Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 67


__ADS_3

Namun setelah keluar dari kamar mandi, Bu Tima datang.


"Darel! Makan dulu yah habis tuh baru minum obat." ucap Bu Tima.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Humm biar aku aja Bu yang menyuapi kak Darel, ibu istirahat saja!" ucap Tasya.


"Yakin gak apa-apa nih? seperti nya kamu seharian ini tidak ada istirahat, Wajah kamu terlihat sangat lelah." ucap Bu Tima pada Tasya.


Tasya tersenyum dia mengambil tadah tempat nasi dari tangan Mertua nya.


"Gak apa-apa kok buk." ucap Tasya.


"Ya udah kalau gitu ibu tinggal dulu yah. Oh iya Darel belum bisa mandi sendiri, jangan biarkan mandi sendiri an yah." ucap Buk Tima. Tasya hanya mengangguk saja.


Tasya duduk di pinggir kasur mengunakan kursi yang ada di sana.


Darel pun duduk.


"Biar kakak sendiri saja gak apa-apa kok." ucap Darel. Tasya menatap Darel.


"Jangan pura-pura kuat deh kak, duduk saja kakak Masih di bantu. Bagaimana bisa makan sendiri." ucap Tasya. Darel terdiam.


Dia melihat bubur yang ada di dalam mangkuk putih.


"Tiap Hari kakak selalu memakan makanan yang lembek, kakak sudah Bosan dan juga enek." ucap Darel.


"Namanya juga sakit kak, ini juga demi kesehatan kakak sendiri." ucap Tasya. Dia menyuapkan bubur pada Darel.


Baru dua sendok saja dia sudah mengatakan cukup.


"Cukup! cukup! Kakak mau muntah." ucap Darel. Tasya langsung memberi kan Air minum.


"Kakak tidak mau lagi!" ucap Darel.


"Kakak baru saja makan dua sendok." ucap Tasya. Darel menutup mulutnya dengan tangan nya.


"Gak Mau!" ucap Darel.


"Sedikit lagi saja kak." ucap Tasya.


Darel tetap gak mau dia menggeleng kan kepala nya.


"Kalau kakak tidak Makan banyak bagaimana mau cepat sembuh." ucap Tasya. Darel membuang pandangan nya.


"Humm kalau kakak makan lebih banyak aku janji Akan merawat kakak sampai sembuh." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya.

__ADS_1


"Sudah tugas kamu seorang istri menjaga suami nya." ucap Darel.


"Yah kakak kan tau sendiri dua hari lagi aku Akan aktif menjadi dosen." ucap Tasya.


"Kalau kakak mau Makan banyak, aku Akan mengundurkan beberapa hari untuk masuk ke kampus." ucap Tasya.


Darel terdiam.


"Humm ya sudah kalau kakak tidak mau!" ucap Tasya mau pergi namun di tahan oleh Darel.


"Baiklah! Tapi kamu harus merawat kakak sampai lebih baik baru kamu mulai kerja!" ucap Darel. Tasya tersenyum dia pun mengangguk.


Dia tidak keberatan karena itu sudah tugas nya, dan kalau masalah ijin sebenarnya masih dalam proses perkenalan jadi tidak masalah jika di undur.


"Kalau begitu kakak harus makan lebih banyak!" ucap Tasya menyuapi Darel.


Sebenernya Darel Masih mau namun dia hanya ingin bermanja-manja saja pada istri nya itu.


Tidak Beberapa lama Bubur itu pun Habis.


Saat nya minum obat. Darel yang jarang sakit tidak pernah minum obat sebanyak itu membuat nya kesusahan meminum semua obat itu dan lagi rasa nya sangat pahit.


Tasya merasa iba dengan Darel sangat kesulitan karena sakit. Tasya membersihkan mulut Darel sampai bersih.


"Kakak tunggu sebentar yah aku akan mencari kan pakaian ganti." ucap Tasya. Karena baju yang tadi sudah kotor lagi.


"Nih." ucap Tasya setelah sudah mendapatkan piyama untuk Darel.


"Sssstt!!!" tiba-tiba Darel merasa kesakitan saat mau berbaring.


"Kenapa kak?" tanya Tasya langsung.


"Leher kakak sangat sakit!" ucap Darel.


"Seperti nya kakak tidak bisa lama-lama duduk, sini biar aku bantu pijitin." ucap Tasya memijat leher Darel dengan pelan-pelan.


"Ya ampun tangan Tasya kenapa sangat lembut, pijitan nya juga sangat enak." batin Darel.


"Bagaimana kak sudah mendingan?" tanya Tasya, Darel menggeleng kan kepala nya.


"Aaahh Masih sangat sakit.." ucap Darel tiba-tiba merintih padahal dari tadi diam saja.


Tasya terus memijit-mijit, Darel melihat Tasya seperti nya kelelahan dia pun meminta nya untuk istirahat.


"Lebih baik kamu istirahat saja, kakak bisa mengurus nya kok, sekarang sudah lebih baik." ucap Darel..


"Tapi leher kakak seperti nya masih tegang." ucap Tasya.


"Udah tidak apa-apa. Kakak sudah lebih baik, makasih yah." ucap Darel dia berusaha untuk tidur menghadap ke arah Stevan.

__ADS_1


Laura pun ikut tidur, Darel memandangi nya dia langsung melihat ke atas sampai dia ketiduran begitu juga dengan Darel ketiduran meletakkan kedua tangannya di pipi nya.


Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal, karena di bawah pasti banyak orang dia tidak enak sehingga dia bangun jam lima dan sebelum keluar sholat dulu.


"Baru saja selesai sholat ternyata Darel sudah bangun.


"Loh kakak sudah bangun saja?" ucap Tasya. Darel mengangguk.


"Apa Kakak mau ke kamar mandi?" tanya Tasya, Darel mengangguk. Tasya dengan sigap membantu Darel berdiri berjalan ke kamar mandi.


"Kalau kakak belum bisa panggil aku yah." ucap Tasya, Darel masuk.


"Tasya! Tasya!" panggil Darel saat Tasya menunggu di depan kamar mandi.


"Ada apa kak?" tanya Tasya.


"kepala kakak sangat pusing." ucap Darel dia langsung memeluk Tasya. Tasya dengan sekuat tenaga menahan badan Darel yang besar agar tidak jatuh.


Tasya langsung membawa keluar.


"Hati-hati kak " ucap Tasya pada Darel. Darel tidak kunjung melepaskan badan Tasya. sampai ke tempat tidur dia memeluk nya Terus.


"Kakak jangan kemana-mana dulu, kakak di sini saja!" ucap Tasya, dia membuat bantal di belakang Darel.


Darel menahan tangan Tasya yang hendak pergi.


"Jangan pergi!" ucap Darel dengan lirih menatap Tasya.


"Aku mau keluar memasak sarapan pagi." ucap Tasya.


"Di luar Masih banyak orang yang mau memasak itu, kamu di sini saja! Aku butuh kamu." ucap Darel.


Darel meminta Tasya untuk duduk dan Darel berbaring di Paha Tasya. Sebenernya Tasya sedikit risih namun dia tidak bisa menolak nya.


Tasya mengelus rambut Darel yang halus.


"Kakak hari ini lebih baik istirahat total di kamar saja, aku khawatir kalau luka sakit kakak semakin parah." ucap Tasya.


Darel mengangguk.


"Baiklah! tapi kamu harus menemani kakak." ucap Darel. Namun tiba-tiba Stevan terbangun dia merengek-rengek.


Tasya terpaksa mengawas kan Darel dan menepuk-nepuk Pantat Stevan sebentar.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2