Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 301


__ADS_3

"Aku akan mencoba lagi." ucap Riski. Ayu tersenyum.


"Aku sangat lapar, aku ingin ke kantin, ayo Makan ke kantin sama-sama." Ajak Ayu. Mereka ke kantin sama-sama.


Namun tidak sengaja bertemu dengan Tiwi.


"Riski.. Akhirnya kita bertemu disini juga." ucap Tiwi.


Riski tersenyum.


"Ayu kenapa kamu bisa di sini?" tanya Tiwi.


"Biasa lah Bu," ucap Ayu. Tiwi tersenyum.


"Ibu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Ayu.


"Oohh ibu tadi ada urusan di sini. Kalian mau kemana? sudah Makan belum? Ajakin ibu Makan sama-sama dong." ucap Tiwi.


"Ya udah Bu sekalian saja dengan kita. Kita juga mau ke kantin kok." ucap Riski.


Di kantin mereka membahas tentang kuliah juga.


40 Hari sudah Tasya melahirkan. Hari ini dia mau membersihkan badan nya dengan bersih.


Baru saja saja selesai mandi dia mendengar Radit menangis.


"Jangan menangis sayang.." ucap Tasya membujuk anak nya.


"Owekk..owekk..." Radit tidak berhenti menangis.


"Kenapa akhir-akhir ini Radit jadi cengeng sih. Aku jadi khawatir." ucap Tasya dia mengendong nya.


Tidak beberapa lama Bu Mita datang bersama Stevan.


"Ada apa nak? Kenapa ibu mendengar Radit menangis?" tanya Bu Mita.


"Gak tau Bu. Dari kemarin dia selalu menangis terus." ucap Tasya. "Sini ibu lihat dulu." ucap Bu Mita.


Bu Mita mengendong Radit. "Badan nya sedikit panas, bagaimana kalau di bawa periksa ke dokter saja?" tanya Bu Mita.


Akhirnya mereka pun ke rumah sakit. Setelah di periksa ternyata Radit demam tinggi setelah sampai di rumah sakit.


Dia harus di rawat untuk beberapa jam dulu.


Sementara di rumah Raya dan Kakek nya baru saja pulang.


"Kakek kemana sih semua orang? kenapa sangat sepi?" tanya Raya.


"Kakek juga gak tau. Coba kakek hubungi dulu yah." ucap Pak Ahmad. Pak Ahmad menelpon Istri nya.

__ADS_1


Setelah mendengar mereka di rumah sakit dia sangat panik sekali dia langsung membawa Raya ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi dengan Radit?" tanya Pak Ahmad.


"Gak tau Ayah. Tiba-tiba saja badan nya panas Dia akhir-akhir sangat cengeng." ucap Tasya.


"Apa suami kamu sudah tau?" tanya Pak Ahmad. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kak Darel bilang kalau dua Minggu ini dia tidak bisa di hubungi karena sangat sibuk." ucap Tasya.


Pak Ahmad Menghela nafas panjang.


Tidak beberapa lama dokter datang.


Di sore hari nya mereka pun pulang ke rumah. Keadaan Radit Masih kurang baik, Tasya sangat khawatir sekali.


"Mah minum dulu." ucap Raya datang membawa Air putih untuk Tasya.


"Terimakasih yah nak." ucap Tasya. Dia mengambil dan langsung menghabiskan nya.


Dia mengendong Radit agar bisa tidur dengan nyenyak.


"Mah Apa papah tidak boleh pulang lagi sama Nenek ke sini?" tanya Raya.


"Enggak kok sayang. Jangan berfikir seperti itu, papah pasti akan pulang sebentar lagi." ucap Tasya.


Raya naik ke atas kasur. "Aku bantuin pijat badan Mamah Yah, Mamah pasti sangat Lelah." ucap Raya. Tasya tersenyum.


"Permisi mbak." ucap Riski membuka pintu.


"Eh Riski, ayo masuk ke sini." ucap Tasya. Riski masuk.


"Tumben banget kamu cepat pulang kuliah?" tanya Tasya.


"Tadi aku dengar Radit sakit mbak, aku tidak bisa meninggal Kan mata pelajaran ku saat di rumah sakit, setelah selesai aku langsung pulang. Bagaimana keadaan Radit?" tanya Riski.


"Masih sama dek, dia masih panas namun sudah tidak terlalu lagi kok. Kau jangan terlalu khawatir seperti itu." ucap Tasya.


Riski tersenyum. Dia melihat Radit yang tidur dengan nyenyak. Riski melihat Raya yang memijit-mijit punggung Mbak nya.


"Kamu belajar aja gih. Biar om yang bantu pijat Mamah." ucap Riski.


"Besok aku libur Om, aku mau nemenin Mamah di sini saja." ucap Raya. Riski tersenyum.


"Kamu seperti nya ada masalah. Ada apa?" tanya Tasya.


"Adik kamu galau pasti karena kisah percintaan nya." ucap Tiwi yang berdiri di pintu yang tidak di. tutup.


"Tiwi. Kamu kapan Sampai di sini?" ucap Tasya. Tiwi tertawa. "Aku paling tidak bisa mendengar teman ku dalam kesusahan Apa lagi salah satu ponakan ku sakit, aku tidak Akan bisa tidur." ucap Tiwi.

__ADS_1


Tasya tersenyum.


"Bagaimana dengan Radit?" tanya Tiwi.


"Sudah lumayan kok Wi, terimakasih yah sudah mau datang, jadi gak enak saja." ucap Tasya.


Tiwi duduk di samping Tasya.


"Oh iya Maksud kamu apa tentang Adik ku?" tanya Tasya.


"Tanya saya pada orang nya sendiri." ucap Tiwi.


Tasya menoleh ke arah Riski.


"Ayu memutuskan pertemanan dengan ku. Dia memilih untuk tidak dekat lagi dengan ku." ucap Riski. Tasya terdiam terheran.


"Alasan nya apa?" tanya Tasya.


"Aku tidak tau kenapa. Aku juga tidak tau salah ku di mana, hanya karena aku tidak peka kata nya." ucap Riski.


"Kamu bilang menyudahi pertemanan? Kamu dengan dia belum jadian?" tanya Tasya. Riski menggeleng kan kepala.


"Aku rasa aku tidak pantas menjadi kekasih dia mbak." ucap Riski.


Tasya dan Tiwi sama-sama menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Tasya.


"Mbak tau sendiri dia adalah orang kaya. Dia cantik incaran semua para pria, dan bahkan dia sudah jelas masa depan nya sementara aku.." ucap Riski.


"Kamu Cemen banget sih jadi laki-laki Riski. Kamu tau kalau ayu sangat mencintai kamu, karena kamu merasa tidak pantas kamu menyakiti perasaan Kalian masing-masing.' ucap Tiwi.


"Tapi Bu." ucap Riski.


"Tidak ada tapi-tapian lagi. Mbak Bilang kamu sangat bodoh. Ayu sangat baik dia juga terlihat sangat mencintai kamu. dia meninggal kan kamu karena merasa kamu menggantung hubungan kalian!" ucap Tasya.


Riski diam. "Sekarang kamu harus pergi menemui dia." ucap Tasya. "Mbak aku tidak berani." ucap Riski.


"Kenapa kamu jadi seperti ini sih? Jadi pria harus berani bertanggung jawab, kamu sudah sejauh ini dengan Ayu tidak boleh menyerah. Mbak sangat mendukung kamu dengan ayu." ucap Tasya.


Riski langsung semangat karena mbak nya.


"Doain aku yah mbak," ucap Riski dia pun langsung berlari keluar. Ibu, ayah dan kekasih Tiwi yang melihat itu Heran.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2