
Bu Tima sangat terkejut, suami nya baru saja pulang dari rumah sakit namun sekarang sudah sakit lagi, dia semakin pusing.
Di malam hari nya dia sudah tidak bisa berfikir jernih lagi. Bu Tima menangis mengingat betapa bodoh nya dia karena tidak mau mendengar kata-kata anak nya.
"Aku harus meminta bantuan Tasya untuk membujuk Darel. Tidak ada pilihan lain lagi." ucap Bu Tima dengan semangat.
"Namun... Apa dia Masih mau membantu ku? Setelah semua yang aku lakukan?" ucap Bu Tima.
Dia mengingat betapa jahatnya mulut nya terhadap menantu nya itu.
"Tapi kalau tidak seperti itu mana mungkin Darel mau membantu orang tua nya." ucap Bu Tima lagi.
Akhirnya dia bernekat untuk meminta bantuan menantu nya.
Keesokan harinya..
"Mamah." ucap Darel dia kaget melihat Mamah nya sudah ada di ruang tamu bersama Mertua nya.
"Mamah ke sini mau minta bantuan kamu nak, sekarang Papah di rumah sakit." ucap Bu Tima.
Darel terdiam sejenak.
"Mamah minta maaf sudah banyak berbuat salah pada kamu. Mamah mohon bantu perusahaan papah." ucap Bu Tima memohon.
Tasya keluar membawa Radit, dia kaget melihat mertua nya sudah ada di sana.
"Tasya Mamah mohon bujuk Darel untuk membantu Mamah, Mamah sangat butuh bantuan. Hanya dia Mamah bisa minta tolong." ucap Bu Tima.
Tasya memegang tangan suami nya.
"Mamah minta Maaf pada kamu, Tasya dan semua yang telah mamah sakitin, Mamah minta maaf." ucap Bu Tima sambil menangis.
Namun Darel sama sekali tidak menunjukkan rasa iba.
"Tasya.." ucap Bu Tima mau memegang Tasya namun Darel langsung berdiri di depan Tasya.
"Aku rasa bantuan ku tidak penting untuk mamah dan papah.. Bukan kah papah dan mamah bisa melakukan semua nya sendiri?" tanya Darel.
Bu Tima Menggeleng kan kepala nya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu nak? Ini Mamah kamu tua yang melahirkan kamu." ucap Bu Tima.
"Kalau Mamah adalah orang tua ku Mamah pasti mengerti dengan aku, menghargai aku, tidak menjadi kan aku sebagai budak yang bisa Mamah jodoh kan dengan orang lain demi kepentingan Mamah dan papah." ucap Darel.
Bu Tima terdiam.
"Lebih baik Mamah kembali ke Dubai. Aku tidak bisa membantu Mamah." ucap Darel.
__ADS_1
Bu Tima mau berbicara namun Darel sudah tidak mau mendengar kan nya. "Lebih baik Mamah pergi. Aku minta maaf." ucap Darel.
Bu Tima terlihat sangat sedih namun ini semua adalah kesalahan nya. Dia sudah membuat kesalahan besar, dia mengajari anak nya jadi seperti ini. Tidak ada yang perlu di sesalkan lagi.
"Baiklah mamah akan pergi. Mamah minta maaf pada kamu, Tasya dan juga orang tua Tasya." ucap Bu Tima.
Dia terlihat sangat sedih, kecewa, malu karena mereka semua hanya diam saja seperti tidak perduli pada nya.
"Saya minta maaf pada bapak, ibu, saya sangat menyesali perbuatan saya." ucap Bu Tima. Setelah itu dia pun pergi meninggalkan rumah itu sambil menangis.
"Kak, aku kasihan pada mamah." ucap Tasya.
Darel diam saja.
"Sudah waktunya kakak berangkat bekerja, kakak berangkat yah." ucap Darel. Dia pun langsung pergi meninggalkan Tasya dan juga mertua nya.
"Ibu, ayah bagaimana ini?" tanya Tasya khawatir.
"Kamu bujuk saja suami kamu agar membantu orang tua nya." ucap Pak Ahmad.
"Tapi ayah..." ucap Tasya.
"Kalau kamu mendukung nya dia pasti mengerti." ucap Pak Ahmad. Tasya pun terdiam.
"Ya udah kalau begitu, Ayah berangkat kerja dulu yah." ucap Pak Ahmad. Tasya dan Bu Mita menyalim tangan nya.
"Iyah Bu, aku mengerti kok, makasih sudah mengajarkan aku hal yang baik." ucap Tasya. Bu Mita tersenyum.
"Oh iya Riski mana Bu?" tanya Tasya.
"Loh kamu lupa? Hari ini adalah hari pertama dia kuliah. Dia sangat bersemangat sekali." ucap Bu Mita.
Tasya tersenyum. "Aku lupa Bu." ucap Tasya.
Di Kampus Ayu menunggu Riski di depan.
"Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggu dari tadi." ucap Ayu. Riski tersenyum.
"Maafin aku sudah membuat kamu lama menunggu m ayo masuk." ajak Riski. Ayu mengangguk.
Ayu dengan Riski beda kelas karena jurusan mereka berbeda.
"kamu semangat yah." ucap Riski pada Ayu. Ayu tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu juga semoga nyaman dan betah, semoga cepat bisa menyesuaikan diri." ucap Ayu. Riski tersenyum.
"Ya udah kamu masuk gih." ucap Riski. Ayu mengangguk. Setelah itu dia pun berjalan ke kelas nya.
__ADS_1
"Selamat pagi semua nya. Kenalin ini Riski....." Dosen memperkenalkan Riski. Setelah itu dia pun langsung duduk di kursi nya.
Sebenarnya pindah ke sana sangat merugikan dia karena harus memulai lagi semua nya, namun ini cukup nyaman membuat hati nya tenang.
Di kantor Darel baru saja selesai meeting.
"Pak Darel ini Kopi untuk bapak." ucap Ajeng. Namun Darel hanya diam termenung saj duduk di kursi nya.
"Pak." panggil Ajeng.
"Iyah Ada apa?" tanya Darel.
"Ini Kopi untuk bapak." ucap Ajeng. "Terimakasih banyak Ajeng." ucap Darel.
Ajeng Duduk di depan Darel.
"Seperti nya bapak lagi dalam masalah. Kelihatan sekali dari tadi bapak hanya diam, tidak tersenyum. Bahkan menyudahi meeting begitu cepat. Ada apa pak?" tanya Ajeng.
Darel menatap Ajeng.
"Orang tua saya meminta bantuan saya untuk membantu mereka di perusahaan. Dan sekarang papah sakit." ucap Darel.
"Ya ampun.." ucap Ajeng.
"Jadi apa yang bapak pikir kan? Bukan kah ini saat nya bapak membantu mereka? Membuktikan kalau bapak berarti dan mereka bisa menghargai bapak." ucap Ajeng.
"Tidak seperti itu Ajeng, saya tidak bisa melupakan perbuatan mereka terhadap istri dan keluarga istri saya." ucap Darel.
"Tidak baik seperti itu pak. Mereka adalah orang tua bapak." ucap Ajeng. "Bapak pasti berfikir kalau istri Bapak Akan membenci bapak kalau membantu orang tua bapak kan?" tanya Ajeng. Darel terdiam.
"Saya yakin Bu Tasya Bukan wanita seperti itu, dia adalah orang yang baik, dia pasti sangat kefikiran tentang orang tua bapak." ucap Ajeng.
"Kamu benar Ajeng." ucap Darel.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi Dulu Pak." ucap Ajeng.
Ajeng pun Keluar dari ruangan itu.
"Seandainya Mamah dan papah bisa menghargai Aku, aku mungkin tidak akan membiarkan ini terjadi, namun Mamah sama papah tidak pernah menghargai aku." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author. jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***