
Darel yang di cium oleh istri nya Seketika meleyot dan Baper dia senyum-senyum sendiri melihat lipstik istri nya sedikit tertinggal di bibir nya.
Dari mobil Darel melihat Tasya di susul oleh Pria berbadan tinggi dan terlihat masih muda dan tidak asing di mata Darel.
"Sudah berapa kali aku melihat nya dengan Tasya. Apa hubungannya dengan istri ku." batin Darel.
"Aku tidak boleh terlalu posesif, aku harus belajar menghargai pekerjaan istri ku agar kami nyaman satu sama lain, setidaknya dia belum melampaui batas."
Darel mencoba untuk berfikir dewasa.
"Tasya!" panggil Candra. Tasya yang tidak sadar ada pak Candra dia langsung berhenti ketika di panggil.
"Iyah Pak!"
Tasya menoleh ke arah Candra.
"Selamat pagi, kamu sudah sarapan?"
"Pagi juga pak, saya sudah sarapan di rumah."
"Oohhh."
"Sudah tiga hari Bapak tidak datang ke kampus, apa yang terjadi? Apa Bapak sehat-sehat saja."
"Oohh kebetulan saya ada kerjaan di luar, saya sehat."
"Ya sudah kalau begitu saya langsung ke kelas yah Pak." ucap Tasya meninggalkan Candra.
Candra belum selesai berbicara langsung masuk tinggalkan oleh Tasya memanggil nya lagi dia segan.
Tadi nya dia mau memberikan Kue pada Tasya.
"Tolong bawa ini ke Dosen Tasya." ucap Candra pada mahasiswa yang hendak masuk ke kelas nya.
"Baik pak."
Mahasiswa itu membawa kan nya pada Tasya. Tasya kebingungan kenapa Candra memberikan nya kue.
"Cieee ada yang baru di kasih kue nih sama Pak Candra." goda mahasiswa. Tasya tersenyum.
"Pak Candra akhir-akhir ini beda banget Loh Bu. Biasanya dia sangat jarang ke Kampus namun sekarang paling lama tidak datang hanya tiga hari saja."
"Masa iya sih? Kelihatan dia biasa-biasa saja."
"Seperti nya pak Candra suka sama ibu deh."
"Hus ngomong apa sih." ucap Tasya.
"Masa iya gak peka sih, kami saja yang melihat nya sudah tau dari cara dia memperlakukan ibu."
"Tapi ibu sama pak Candra tidak ada hubungan lebih, mungkin Ibu juga tidak mau terlalu dekat karena ada hati yang harus di jaga."
"Apa!! Ibu sudah punya pacar?" semua nya kaget Tasya senyum-senyum.
"Ssstt!! Jangan kuat-kuat." ucap Tasya.
__ADS_1
"Kami sudah menduganya, seorang dosen yang cantik, baik dan pintar masa iya gak punya pacar." ucap Ayu.
Tasya tersenyum.
"Tapi jangan bilang siapa-siapa." ucap Tasya.
"Bagaimana dengan Pak Candra buk? Seperti pak Candra sudah tergila-gila pada Ibu."
"Ibu tidak merasa sama sekali dia suka sama ibu karena banyak orang lain yang bersifat baik pada ibu."
Semua nya Menghela nafas panjang.
"Ternyata kami mempunyai dosen cantik yang tidak peka." ucap mahasiswa paling depan sambil memegang kepala nya.
"Tapi ya sudahlah kita tidak bisa melarang orang suka sama Kita itu adalah hak mereka." ucap Tasya.
"Sudah-sudah jangan bahas itu lagi, ayo kita mulai mata kuliah hari ini."
Tidak beberapa lama selesai mata kuliah pertama, Tasya menyusul Tiwi di Kantin.
"Nih untuk kamu!" ucap Tasya memberikan kue pada Tiwi karena dia sangat suka dengan kue.
"Wahhh kelihatan nya enak nih." ucap Tiwi Membuka plastik.
"Apa? Ini kue dari toko Pak Candra?" tanya Tiwi.
"Gak tau, aku di kasih sama pak Candra." ucap Tasya.
"Ya ampun Tasya! Bisa-bisa nya kamu kasih ke aku pemberian dari orang kamu sama sekali tidak menghargai orang tersebut." ucap Tiwi.
"Kue dari toko Pak Candra adalah yang paling enak dan harganya juga tidak main-main."
"Pak Candra punya toko kue?"
Tiwi mengangguk.
"Selain toko kue yang terkenal dia juga punya dan restoran, Cafe dan tempat kuliner lain nya, dia mempunyai hotel, apartemen serta pabrik Sawit." ucap Tiwi.
"Wahhh aku salut banget sama kamu, kamu sangat banyak tau tentang pak Candra." ucap Tasya.
"Justru kamu yang sangat beruntung di dekati oleh orang seperti pak Candra, dia adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya dan sangat terpandang. dia juga sangat Tampan." ucap Tiwi.
"Jangan lupa kalau aku sudah punya suami dan aku mencintai suami ku." ucap Tasya langsung.
Seketika Tiwi tersenyum.
"Sudah berani nih bilang cinta, sekuat apa sih Om-om itu mengambil hati seorang Dosen Tasya yang terkenal ramah dan pintar." ucap Tiwi.
Tasya hanya menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
"Aku dukung kamu sama suami kamu." ucap Tiwi.
"Terimakasih banyak Wi, doakan saja hubungan kami langgeng terus."
"Tapi kalau Pak Candra aku juga mendukung untuk jadi selingkuhan kamu." ucap Tiwi Seketika tangan Tasya melayang ke paha nya yang besar.
__ADS_1
"Plakk!!!""
"Auhhh.. sakit."
"Tau sakit kan? Maka nya jangan ngomong seperti itu." ucap Tasya kesal. Tiwi pun hanya tersenyum.
"Tasya!"
Tiwi dan Tasya langsung menoleh ke arah suara itu.
"Wahh Pak Candra panjang umur, baru saja kita membicarakan nya." ucap Tiwi.
Candra mendekati mereka.
"Kalian sudah minum?" tanya Candra.
Tiwi menggeleng kan kepala nya.
"Nih kebetulan supir saya keluar dan memesan minuman ini untuk kamu sama Tiwi."
"Humm makasih yah pak, kalau begitu Bapak sama Tasya berbicara lah dulu, saya ada urusan." Tiwi langsung mengambil minum nya dan pergi.
Tasya yang di tinggal merasa jengkel namun dia juga harus merespon Candra.
"Humm malam ini Kamu Sibuk gak?" tanya Candra.
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Boleh gak Saya main ke rumah kamu?"
Tasya terdiam.
"Ngapain pak? Kebetulan saya tidak tinggal dengan orang saya."
"Oohhh begitu, saya mau silaturahmi saja ingin mengenal keluarga kamu."
"Lain kali saja yah pak kalau mereka ada di Pekanbaru."
"Baiklah tidak masalah."
Tasya mencoba membuka tutup minum nya namun kesusahan, Candra peka dia langsung membantu Tasya.
"Terimakasih!"
Candra tersenyum.
"Ya ampun yang di katakan Tiwi benar yah kalau Pak Candra ganteng banget apalagi kalau dia tersenyum kegantengan nya bertambah." batin Tasya.
"hus aku Mikir apa sih? ingat suami sama anak di rumah." Tasya menepis pikiran nya namun dia benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ketampanan Candra.
fisik nya nyaris sempurna. Candra adalah tipe Tasya sekali hidung mancung, Gigi rapi dan juga rambut yang rapi. Badan Candra tinggi dan kekar. mata nya sangat bersih wajah yang mulus terawat.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***