
Darel meminta Tasya untuk duduk dan Darel berbaring di Paha Tasya. Sebenernya Tasya sedikit risih namun dia tidak bisa menolak nya.
Tasya mengelus rambut Darel yang halus.
"Kakak hari ini lebih baik istirahat total di kamar saja, aku khawatir kalau luka sakit kakak semakin parah." ucap Tasya.
Darel mengangguk.
"Baiklah! tapi kamu harus menemani kakak." ucap Darel. Namun tiba-tiba Stevan terbangun dia merengek-rengek.
Tasya terpaksa mengawas kan Darel dan menepuk-nepuk Pantat Stevan sebentar.
Darel melihat Stevan.
"Huff kenapa kamu bangun sih nak." batin Darel dia langsung lemas beneran sehingga meletakkan badan nya dengan kasar ke tempat tidur.
Tasya melihat Darel.
"Kenapa Kak?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Gak apa-apa kok, jangan di pikirkan!" ucap Darel. Tasya menghela nafas sambil mengangguk.
Ternyata Stevan bangun.
"Bubu.. bubu..." ucap Stevan.
"Kok pada cepat banget sih bangun nya? Ini Masih sangat pagi!" ucap Laura.
Stevan melihat Papah nya dia langsung bergerak ke arah papah nya namun di tahan oleh Tasya.
"Jangan ganggu papah nya dulu yah nak, papah nya masih sakit!" ucap Tasya.
Darel tersenyum dia memegang tangan Stevan.
"Papah belum bisa gendong Kamu, tapi kalau papah sudah sembuh papah Akan gendong kamu terus." ucap Darel.
"Papah!! Papah!!" ucap Stevan.
Darel hanya tersenyum saja menanggapi anak nya.
"Kalau seperti ini aku tidak Akan bisa Masak." batin Tasya dia terpaksa menemani anak nya terlebih dulu agar tidak menggangu Darel yang sedang sakit.
Tasya memerhatikan Darel yang sangat asik mengajak Anak nya bercanda, Darel mencoba menggelitik Stevan. Namun tiba-tiba handphone nya berdering.
Tasya menjawab nya, Darel yang melihat itu langsung menatap Tasya penasaran Siapa yang menelpon nya karena tidak biasa nya handphone Tasya berdering.
"Halo! Assalamualaikum Omah." sapa Tasya. Darel mendengar itu langsung lega ternyata yang menelpon istri nya adalah Omah nya.
"Walaikumsalam! Maaf Omah menelpon kamu sepagi ini, omah pengen tau keadaan suami kamu!" ucap Omah.
Tasya menoleh ke arah Darel.
"Omah mau ngomong sama kak Darel?" tanya Tasya.
Dia pun memberikan handphone nya pada Darel.
"Assalamualaikum Omah!" sapa Darel. Cukup lama mereka berbincang-bincang. Sampai akhirnya Omah meminta Darel memberikan handphone pada Tasya.
"Tasya! Kalau bisa kamu fokusin kesembuhan suami kamu dulu baru kerja yah. Omah khawatir kalau dia tidak ada yang mengurus kalau kamu pergi kerja." ucap omah.
__ADS_1
"Baik Omah!" ucap Tasya.
"Ya sudah kalau begitu, Omah mau Masak dulu!" ucap Omah dan panggilan pun berakhir.
"Ternyata omah galak-galak seperti itu Masih perduli yah." ucap Darel.
"Huff Omah tidak galak!" ucap Tasya.
Darel Terdiam.
"Omah hanya Kesal saja, kesal bukan mengartikan kalau dia galak." ucap Tasya.
"Humm baiklah, kakak paham." ucap Darel.
"Ya udah kalau begitu aku keluar sebentar yah Kak." ucap Tasya.
"Mau ngapain?" tanya Darel.
"Membantu Bibi memasak, mereka tidak Akan tau makanan apa yang bisa kakak makan." ucap Tasya.
Darel pun membiarkan Tasya keluar membawa Stevan.
Pengasuh langsung mengambil Stevan.
"Selamat pagi Mamah!" ucap Raya berlari memeluk Tasya yang baru saja keluar dari kamar.
"Pagi juga cantik!" ucap Tasya.
"Papah mana mah?" tanya Raya.
"Ada di kamar." ucap Tasya.
"Loh Tasya! Kamu mau ngapain?" tanya Bu Tima.
"Mau bantuin Masak Bu." ucap Tasya.
"Gak usah, gak usah, kamu bawa anak-anak temenin suami kamu saja, kasihan mereka Lama berpisah, masalah semua yang ada di rumah serahkan pada Ibu." ucap Bu Tima.
"Tapi Bu." ucap Tasya.
"Gak ada tapi-tapian! Lebih baik kamu masuk temanin Darel." ucap Bu tima.
Tasya akhirnya menginyakan dan kembali ke kamar membawa Stevan.
Saat membuka kamar Tasya melihat Raya yang sedang memijit-mijit Tangan Darel.
"Loh kenapa balik lagi?" tanya Darel.
"Mamah Kakak bilang aku tidak perlu di dapur." ucap Tasya.
"Sudah kakak bilang di sini saja!" ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang dia duduk di pinggir kasur.
"Mamah pijitin kepala papah biar cepat sembuh dingy, biar kita bisa main-main lagi." ucap Raya. Tasya mengangguk.
Sebenernya dia sangat lah segan namun memberikan contoh yang baik untuk anak-anak nya dia harus melakukan itu.
"Tasya!" panggil Darel.
__ADS_1
"Humm?" ucap Tasya.
"Kakak boleh minta tolong?" tanya Darel.
"Minta tolong apa kak?" tanya Tasya.
"Humm Tolong bantu kakak membersihkan kumis dan jenggot kakak." ucap Darel.
"Aku tidak tau cara nya seperti apa!" ucap Tasya.
"Kamu tinggal mengunakan pisau cukur saja!" ucap Darel.
"Bagaimana kalau tukang cukur saja yang datang ke sini membersihkan nya, aku takut tidak pandai." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang.
"Kalian berdua selalu mengatakan Kakak om-om. Sekarang giliran mau minta tolong tidak mau." ucap Darel.
"Bukan aku tidak mau kak, sebelum nya aku tidak pernah melakukan nya." ucap Tasya.
"Cobalah! Kamu harus belajar juga untuk memanjakan suami kamu" ucap Darel. Tasya langsung terdiam.
"Baiklah nanti aku Akan mencoba nya." ucap Tasya, Darel tersenyum.
"Cieeee... Papah senyum sama Mamah." ucap Raya. Darel dan Tasya langsung tersenyum karena di ledek oke anak nya.
"Anak kecil gak boleh ikut campur!" ucap Darel.
Mereka menghidupkan TV untuk menonton bersama di atas ranjang.
Raya berbaring di lengan Darel sementara Tasya memangku Stevan di Pinggir kasur di samping Darel.
Darel melihat Tasya yang sangat asik menonton TV bersama anak-anak nya.
Darel melihat tangan Tasya yang dekat dengan tangan nya ingin Rasanya dia memegang tangan Tasya. Namun dia takut kalau Tasya risih.
Dia akhirnya memilih untuk mengundurkan Niat nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sarapan pagi datang di anterin oleh Bibi. Pengasuh datang menjemput Raya dan Stevan untuk di berikan makan.
"Tolong bawa mereka dan kasih makan Yah sus, aku mau bantuin kak Darel makan dulu!" ucap Tasya.
"Raya mau Makan sama mamah di sini aja." ucap Raya.
"Humm kalau begitu bawa saja makanan mereka ke kamar sus." ucap Darel.
"Tapi kak!" ucap Tasya.
"Biar saja! Mereka juga ingin Makan lahap dan memilih Makan di sini dengan kamu!" ucap Darel.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏
__ADS_1