak pergi sebentar yah ke Club Dekat Kantor, ada acara kecil-kecilan untuk pertemuan teman lama. Kamu jangan nungguin kakak yah." ucap Darel.


Tasya berdiri dia mendekati Darel merapikan dasi nya. "Baiklah! kakak hati-hati." ucap Tasya. Darel yang di perlakukan oleh Tasya seperti itu membuat nya sedikit berat untuk pergi namun dia harus pergi.


"Assalamualaikum!" ucap Darel dan pergi.


"Walaikumsalam." jawab Tasya.


"Non! Kok malah di ijinkan sih? Kalau Bapak mau ketemu teman lama nya pasti ada Mbak Sinta di sana. Non Sama Bapak baru saja baikan nanti wanita itu mengolah pola pikir Bapak." ucap Bibik.


Tasya yang baru tau seketika menyesal membiarkan Darel pergi.


Sesampainya Darel di Club dia langsung masuk ke ruangan yang sudah khusus untuk mereka pesta.


"Akhirnya Yang di tunggu-tunggu datang juga!" ucap Pria teman Darel.


"Maaf sudah membuat kalian lama menunggu." ucap Darel duduk di samping Sinta yang menepuk kursi di samping nya.


Mereka pun minum bersama sambil bercerita. Mereka juga bermain game Siapa yang kalah dia harus mencium yang di tunjuk oleh kawan nya.


Dan kebetulan Sinta kalah, mereka meminta mencium mantan pacar nya di bagian pipi.


"Humm seperti nya kamu dengan Sinta Dekat lagi nih, seperti nya mencium di bagian pipi sudah biasa nih, bagaimana kalau mencium bibir Duda anak dua ini!" ucap teman-teman nya sambil tertawa.


Sinta hanya Tersipu malu sementara Darel tidak bisa melakukan apapun.


"Cium! cium! cium!" sokong teman-teman nya.


Namun tiba-tiba Tasya datang, semua orang menoleh ke arah Tasya yang masuk tampa Ijin dan mendekati Darel yang menatap nya bingung. Tasya langsung mencium bibir Darel..


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2