Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 261


__ADS_3

Darel menepis nya namun Tania tidak berhenti mengganggu nya, akhirnya Darel muak dia keluar sendiri.


Tania tersenyum manis.


"Aku tidak akan membiarkan kamu kembali pada wanita itu atau pun mengingat nya lagi." ucap Tania dia langsung tertawa dan keluar dari kamar itu.


Darel kaget karena di sana bukan hanya Keluarga dari Mamah nya. Ternyata ada keluarga papah nya, ada keluarga nya Tania.


Darel di sambut dengan senyuman oleh mereka semua.


"Ada apa ini? Kenapa Rame-rame?" tanya Darel.


"Kami semua berkumpul mau membicarakan soal pernikahan kamu dengan Tania."


Darel menatap Tania, papah dan mamah nya..."Apa-apaan ini? Istri saya masih ada, dia sedang mengandung anak saya." ucap Darel marah.


Semua orang langsung terdiam. Ini adalah kesempatan Darel untuk menentang orang tua nya, karena di depan orang lain Darel bisa membela diri nya, dia tidak akan di bantah oleh orang tua nya.


Namun kali ini mamah nya menatap Darel dengan tatapan yang sangat tajam sekali.


"Kamu bilang apa tadi nya? Jangan berharap kamu bisa membatalkan semua nya seperti yang kamu lakukan sebelum nya." ucap Bu Tima.


Mereka cukup lama ribut di depan para tamu sekarang semua orang memojokkan Darel. Darel tidak bisa melakukan pembelaan diri. Dia salah mengambil tindakan. Dia memutuskan meninggalkan tempat itu.


Satu bulan kemudian Tasya baru saja pulang dari rumah sakit sendirian untuk memeriksa kandungan nya.


Perut nya sudah sangat besar sekali sehingga membuat nya susah untuk bergerak bahkan untuk berjalan saja dia kesusahan sekali.


Dia memegang perut nya berjalan untuk meninggalkan rumah sakit itu. Kali ini dia di jemput oleh ayah nya sendiri.


"Bagaimana keadaan calon Cucu Ayah? Dia sehat-sehat saja kan?" tanya pak Ahmad. Tasya tersenyum.


"Alhamdulillah Ayah sehat kok. Dokter bilang aku bisa melahirkan dengan normal." ucap Tasya.


"Alhamdulillah." ucap pak Ahmad.


"Oh iya hari ini Omah, Opah dan Riski Akan datang. Mereka akan di sini menunggu kamu sampai lahiran." ucap Pak Ahmad.


"Oh iya ayah. Apa Riski jadi pindah kuliah ke sini?" tanya Tasya. "Seperti nya jadi. Ayah juga tidak tau, dia sudah dewasa dia tau mana yang nyaman untuk dia."' ucap Pak Ahmad.

__ADS_1


Tasya Tersenyum. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


"Apa kata dokter tentang kandungan kamu nak?" tanya Bu Mita.


"Tiga Minggu lagi aku akan melahirkan Bu." ucap Tasya.


"Itu sudah tidak Lama lagi. Kamu harus banyak gerak yah agar nanti persalinan nya gampang." ucap Bu Mita. Tasya mengangguk.


"Bu aku mau ijin keluar nanti sore bisa kan?" tanya Tasya.


"Mau kemana? Dan sama siapa?" tanya Bu Mita.


"Aku menemui teman ku dulu Bu." ucap Tasya. "Oohhh ya udah pergi saja, tapi jangan pulang terlalu larut yah. kamu harus memikirkan keselamatan dan kesehatan kamu yah." ucap Bu Mita.


Tasya mengangguk.


"Ya udah Bu aku jemput Raya dulu. Aku juga bawa Stevan." ucap Tasya. Bu Mita menginyakan karena berangkat dengan supir.


Stevan yang di ajak sangat senang sekali. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sekolah Raya. Raya belum pulang ternyata mereka terlalu cepat datang.


Tasya dan Stevan memilih untuk mencari makanan di luar dulu karena sudah tengah hari. Perut nya pun sudah mulai keroncongan.


Tasya menjelaskan penglihatan nya. Dan benar saja ternyata itu adalah Candra.


"Itu pak Candra, dia sama siapa? Sudah lama tidak kelihatan ternyata dia dekat dengan wanita lain." ucap Tasya.


Dia pun Makan bersama Stevan.


Setelah selesai makan Tasya kembali menjemput Raya, setelah pulang dari sana mereka Langsung istirahat di kamar nya. Sementara Tasya berniat mau mencuci pakaian bayi yang di beli nya Beberapa Minggu yang lalu.


"Loh non Tasya mau ngapain?" tanya Bibi melihat Tasya di depan Mesin cuci. "Nih mau nyuci baju baru bayi bik." ucap Tasya.


"Baju bayi hanya di kucek-kucek saja non tidak perlu di mesum cuci." ucap Bibik. "Oohh gitu yah bik." ucap Tasya. Bibi mengangguk sambil tersenyum.


"Bibik saja non yang mencuci nya, non Tasya akan kesusahan." ucap Bibik. "Saya saja Bik, ini adalah pertama kalinya jadi saya harus belajar." ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu saya bantu sedikit-sedikit saja ya non." ucap Bibik.


Tasya mengangguk sambil tersenyum, mereka pun mencuci nya sama-sama, setelah selesai dan sudah di jemur Tasya langsung pamit.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di sebuah apartemen yang cukup mewah.


"Tok!! tok!! tok!!" Tasya mengetuk salah satu pintu apartemen itu. Tidak beberapa lama terbuka.


"Iyah, ada siapa yah?" tanya wanita yang membuka pintu.


"Bu Tasya." ucap Ajeng dia kaget karena istri bos nya bisa di sana.


"Maaf yah mengganggu waktu kamu, saya sudah datang ke kantor namun kamu ternyata tidak datang karena kurang enak badan jadi saya langsung ke sini." ucap Tasya.


"Silahkan masuk dulu Bu, saya akan memakai masker agar tidak tersebar sakit saya." ucap Ajeng.


Tasya tersenyum.


"Ada apa yang ibu perlukan? Tidak biasa nya ibu datang langsung ke sini, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Ajeng sambil meletakkan teh di depan Tasya.


"Saya mau meminta tolong pada kamu." ucap Tasya. "Minta tolong apa Bu? Apa yang bisa saya lakukan?" tanya Ajeng.


"Apa kamu masih berhubungan dengan bos kamu?" tanya Tasya. "Maksud ibu pak Darel?" tanya Ajeng.


"Humm benar." ucap Tasya.


"Kalau lewat akun media sosial enggak sih Bu, kalau masalah pekerjaan lewat Gmail masih sangat sering." ucap Ajeng.


"Hubungan kami kurang baik, saya mau minta maaf sudah merepotkan kamu. Saya mau kamu memberi tahu nya kalau saya tiga Minggu lagi akan melahirkan dan Tolong berikan Surat ini pada nya." ucap Tasya memberikan hasil USG nya pada Ajeng.


"Kenapa tidak memberikan nya sendiri Bu? Bukan nya itu lebih bagus?" tanya Ajeng.


"Paket dari saya selalu di tolak. Saya harap kamu bisa membantu saya, saya ingin dia datang di hari persalinan saya nanti." ucap Tasya.


"Baiklah Bu, saya akan segera mengirimkan dan memberi tahu Pak Darel." ucap Ajeng.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya..


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2