Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 25


__ADS_3

"Huss Ngomong apa sih Raya cantik, gak boleh gitu, Tante sayang sama Raya sayang juga Sama Stevan." ucap Tasya.


"Enggak! Hanya mamah yang sayang sama aku." ucap raya.


Tasya berusaha untuk sabar.


"Ya udah Tante minta maaf kalau sudah marah sama Raya, tapi raya sebagai kakak harus mengalah dong sama Adik." ucap Tasya.


Raya hanya diam saja.


"Ya udah kalau Raya gak mau maafin Tante. Tapi Raya makan dulu Yah." ucap Tasya.


Raya menggelengkan kepalanya. Tasya diam sambil menatap Tasya.


"Ayo Raya makan! Nanti kalau kamu tidak Makan Terus sakit Tante yang akan kena marah sama papah." ucap Tasya.


"Aku gak mau! Gak mau." ucap raya. Akhirnya Tasya keluar dari pada dia marah dia bukan wanita yang sabar mau bagaimana pun dia tidak sesabar wanita lain atau kakak nya.


Tasya memilih keluar.


Dia menemani Stevan di bawah.


Karena kepala nya sedikit pusing di rumah dia membawa Stevan keluar rumah mereka bermain di halaman yang penuh dengan bunga-bunga.


Tasya main-main di warung di samping Rumah Darel, namun karena tidak tega meninggalkan Tasya mereka kembali karena hari semakin siang.


Sampai di rumah Tasya membujuk Raya lagi namun dia tetap tidak mau.


Tasya hanya memberikan Stevan makan. Waktu nya tidur siang Raya malah ketiduran di lantai.


Tasya yang menemani Stevan tidur hanya bisa melihat raya.


Dia sudah paham Sifat raya seperti apa, di saat dia merajuk seperti itu hanya bisa di Diam kan saja.


Kalau semakin di Bujuk dia semakin melawan.


Tidak beberapa lama Darel pulang. Dia masuk langsung ke kamar.


Dia kaget melihat Raya tidur di dekat pintu di atas karpet.


Tasya menatap Darel.


"Dia kenapa?" tanya Darel dengan pelan pada Tasya.


Tasya perlahan bangun karena merasa Stevan sudah nyenyak.


Darel memindahkan Raya ke tempat tidur. Tasya hanya melihat nya saja.


"Ayo bicara di luar." ucap Darel dengan lembut menarik tangan Tasya.


"Nanti Stevan bangun kak." ucap Tasya.


"Kakak lapar, saat nya kamu menemani kakak." ucap Darel menarik tangan Tasya keluar.

__ADS_1


"Raya seharian gak makan Kak. Aku khawatir." ucap Tasya.


"Dia tadi nelpon kakak, kata nya kamu marahin dia dan menyimpan foto mamah nya." ucap Darel.


"Aku bukan bermaksud marahin dia kak, tapi mereka rebutan sama Stevan, bagaimana aku tidak kesal hanya karena foto saja aku tidak bisa masak Stevan terus saja menangis." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Duduk dulu! Kamu jangan emosi dulu aku hanya bertanya." ucap Darel.


"Aku tau Kakak pasti Akan marah kalau ini menyangkut Kak Amel." ucap Tasya.


Tasya membuang pandangan nya.


"Iya-iya kakak yang salah, kamu jangan cemberut lagi." ucap Darel.


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Kenapa Kakak jadi yang mengaku salah." ucap Tasya.


"Maka nya kalau lagi berbicara tuntaskan dulu baru ambil keputusan mau marah atau ngambek." ucap Darel.


"Huff aku serius kak, aku bukan kak Amel yang kuat dan sabar menghadapi anak kecil, Raya bilang aku terus membela Stevan." ucap Tasya.


"Kenyataan nya gitu kan?" ucap Darel. Tasya memukul lengan suami nya.


"Aku tidak membela nya kak, karena dia tidak tau apa-apa aku juga selalu menasehati dan mengajari nya." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia memegang pipi Tasya.


"Kamu tau sendiri raya seperti apa, karena di a sering di manja mamah nya dia jadi seperti itu, yang Sabar yah." ucap Darel.


Tasya melepaskan tangan Darel dari pipi nya.


"Mereka masih anak kecil sya, wajar saja mereka seperti itu." ucap Darel.


Tasya diam.


"Sudah dong jangan ngambek lagi." ucap Darel.


Tasya tetap diam.


"Kamu sama saja seperti raya Tukang ngambek." ucap Darel lagi-lagi Tasya memukul lengan Darel.


"Aku gak ngambek yah kak." ucap Tasya, Darel tertawa.


"Ya udah kalau begitu ayo Makan sama, aku beliin bakso untuk kamu, kata Amel bakso adalah makanan favorit kamu juga." ucap Darel.


"Aku tidak mau, aku sedang tidak lapar." ucap Tasya.


Darel menarik tangan Tasya ke Meja makan.


"Tidak ada penolakan, kalau kamu sakit kakak juga yang repot." ucap Darel.

__ADS_1


Tasya melihat bakso Dan makanan yang lain nya di atas Meja membuat nya lapar.


Sedikit gengsi namun bakso nya juga Habis.


"Kamu pasti belum masak kan? Aku sudah beliin KFC untuk Raya. Dan untuk Stevan Bubur Ayam." ucap Darel.


"Hampir setiap hari kita beli makanan di luar seperti ini. Kakak gak apa-apa?" tanya Tasya.


"emang kenapa?" tanya Darel.


"Aku tau kakak sangat menjaga kesehatan Stevan dan Raya bahkan kakak tidak pernah Makan di luar." ucap Tasya.


"Kenapa kamu harus memikirkan semua nya Sih, nanti kalau kamu banyak fikiran bisa kurus loh." ucap Darel.


"Huff aku serius." ucap Tasya.


"Kakak tau mana yang bagus dan bersih." ucap Darel. Tasya pun terdiam.


"Oh iya Kartu yang kakak kasih kenapa belum di pakai? Kakak memberi kan itu agar kamu bisa memakai nya." ucap Darel.


Tasya diam.


"Humm baiklah Kakak mengerti, kamu sengaja kan mau mempermalukan kakak sama Opah dan Omah." ucap Darel.


"Enggak! enggak kok kak, aku tidak berniat seperti itu." ucap Tasya.


"Lalu? kenapa kamu tidak memakai nya, kalau bisa kamu kirim juga berapa mau kamu ke Opah sama Omah," ucap Darel.


"Makasih kak, aku akan memakai nya." ucap Tasya. Darel tersenyum dia sengaja menuduh Tasya agar Tasya mau memakai uang nya.


"Oh iya besok hari Minggu kan?" ucap Darel, Tasya mengangguk.


"Mamah sama papah kamu meminta kita ke sana, Kamu mau kan?" Tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Iyah kak aku mau, aku juga mau Ijin sama papah melamar jadi dosen." ucap Tasya.


Darel tersenyum sambil mengangguk. Setelah selesai makan Darel membangunkan Raya untuk Makan.


Raya tidak pernah tidak mendengar kan perintah papah nya akhirnya dia pun mau makan.


Tasya dan Stevan pergi mandi karena hari sudah sore.


Tidak beberapa lama mereka turun ke bawah dan melihat Tasya yang Makan sambil di nasehati oleh Darel.


Tasya membawa Stevan duduk di ruang tamu. setelah selesai makan Darel memandikan Raya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2