Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 32


__ADS_3

Keesokan harinya nya Tasya bangun lebih awal. Dia melihat jam masih jam empat lewat.


Perlahan dia bangun agar tidak menggangu Stevan dan Suami nya. Setelah itu dia ke kamar mandi menggosokkan gigi dan juga membasuh wajah nya.


Dia keluar dari kamar mandi langsung keluar. Di luar Masih sangat sepi. Tasya melihat rumah Ibu nya sangat berantakan karena Raya dan juga Stevan dia merapikan semua nya.


Lanjut ke dapur yang tidak kalah berantakan nya. Setelah itu dia melaksanakan sholat shubuh namun setelah selesai sholat shubuh dia terkejut melihat Raya sudah duduk termenung di dekat pintu kamar tempat sholat.


"Selamat pagi sayang, kok udah bangun aja." ucap Tasya sambil menggendong Raya.


"Aku tidak bisa tidur nyenyak Tante, kakek mendengkur sangat keras." ucap Raya, Tasya tersenyum.


"Ya udah kalau gitu Raya temanin Tante masak sarapan pagi yah, Tante buatin Susu dulu untuk kamu." ucap Tasya.


"Papah sama Stevan di mana?" tanya Raya.


"Mereka Masih tidur di kamar." ucap Tasya.


"Stevan pasti sangat nyeyak tidur di peluk sama papah dan Tante." ucap raya.


"Hus gak boleh cemburu seperti itu." ucap Tasya. Raya mengangguk.


Sementara di kamar Darel terbangun karena Stevan menangis di atas kasur.


"Kenapa sayang? Kenapa?" tanya Darel menggendong Stevan.


"Bubu.." tangis Stevan. Stevan melihat jam sudah jam enam pagi dia membawa Stevan ke bawah. Dia melihat Tasya dan Raya sudah asik berbincang-bincang di Meja makan.


Mendengar Stevan menangis Tasya melihat Darel. Dia langsung menggendong Stevan.


"Kenapa kamu sangat cepat bangun nya?" tanya Darel.


"Mau bersih-bersih sama Masak juga kak." ucap Tasya. Darel melihat ke atas meja sudah penuh dengan hidangan sarapan pagi.


"Kamu yang masak ini?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Aku belajar dari Google, kalau rasanya sedikit tidak enak maafin yah." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia mengelus rambut Tasya dan ingin mencium kening Tasya namun tiba-tiba Ibu nya datang berdehem.


"Eh ibu." ucap Darel.


"Selama pagi semua nya. Pagi-pagi kok udah ngumpul di Meja makan? Pada lapar yah?" tanya Nenek.


"Tasya sudah masak Bu, lebih baik kita sarapan bersama." ucap Darel. Bu Adel melihat ke meja makan.


"Sejak kapan kamu bisa Masak?" tanya Bu Adel.


"Aku belajar dari Google Bu," ucap Tasya.

__ADS_1


"Humm sangat meragukan," ucap Bu Adel.


"Sudah terlanjur di Masak kita harus makan Bu, mubajir, aku juga sudah lapar." ucap Darel.


Akhirnya mereka makan, Tasya sangat deg-degan.


Darel mencicipi nya.


"Humm enak kok." ucap Ayah Tasya.


"Sayur nya kurang garam, sup nya kurang berasa." ucap Bu Adel langsung.


"Nanti aku belajar lagi Bu." ucap Tasya.


"Humm kalau aku bilang buat pertama kamu masak ini sudah enak." ucap Darel.


Tasya tersenyum. Sementara wajah Bu Adel cemberut. Tasya melihat Orang tua dan semua yang di meja makan memakan masakan nya sangat lah senang.


"Oh iya Bu Pagi ini kami langsung pulang yah. Aku harus bekerja." ucap Darel.


"Kenapa begitu cepat." ucap ibu Adel.


"Jarak dari sini ke kantor sangat Jauh Bu, tidak mungkin aku meninggalkan mereka di sini." ucap Darel.


"Ya sudah tidak apa-apa, lebih sering lah bermain ke sini." ucap Ayah Mertua nya.


Darel duduk di pinggir kasur sambil main handphone menunggu istri dan anak-anaknya keluar dari kamar mandi.


Tidak beberapa lama mereka keluar, Darel melihat Tasya hanya menggunakan handuk sambil menggendong Stevan.


Darel langsung mengambil handuk dan menutupi dada Tasya.


"Kakak juga pria normal, jangan lakukan ini lagi." ucap Darel langsung masuk ke kamar mandi. Tasya Tidak lagi menghiraukan nya dia sangat repot harus mengurus dua anak yang sangat lincah.


Tidak beberapa lama Darel keluar dari kamar mandi namun Tasya Masih Sibuk dengan Anak-anak bahkan dia Masih memakai handuk.


"Kakak sudah siap? aku belum sempat menyiapkan baju kakak," ucap Tasya.


"Seperti nya baju kakak di mobil." ucap Darel.


"Kalau Kakak ke mobil sekalian bawa baju ku juga yah kak." ucap Tasya.


Darel mengangguk dia mencoba mengalihkan pandangannya dari badan Tasya dia langsung keluar.


"Huff sangat menguji keimanan ku." batin Darel di mobil dia mendapat kan baju nya, dia mencari baju Tasya, namun saat menarik paper bag semua baju Tasya berserakan ke kursi.


Darel melihat pakaian dalam Tasya yang serasi dengan pakaian atas dan bawah.


Darel mengambil dan langsung membawa nya ke atas.

__ADS_1


"Lebih baik kamu pakai baju, biar kakak yang jagain mereka." ucap Darel. Tasya mengangguk dia mengambil baju yang di tangan Darel tidak sengaja kulit lengan mereka bersentuhan.


Jantung Darel berdebar.


"kulit nya sangat lembut." batin Darel.


"Tasya!" panggil Darel membalik kan badan. Tasya juga melihat ke arah Darel yang langsung mendekati nya dan mencium bibir Tasya.


Tasya sangat kaget dia mendorong Darel namun Darel semakin ganas.


"Kakak tidak bisa menahan nya lagi, hanya bersentuhan Saja dengan kamu punya kakak langsung terbangun." ucap Darel. Tasya langsung paham apa yang di maksud oleh Darel karena Darel menunjuk kan wajah yang penuh dengan gairah.


"Apa yang terjadi pada Kakak? Jangan aneh-aneh." ucap Tasya mendorong Darel.


"Kamu harus tanggung jawab! dia sudah terbangun." ucap Darel.


Tasya seketika merinding namun dia langsung ke ruang ganti.


Tidak beberapa lama Tasya dan anak-anak sudah menunggu di ruang tamu. Darel keluar, Tasya melihat Darel yang bertingkah Aneh.


"Bu, pak kami pulang langsung yah, lain kali kami Akan ke sini lagi." ucap Darel.


mereka berpamitan, Tasya menyalim tangan orang tua nya namun langsung cepat di lepas kan.


Di dalam mobil Darel hanya diam saja. Dia sama sekali tidak mengajak Tasya berbicara.


"Kak! Aku ingin membeli sesuatu di Transmart apa kita bisa berhenti?" tanya Tasya. Tampa jawaban Darel langsung berhenti di depan Transmart.


Tasya turun sendiri. Baru saja Mau masuk Tasya di hampiri oleh pria.


"Dasar pria ganjen, melihat wanita cantik Langsung ajak kenalan." batin Darel.


"Tidak beberapa lama Tasya kembali membawa sesuatu di kresek hitam.


"Kamu beli apa?" tanya Darel.


"Serius kakak ingin tau?" Tanya Tasya Balik. Darel diam.


"Aku membeli pembalut, persiapan datang bulan, biasa nya besok aku sudah dapat." ucap Tasya...


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2