Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 236


__ADS_3

Mereka kelelahan dan akhirnya istirahat.


"Bagaimana Sayang?" tanya Darel. Tasya tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tau sebenarnya suami nya Cemburu itu sebab nya minum banyak..


Tasya memeluk suaminya, menyembunyikan wajahnya di di dada Darel.


"Aku sangat lelah, aku ingin tidur." ucap Tasya, Darel pun langsung memeluk nya dan mereka tidur.


Keesokan harinya..


Tasya bangun lebih awal karena merasa tiba-tiba mual. Namun Darel menahan pinggang nya Ketika mau beranjak.


"Mau kemana sayang?" tanya Darel dengan suara serak yang sangat berat.


"Aku tiba-tiba mual, aku mau ke kamar mandi." ucap Tasya, Darel bangun dia langsung mengangkat Tasya ke kamar mandi walaupun Masih sangat ngantuk.


"Apa yang kakak lakukan? Turun kan aku." ucap Tasya. "Kamu pasti kesakitan kalau harus berjalan sendiri ke kamar mandi, kakak akan membantu." ucap Darel.


Tasya tersenyum dia pun di turunkan di depan wastafel. Tasya kumur-kumur terlebih dahulu agar menghilangkan rasa mual nya dan setelah itu Darel memberikan gosok gigi yang sudah ada obat nya.


"Aku sangat lemas. Aku tidak bisa menggosok nya sendiri." ucap Tasya, Darel tersenyum dia pun langsung menggosok gigi Tasya sambil tersenyum.


"Oh iya sayang kita periksa kandungan kamu ke rumah sakit yok." ajak Darel. "Kenapa kak? Kan baru kemarin." ucap Tasya.


"Kakak hanya ingin melihat perkembangan nya." ucap Darel.


"Minggu depan saja Kak." ucap Tasya.


"Oohh ya udah kalau gitu gak apa-apa." ucap Darel. Mereka mandi sama-sama.


Setelah selesai selesai mandi Darel membantu Tasya mengeringkan rambut nya.


Hari ini mereka akan ke rumah sakit sama-sama.


Tasya turun bersama Darel namun ternyata Ayah dan Ibunya menunggu di bawah.


"Ibu Ayah, kalian sudah di sini sepagi ini?" tanya Tasya.


Buk Mita tersenyum.


Tasya mendekati Ibu nya dan memeluk nya. Mereka yang melihat itu tersenyum. "Kenapa ibu tidak mengabari kalau mau datang, aku bisa lebih cepat mandi nya." ucap Tasya dengan manja memeluk ibunya.


Buk Mita tersenyum dia mengelus rambut Putri nya.


"Jangan terlalu khawatir ibu menunggu lama, ibu juga baru sampai." ucap Buk Mita.


"Ibu sama ayah sudah sarapan? Ayo sarapan dulu." ucap Tasya mengajak mereka.

__ADS_1


"Mamah." ucap Raya dari atas.


"Iyah Sayang kenapa?" tanya Tasya.


"Aku juga mau ikut ke rumah sakit lihat Nenek." ucap Raya.


"Ya udah buruan mandi sama suster, jangan lupa Adek juga di bangunin." ucap Tasya.


"Oke Mah, tunggu dulu yah." ucap Raya. Tasya melihat Darel sambil tersenyum.


"Dia tau saja kalau mau pergi." ucap Tasya. Darel tersenyum.


Darel merangkul pinggang Tasya ke meja makan.


Pak Ahmad dan Buk Mita melihat Tasya dan Darel saling mencintai membuat mereka bahagia juga.


Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat ke rumah sakit.


Sekarang Buk Adel sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.


"Ibu." ucap Tasya tiba-tiba memeluk ibu nya yang tersenyum setelah melihat mereka semua datang.


"Ibu pikir Kalian tidak akan datang lagi." ucap Buk Adel. "Mana mungkin kami tidak datang buk." ucap Tasya.


Buk Adel melihat ke arah sahabat nya buk Mita.


"Kamu harus segera sembuh agar bisa berkumpul lagi dengan keluarga kamu." ucap buk Mita. Buk Adel tersenyum.


Buk Adel meminta Buk Mita dan juga suami nya Dekat ke arah nya.


"Aku tidak akan pernah tenang sebelum mengatakan ini pada Kalian. Aku ingin kalian menikah." ucap Buk Adel.


"Apa maksud ibu buk?" tanya Tasya.


"Ini adalah permintaan maaf ibu, Ibu kandung kamu sama ayah kamu saling mencintai, namun ibu datang menghancurkan cinta mereka." ucap buk Adel.


"Ayah, aku mohon ceraikan aku dan menikah lah dengan Mita, rawat Tasya dengan baik begitu juga jangan pernah lupakan Riski." ucap Buk Adel.


Buk Adel menyatukan tangan mereka berempat.


"Kita Akan keluarga selama nya, aku akan sangat bahagia kalau kamu mau melakukan apa yang aku bilang." ucap Buk Adel pada suami nya.


"Baiklah aku akan melakukan itu. Tapi aku tidak akan menceraikan kamu, aku akan meminta persetujuan kamu untuk menikah lagi." ucap pak Ahmad.


"Aku tidak ingin menjadi pengganggu di hubungan kalian, aku ingin bebas, aku ingin kita berpisah." ucap Buk Adel.


"Lebih baik turutin saja Ayah, Kalian sudah lama tidak cocok, jangan menjadikan kamu sebagai alasan untuk bertahan kalau ini sakit." ucap Riski tiba-tiba datang bersama Tiwi.

__ADS_1


Mereka bertemu di depan rumah sakit.


"Aku juga setuju Ayah menikah dengan ibu nya mbak Tasya." ucap Riski.


Akhirnya pak Ahmad setuju. Dia menjanjikan akan mengurus surat cerai secepat nya dan menikah dengan Buk Mita.


Cukup lama mereka di sana. Akhirnya mereka pulang meninggalkan Tasya dan juga Riski di sana.


Sementara Suami dan anak Tasya menunggu di dalam mobil.


"Ibu harus sembuh buk, ibu harus melihat anak ku lahir nanti." ucap Tasya. Buk Adel tersenyum sambil mengangguk. Dia mengelus perut Tasya.


"Ibu Akan Mendokan kesehatan untuk kamu dan anak Kamu, ibu Akan sembuh kok." ucap buk Adel.


Riski dan Tasya memeluk Ibu nya.


"Riski juga harus menyelesaikan kuliah kamu yah nak, jangan pernah pikirkan ibu. Kamu harus fokus pada masa depan kamu." ucap buk Adel. Riski diam dia menangis namun tidak menunjukkan pada ibu nya.


Begitu juga dengan Tasya. Mereka di peluk erat oleh Buk Adel. Namun tiba-tiba buk Adel tidak berbicara lagi, Riski dan Tasya merasa Aneh karena perut Buk Adel tidak bergerak sama sekali.


Mereka menatap wajah Ibu nya sudah terdiam tegang dan sangat pucat.


Riski memeriksa detak jantung ibu nya namun ternyata sudah tidak ada lagi.


"innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un." ucap Riski.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un." ucap Tasya, Air mata nya seketika langsung keluar ketika menutup mata ibu nya.


Riski langsung memeluk Mbak nya.


"Kita kuat mbak, kita kuat, ibu sekarang sudah tidak sakit lagi. Dia akan bertemu dengan mbak Amel di sana." ucap Riski.


Dia berusaha kuat demi Tasya. Tidak beberapa lama dokter masuk memeriksa keadaan buk Adel.


Dokter melepaskan semua alat dari badan buk Adel dan menutup nya.


Darel, pak Ahmad dan buk Mita masuk ke dalam setelah mendengar kabar itu.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2