
Darel menghela nafas panjang.
"Baik Bu aku Akan mengajari Tasya jadi lebih baik lagi. Aku minta maaf sudah membantah." ucap Darel terpaksa harus mengalah.
Dia tidak akan rela istri dan anak nya tinggal dengan Ibu Adel dan suaminya.
"Ibu akan lebih sering datang ke sini melihat istri kamu!" ucap Bu Adel.
Darel diam.
Hari semakin sore Ibu dan ayah mertua nya akhirnya nya pamit pulang.
"Ibu sama Bapak pulang dulu yah." ucap Ucap Ayah mertua nya sama Darel.
"Iyah Pak, hati-hati di jalan." ucap Darel.
"Nenek pulang yah, nanti Nenek main lagi ke sini." ucap Bu Adel pada Raya dan Stevan namun mereka sangat asyik bermain bersama Tasya.
Tasya yang mendengar nya tersenyum Ramah.
"Mereka sangat asyik main Bu. Ibu hati-hati di jalan." ucap Tasya. Ibu nya hanya diam seperti tidak merespon Tasya.
Ibu nya pun akhirnya pulang. Tasya dan Darel mengantarkan nya ke depan. Tasya mau menyalim nya namun Ibu nya seperti tidak mau hanya Ayah nya saja.
Setelah mereka pergi Darel menghela nafas panjang. Tasya menoleh ke arah Darel.
"Kenapa?" tanya Darel karena Tasya langsung menatap nya.
"Kakak kenapa menghela nafas seperti itu? Kakak lagi ada masalah?" tanya Tasya.
"Enggak kok, hanya ingin menghela nafas saja." ucap Darel.
"Oohhh." ucap Tasya.
"Papah! Papah!" panggil Raya berlari keluar.
"kenapa nak?" tanya Darel.
"Kenapa sih Nenek selalu marah-marah sama Mamah Tasya? Nenek juga melarang aku memanggil Mamah." ucap Raya.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Benar kata Raya?" tanya Darel.
"Benar kak. cuman Ibu gak ingin kalau mereka melupakan Ibu kandung nya hanya itu saja." ucap Tasya.
"Aku heran deh sama Ibu kamu dia sangat membedakan kamu dengan kakak kamu, aku ingin berbicara namun takut menyinggung perasaan nya." ucap Darel.
"Lebih baik Kakak jangan ikut campur, aku takut nanti Ibu marah sama Kakak." ucap Tasya
"Bagaimana bisa aku diam dan membiarkan istri ku sendiri di perlakukan tidak adil oleh Ibu nya." ucap Darel.
"Aku tidak apa-apa kok." ucap Tasya.
"Ya udah Raya kita mandi yok." ajak Tasya pada Raya.
"Ayo Mah. Papah gak mandi?" tanya Raya.
__ADS_1
"Nanti papah mandi, kamu mandi duluan yah." ucap Darel.
"Kamu makan dulu Sya! Kalau kamu tidak makan bisa sakit lagi." ucap Darel.
Tasya hanya mengangguk saja.
Darel mengikuti mereka masuk namun Tasya Tidak lah makan.
Darel tidak bisa mengatakan apa-apa dia hanya diam saja.
Sudah Malam Darel melihat dari tadi Tasya sama anak-anak nya tak kunjung turun. Dia ke kamar dan melihat Tasya dan anak-anak nya menonton.
"Humm kamu numpang sebentar yah kak, nanti kami akan pindah ke kamar sebelah." ucap Tasya.
"Tidak perlu! Mulai dari sekarang tidur lah di sini, kasur nya juga lebih luas." ucap Darel.
Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Kenapa kamu belum makan?" tanya Darel.
"Aku tidak selera kak." ucap Tasya.
Darel langsung keluar, tidak beberapa lama kembali membawa Nasi di piring dan juga minum.
"Kamu harus Makan! Kalau tidak makan kamu bisa sakit, Omah Akan marah sama aku." ucap Darel.
"Nanti aku Makan sendiri kak lagi asik nonton nih." ucap Tasya.
Darel menarik kursi dan duduk di samping kasur. Dia menyodorkan sendok yang berisi nasi ke arah mulut Tasya.
Tasya terkejut dia menoleh kearah Darel.
"Gak usah kak, aku bisa sendiri!" ucap Tasya mau mengambil sendok namun Darel tidak memberikan nya.
"Makan ini jangan banyak bantah." ucap Darel. Tasya menoleh kearah Raya dan Stevan yang memerhatikan dia sambil senyum-senyum.
"Ayo buka Mulut nya mah, kasihan tangan Papah udah pegal." ucap Raya. Seketika Tasya membuka mulutnya dia memakan lahap dari sendok.
"Udah biar aku aja kak." ucap Tasya karena malu.
"Biar kakak saja, maka nya kalau di suruh makan ya makan." ucap Darel.
Tasya semakin malu karena di omelin..
"Papah kaya nyuapin Raya saja." ucap raya.
"Apa kamu meledek papah?" tanya Darel. Raya langsung menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bilang Papah sudah om-om. Aku Bilang menyuapi Mamah seperti menyuapi anak nya sendiri." ucap Raya.
"Itu sama saja kamu meledek papah." ucap Darel sambil mengeliti Raya sambil tertawa kegelian.
Tasya yang melihat nya tersenyum.
"Aaaa lepasin Papah.... Mamah tolong.." teriak Raya sementara Stevan tertawa di pangkuan Tasya.
Mereka tidak berhenti bermain Tasya hanya memandangi mereka sambil tersenyum, tidak terasa nasi nya sudah habis.
__ADS_1
"Yeeeiii mamah makan habis, pasti Papah gak Akan marah lagi." ucap Raya. seketika Darel menoleh ke piring kosong.
"Kamu sebenarnya lapar Namun karena fikiran kamu menahan kelaparan." ucap Darel.
"Sok tau banget sih." ucap Tasya, namun tiba-tiba handphone nya Berdering.
"Siapa yang nelpon kamu? Kenapa tidak di jawab?" tanya Darel.
"Aku lupa bilang kalau Omah mau ngomong sama Kakak." ucap Tasya. Seketika Darel terdiam Wajah nya langsung panik.
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi?" tanya Darel.
"a-aku lupa." ucap Tasya.
"Di jawab atau enggak?" tanya Tasya.
"Terserah kamu saja." ucap Darel Wajah nya sudah panik.
Tasya menjawab dan menguatkan suara nya.
"Halo! Assalamualaikum." ucap Omah.
"Walaikumsalam Omah." jawab Tasya.
"Suami kamu sudah pulang kerja? Omah mau ngomong Sama dia." ucap omah.
Tasya menoleh ke arah Darel yang pura-pura tidak mendengar nya.
"Udah kok Omah." ucap Tasya.
"Omah mau ngomong, kasih handphone nya sama dia." ucap Omah, Tasya langsung memberikan handphone pada Darel.
"Ha-Halo omah." ucap Darel.
"Halo Darel! Kamu pasti senang istri kamu sudah pulang ke sana lagi kan?" ucap Omah.
"Iyah Omah, Maafkan aku yah Omah." ucap Darel.
"Ngapain kamu minta maaf sama omah? Kamu harus minta maaf sama istri kamu! Jangan membuat hal seperti itu lagi!" ucap Omah.
"Baik Omah." ucap Darel.
"Kalau Omah mendengar Tasya menangis karena kamu, Omah Akan jemput dia lagi." ucap Omah.
Darel terdiam.
"apa kamu mengerti?" tanya Omah.
"Baik Omah! Aku janji Akan menjaga Tasya dan tidak Akan Membuat nya sedih." ucap Darel.
"Omah pegang kata-kata kamu, awas saja kalau kamu membuat nya menangis." ancaman Omah.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
terimakasih 🙏***