
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Kakak sangat merindukan kamu." ucap Darel.
Darel mau mendekati Tasya namun Tasya seperti menghindar.
"Kenapa?" tanya Darel.
"Aku lagi tidak mau di peluk, kakak tetap di posisi kakak." ucap Tasya.
Darel kembali membenarkan tidur nya.
"Apa kamu tidak merindukan kakak?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
Darel menghela nafas panjang.
"Kakak tidak bisa tenang sewaktu kamu kabur!" ucap Darel.
Tasya hanya diam saja.
Raya dan Stevan baru saja pulang dia langsung mencari Mamah nya.
"Oma Mana Mamah?" tanya Raya.
"Papah sama Mamah istirahat." ucap Bu Tima.
"Raya sama Stevan main sama Oma aja yah biar Mamah istirahat." ucap Oma.
Namun Raya tidak mendengar kan dia langsung ke kamar Orang tua nya. Dia mengetuk pintu sambil memanggil-manggil.
Darel bangun dia membuka pintu.
"Jangan berisik sayang Mamah nya lagi tidur." ucap Darel.
Raya masuk, Stevan juga mengikuti dari Belakang di ikuti suster.
"Mamah!" panggil Raya. Tasya langsung terbangun dia melihat ke arah Raya.
"Maaf mereka mengganggu tidur kamu." ucap Darel jadi tidak enak hati.
Tasya hanya diam saja dia duduk dan Raya duduk di samping Tasya sambil memeluk.
"Aku sangat rindu Mamah." ucap Raya.
"Loh tadi kan udah pelukan." ucap Tasya.
"Aku masih rindu sama Mamah, tapi Nenek minta kami ikut ngaterin pulang."
Tasya tersenyum dia mengelus rambut Raya dan Stevan datang langsung naik dan memeluk Tasya.
Di sore hari nya Raya dan Stevan tertidur dengan Tasya di kasur Darel, sementara Darel sudah keluar dari tadi.
"Huff aku sangat bosan tidur namun badan ku sangat lah capek." ucap Tasya dia perlahan turun dari kasur dan berjalan ke balkon.
__ADS_1
Dia berdiri di balkon melihat ke keluar.
"Kenapa Ibu sangat tega mengatakan hal seperti tadi kepada ku? Apa dia sangat membenci ku? Tapi apa yang aku perbuat sehingga dia sangat membenci ku." batin Tasya.
"Tiba-tiba handphone nya berdering. Oma nya menelpon menanyakan jadi berangkat atau tidak.
Namun Tasya menjawab kalau dia masih ragu, Oma yang yang tidak tau ada masalah akhirnya dia pun mengikuti kemauan Tasya.
"Oma yah?" tanya Darel melihat Tasya.
Tasya menoleh ke arah Darel sambil mengangguk.
"Apa Oma tau kita ada masalah? Apa karena Oma yang minta kamu pulang ke Bandung?" tanya Darel.
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kamu pergi ke Bandung bagaimana dengan kakak? orang tua kita akan senang dengan keputusan kamu pulang ke Bandung, mereka dengan mudah menjodohkan kakak'l dengan wanita lain." ucap Darel penuh kekhawatiran.
Tasya terdiam.
"Kakak mohon jangan pergi ke Bandung. Kakak janji akan memperjuangkan hubungan kita." ucap Darel memegang tangan Tasya.
"Aku sekarang bingung kak, aku tidak tau harus melakukan apa sekarang karena aku hamil."
Darel terdiam dia menatap wajah Tasya dengan ekspresi terkejut.
"Kakak tidak salah dengar kan? Kamu hamil?" tanya Darel, Tasya mengangguk. "Kalau seperti ini aku bingung harus melakukan apa." ucap Tasya.
Darel memegang perut Tasya.
"Kakak tidak percaya? Kakak yang memaksa ku malam itu dan mengambil keperawanan ku selama empat hari aku kesusahan untuk berjalan." ucap Tasya.
Darel mengelus perut rata Tasya.
"Ternyata dugaan kakak tidak salah, kakak melihat wajah kamu sudah yakin kamu hamil dan kakak juga percaya ini adalah anak kakak."
"Aku tidak ingin hamil dalam situasi seperti ini, aku bingung harus senang atau sedih." ucap Tasya.
"Tidak ada pilihan lain lagi kita harus memberi tahu keluarga kita dan kita harus menikah resmi agar tidak ada yang mengira kamu hamil di luar nikah." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Tidak semudah itu kak, kakak tau sendiri sekarang tidak ada satu pun yang setuju kita melanjutkan hubungan ini."
"Kita yang menjalani nya kita yang akan menanggung dan berjuang bersama."
"Kamu jangan pikirkan semua nya serahin semua nya Sama kakak, kamu fokus saja sama kesehatan kamu." ucap Darel.
Wajah Darel tidak bisa berbohong dia sangat senang mengetahui Tasya hamil namun karena masalah keluarga nya yang tidak setuju dia tidak bisa mengutarakan kebahagiaan nya.
"Terimakasih Sayang." Darel tiba-tiba memeluk Tasya.
"Jangan pernah mengatakan kamu tidak ingin hamil karena calon bayi kita akan sedih, kamu tau kakak sangat menginginkan kamu hamil anak kakak." ucap Darel.
__ADS_1
"Baru saja hamil seminggu ini sudah sangat menyiksaku kak, aku tidak bisa tidur nyenyak, aku tidak bisa makan seperti biasa nya, bahkan ego ku semakin tinggi aku juga semakin sensitif dan mudah emosi." ucap Tasya.
"Itu adalah hal biasa untuk ibu hamil muda sayang, kalau kamu tidak mengalami itu bukan hamil namanya." ucap Darel.
Tasya mengambil tangan Darel memegang perut nya.
"Kakak tau seperti nya ikatan janin aku dengan kakak sangat kuat," ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Ternyata malam itu kakak bermain dengan sangat baik sehingga tertanam janin yang kakak ingin kan." ucap Darel.
"Ini bukan waktu nya membahas itu kak," ucap Tasya kesal.
Darel tersenyum.
"Kakak sangat senang." ucap Darel.
"Siapa saja yang tau kamu hamil?" tanya Darel.
"Hanya kakak saja dan dokter kampung yang tempat ku sebelum nya." ucap Tasya.
"Bagaimana dengan Riski?"
"Aku belum beri tahu takut dia memberi tahu Orang." ucap Tasya.
"Jadi rencana kamu sekarang apa? Kalau rencana kamu mau pulang ke Bandung Kakak tidak akan mengijinkan."
"Dan kamu meminta pisah tampa memikirkan masa depan janin kamu itu membuat hidup kamu semakin sulit." ucap Darel.
"Aku benci keadaan ini kak." ucap Tasya
"Selagi ada kakak di sini dan di samping kamu semua nya akan baik-baik saja, kamu aman bersama kakak." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia memeluk Darel.
"Aku pengen makan mangga muda kak. Dari kemarin aku ingin tapi aku takut orang akan melihat."
"Sulit mencari sore-sore seperti ini, bagaimana kalau mangga matang saja dulu, Besok pagi kakak akan mencari sampai dapat." ucap Darel.
Tasya mengangguk. Darel pun keluar mengambil mangga.
"Loh kamu makan mangga Rel?" tanya Mamah Tima.
"Humm Iyah Mah, akhir-akhir aku suka anak-anak juga mau kata nya." ucap Darel dengan gugup namun langsung pergi ke kamar.
Bu Tima tidak merasa curiga sama sekali dia pun melanjutkan membantu memasak di dapur.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***