
Seperti nya mereka benar-benar lelah karena Dari tadi mereka main kejar-kejaran.
Darel meletakkan laptop nya ke atas meja. Di tidak ingin melupakan momen itu dia mengambil gambar betapa nyamannya anak-anak nya di dekat Tasya bahkan istri nya tidak pernah seperti itu bersama anak-anak nya karena jarang juga tidur bersama mereka sudah ada kamar masing-masing.
Setelah selesai mengambil gambar, Darel memindahkan Raya ke tengah-tengah dan mengambil Stevan.
Dia meletakkan di samping Tasya. Setelah itu dia mengangkat tubuh Tasya agar tidur dengan benar, dan menyelimuti nya.
Darel memerhatikan wajah mereka bertiga sambil tersenyum.
"Aku tidak masalah kalau harus di ejek oleh kalian karena kebahagian an kalian adalah kebahagiaan Papah." batin Darel dia kembali ke sofa.
Tasya terbangun dia melihat sudah memakai selimut dan juga Stevan dan Raya tidur dengan nyaman.
Dia melihat Darel Masih sibuk dengan laptop nya.
"Kak!" panggil Tasya. Darel melihat ke arah Tasya.
"Kenapa kamu bangun?" tanya Darel.
"Kakak membenarkan tidur kami?" tanya Tasya.
"Enggak! Kenapa?" tanya Darel pura-pura bingung.
"Humm perasaan tadi tidur ku duduk di sini, sekarang sudah tidur di sini." ucap Tasya.
"Perasaan kamu saja mungkin, tidur dan istirahat lah." ucap Darel. Tasya Menghela nafas panjang dia pun melanjutkan tidur nya.
Darel mencuri pandang dan ternyata Tasya sudah tidur lagi. Seketika dia tersenyum simpul.
Keesokan harinya Tasya bangun. Dia melihat jam sudah jam delapan pagi.
Dia bangun dan melihat Stevan dan Raya Masih tidur namun Darel tidak ada di sana. Dia turun dari kasur langsung ke kamar mandi.
"Selamat pagi Bi." sapa. Tasya pada Bibi yang Sibuk di dapur dan suster yang sibuk mengurus mainan anak-anak dan merapikan rumah.
"Eh Non Tasya sudah bangun? Pagi juga Non." ucap Bibi.
"Humm Kak Farel mana Bi?" tanya Tasya.
"Ooh pak Darel baru saja berangkat kerja." ucap Bibi.
Tasya duduk di kursi sambil melamun.
"Non Tasya kenapa melamun? Mikirin apa?" tanya Suster.
Tasya menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Non Tasya gak boleh banyak fikiran, harus jaga kesehatan." ucap Bibi.
"Iyahh BI." ucap Tasya.
"Stevan dan Raya hanya punya Non Tasya untuk merawat mereka, kami yakin kalau non Tasya sangat sayang pada mereka, dan Non Tasya juga harus sayang sama diri non sendiri." ucap Bibi.
"Tapi menurut Bibi aku sebagai istri kedua Kak Darel bagaimana Sih? Apa aku tidak pantas?" tanya Tasya.
"Nah itu dia yang tidak harus non pikir kan, tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak." ucap Bibik.
Tasya menghela nafas panjang.
"Aku yakin Kak Amel pasti sangat baik, dia juga jadi istri yang baik dan menjadi ibu yang baik.". ucap Tasya.
"Ibu memang baik, tapi non Tasya juga baik kok. Justru Bibi sangat salut sama Non Tasya karena sudah bisa menjadi Ibu untuk Stevan dan Raya. Bahkan mereka Anak yang sangat susah bisa akrab dengan orang lain namun sekarang mereka sangat lengket pada non Tasya. Aku yakin mereka sangat menyayangi Non Tasya mereka pasti takut di tinggal lagi sama orang yang mereka sayangi." ucap Bibi.
Tasya tersenyum..
"Aku sudah berjanji Akan terus menjaga dan merawat mereka sampai besar." ucap Tasya. Bibi dan suster tersenyum.
"Nah gitu dong non, senyum. Non Tasya kalau diam saja cantik apa lagi tersenyum Makin cantik." puji Bibi.
"Ah Bibi bisa saja." ucap Tasya.
Mereka tertawa.
"Ayo non silahkan, non Tasya juga harus pandai Masak biar Pak Darel semakin klepek-klepek." Bibik.
"Berhenti lah menggoda ku bik, aku hanya istri kedua kak Darel." ucap Tasya. Bibik tertawa.
"Ya udah, bibi minta maaf ayo kita Masak." ajak Bibi.
Mereka berdua pun masak. Sementara suster membangun raya dan Stevan untuk mandi dan sarapan.
Sementara Darel sampai di kantor langsung di sambut oleh sekretaris nya Sinta.
"Selamat malam pagi Pak." sapa Sinta.
"Pagi juga." ucap Darel.
Mereka berdua berjalan bersama keruangan Darel, semua karyawan menyambut bos nya dengan sopan.
"Apa jadwal saya hari ini?" tanya Darel setelah sudah di dalam ruangan nya.
"Pagi ini bapak ada rapat dengan anak-anak baru di perusahaan ini Pak, jam sepuluh nanti Bapak pertemuan dengan beberapa pengurus saham yang akan datang dari luar kota, dan jam tiga sore nanti ada kerjaan yang harus Bapak periksa, jam lima minum bersama Presdir PT asuransi." ucap Sinta.
Darel memikirkan jadwal nya yang begitu padat, dia melihat Jam.
__ADS_1
"Ada apa pak?" tanya Sinta, Darel Menggeleng kan kepala nya.
"Kamu persiapkan pertemuan dengan Tamu nanti yah." ucap Darel.
"Baik Pak." ucap Sinta langsung. Darel tersenyum.
"Saya Akan membuat kan Kopi untuk Bapak, Permisi!" ucap Sinta.
Darel mengangguk. Setelah Sinta pergi Darel langsung membuka handphone nya berharap ada pesan dari Tasya.
"Huff percuma saja aku berharap perhatian nya, karena awalnya dia perhatian namun karena aku sendiri dia jadi seperti ini." ucap Darel.
Namun tiba-tiba seseorang masuk.
"Selamat pagi Pak Darel!" sapa Gilang yang baru saja datang.
Darel yang melihat handphone nya langsung menoleh ke arah pintu.
"Ada apa kau ke sini?" tanya Darel dengan tatapan sinis pada Gilang.
"Kau begitu sensitif pada ku sekarang." ucap Gilang sambil duduk di depan Darel.
"Kau benar-benar teman yang tidak bisa di andalkan, di saat aku berduka kau menghilang." ucap Darel dengan wajah kesalnya.
"Sorry bro, loe tau sendiri kehidupan gua seperti apa. Gua harus bekerja tiap hari dan tidak bisa datang ke Pekanbaru dalam waktu singkat." ucap Gilang.
"Ah sudahlah aku tidak mau membahas nya," ucap Darel.
"Aku turut berdukacita atas meninggalnya istri Loe. Jujur saja aku ikut sedih." ucap Gilang.
Darel diam.
"Namun loe harus banyak bersabar karena ada Raya Dan Stevan yang harus kau rawat." ucap Gilang.
"Ini sangat berat Lang, kau tidak akan tau sakit nya seperti apa." ucap Darel. Gilang Seketika langsung merasa sedih melihat sahabatnya itu meneteskan air mata nya.
Gilang mengusap punggung Darel.
"Aku yakin loe kuat demi anak-anak." ucap Gilang menyemangati.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***