Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 274


__ADS_3

"Apa aku harus menyerah? Mungkin itu juga lebih baik dengan kedua keluarga ini." ucap Tasya.


"Astagfirullah Tasya. Kenapa anak Nangis di biarin aja?' tanya Bu Mita yang baru saja masuk ke dalam karena mendengar suara tangisan Radit.


"Tasya! Tasya!" panggil Ibu nya.


"Iyah Bu ada apa?" tanya Tasya langsung masuk sambil menghapus air mata nya.


"Kamu kenapa di sana? ni anak kamu Nangis gak si liatin." ucap Bu Mita. "Maaf Bu, aku tadi tidak dengar." ucap Tasya.


"Ini nih yang bikin ibu gak bisa ninggalin kamu sendiri. Kalau pikiran kamu kacau bisa jadi saja kamu kabur. Ibu jadi khawatir kalau seperti ini." ucap Bu Tima. Tasya merasa bersalah sehingga dia diam saja.


"Bagaimana kamu akan pindah ke rumah sendiri kalau seperti ini?" tanya Bu Mita. "Maafin aku Bu, aku hanya kefikiran mbak Amel tadi." ucap Tasya.


Ibu nya menghela nafas panjang.


"apakah dia sudah minum?" tanya Ibu nya. Tasya mengangguk.


"Ya sudah kamu mandi gih sana, biar ibu bawa Radit ke bawah, jangan lupa untuk berdoa ke pada Allah." ucap Bu Mita. Tasya mengangguk.


Setelah ibu nya pergi dia duduk di pinggir kasur sambil menghela nafas panjang. Dia memegang kepala nya yang terasa sangat pusing Sekali.


"Apa aku bisa mandi? Aku takut kedinginan." ucap nya, dia pun Cuci muka dan setelah itu menukar pakaian nya.


Dia duduk di depan cermin. "Di mana-mana orang melahirkan itu terlihat gendut. Tapi kenapa aku kurusan yah." ucap Tasya.


Dia melihat leher nya. Wajah nya juga terlihat sangat pucat sekali.


"Seandainya aku berkumpul dengan keluarga ku. Aku tidak akan seperti ini." ucap Tasya.


Dia pun keluar menyusul Ibu nya.


Ternyata mereka semua ada di ruang tamu.


"Bu." panggil Tasya.


"Humm kenapa? Apakah badan kamu sudah enakan?"tanya Bu Mita.. Tasya tersenyum dia duduk di samping ibu nya.


"Bu apakah aku sudah boleh keluar? Aku sangat ingin berjiarah ke makam mbak Amel dan juga ibu Ade." ucap Tasya.


"Yang sabar yah nak, jangan sekarang dulu yah." ucap Bu Mita. Tasya paham dia pun mengangguk.


Tasya kembali ke kamar karena belum bisa duduk lama-lama dia melihat ada pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.


"Tasya ini adalah saya Mamah nya Darel. Saya peringatkan sekali lagi untuk jauhi anak Saya! Saya sudah mempunyai pengganti kamu. Jangan mencoba untuk merayu nya kembali karena itu tidak Akan terjadi." ucap Bu Tima.

__ADS_1


Tasya Terdiam dia membaca pesan itu membuat nya sangat sakit hati.


"Baiklah kalau begitu aku akan iklas." ucap Tasya.


Tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari suami nya.


"Halo Tasya kamu lagi apa?" tanya Darel.


"Halo kak, mulai dari sekarang aku rasa kakak tidak perlu lagi perduli pada ku. Aku ingin kakak melupakan kami." ucap Tasya.


Darel bingung.


"Ada apa dengan mu? Apa yang terjadi?" tanya Darel.


"Hubungan kita tidak ada lagi arti nya kalau di lanjutkan. Aku minta maaf sudah menjadi istri yang selalu membebani Kakak selama ini." ucap Tasya.


"Jangan berbicara seperti itu Tiara. Kakak sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan kamu dengan anak-anak, kakak sangat mencintai istri dan anak kakak." ucap Darel.


"Tapi aku rasa ini adalah jalan yang terbaik kak, berpisah adalah jalan satu-satunya." ucap Tasya.


"Jangan berbicara seperti itu sudah kakak bilang, kasih kakak waktu untuk menyelesaikan semua ini." ucap Darel.


"Maaf kak, aku tidak bisa lagi. Aku harap kakak juga mengerti dengan keputusan ku, aku yang akan mengurus surat cerai ketika aku sudah sembuh." ucap Tasya.


Dia langsung mematikan sambungan telepon.


"Kamu pasti bisa bangkit lagi. Kalau kamu butuh sesuatu saya akan sedia membantu kamu." ucap Candra yang berdiri di Pintu kamar.


Tasya langsung menghapus air mata nya.


"Saya sudah bilang kalau saya tidak suka Ketika kamu sedih seperti ini." ucap Candra..


"Bagaimana bisa kakak di sini?" tanya Tasya.


"Ya bisa dong karena kakak sudah dua hari tidak bertemu dengan adik kakak." ucap Candra. Tasya tersenyum.


"Nih lihat kakak bawain kue untuk kamu..Ini kue baru dari toko kue kakaka sendiri." ucap Candra.


"Wahh baik banget deh, terimakasih yah kak." ucap Tasya.


"Makan lah. untuk ibu dan bapak sudah ada di bawah." ucap Candra.


"Kamu jangan sedih-sedih yah. kakak tidak bisa melihat wanita menangis." ucap Candra menghapus air mata nya.


"Aku sudah memutuskan untuk bercerai Kak." ucap Tasya.

__ADS_1


"Kamu kuat. kamu adalah wanita yang kuat, kamu pasti Bisa." ucap Candra. Tasya menangis lagi. Candra memberanikan diri untuk mengelus kepala Tasya.


Ibu nya datang.


"Untuk apa lagi kamu menangis? Itu akan membuat kamu sakit. Sekarang kamu hanya bisa pasrah pada Allah." ucap Bu Mita.


"Kalau suami kamu tidak bisa di harap kan lagi, sudah lepas kan saja, ibu tidak ingin melihat anak ibu menangis." ucap Bu Mita.


Tasya diam. "Ibu titip Radit sama Tasya yah nak Candra. Ibu dan bapak mau mengantar kan Raya mencari peralatan belajar nya." ucap Bu Mita.


Candra mengangguk.


"Jangan sedih lagi. malu tuh di lihatin sama nak Candra." ucap Bu Mita. Tasya tersenyum terpaksa.


Setelah ibu nya pergi Tasya diam lagi dan termenung.


"Oh iya kedatangan kakak ke sini sekalian mau ijin kalau besok dan tiga hari ke depan kakak ada kerjaan jauh." ucap Candra.


"Oohh begitu yah kak." ucap Tasya. Candra mengangguk.


Di tempat lain..


"Darel duduk di sini dulu. Mamah mau membicarakan sesuatu." ucap Bu Mita.


"Kenapa lagi mah? aku sangat lelah, kepala ku pusing, Masalah aku dengan Tasya, aku akan segera mengurus nya.'" ucap Darel.


Dia langsung meninggalkan Mamah nya.


"Darel!" papah nya datang. Darel berhenti.


"Siapa yang ngajarin kamu kurang ajar seperti itu kepada orang tua?" ucap pak Yuda.


Darel menghela nafas panjang.


"Aku lelah Pah, aku capek mah, pembahasan Tiap hari ini saja. Lebih baik Mamah sama papah cari tahu seperti apa tanya, apakah dia lebih baik dari Tasya?" ucap Darel.


Mamah dan papah nya terdiam. Mereka tidak mengerti apa yang di katakan oleh Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2