Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 51


__ADS_3

"Omah Opah aku antar pulang yah." ucap Alex. Omah mengangguk.


"Terus aku pulang sama siapa?" tanya Bela.


"Loh bukannya kamu bawa mobil?" tanya Alex.


"Hehehe iya yah aku lupa." ucap Bela.


"Humm Bela modus." ledek Omah. Bela tersenyum.


"Ya udah kalau gitu aku pulang yah Omah, Opah. Kak Alex hati-hati bawa Omah." ucap Bela.


Selama di perjalanan Tasya sudah tidak sabar sampai di Pekanbaru. Dia tidak mengabari Darel dia pulang agar jadi kejutan.


Sampai di Pekanbaru sudah larut malam dia juga sudah sangat lelah dia memilih untuk menginap di hotel Dekat bandara dan ke rumah Darel Besok pagi.


Dari Bandara perjalanan ke rumah Darel memakan waktu Satu jam, walaupun tidak cukup Jauh namun sangat macet.


Keesokan harinya Tasya bersiap-siap pulang ke rumah. Sesampainya nya di rumah Bibi dan pengasuh terkejut.


"Non Tasya!" ucap Pengasuh. Tasya tersenyum.


"Anak-anak mana?" tanya Tasya.


"Mereka masih tidur Non, tadi malam mereka bergadang dan Raya juga nangis-nangis." ucap suster.


"Loh! Kenapa Sus?" tanya Tasya.


"Tadi malam nomor non Tasya tidak bisa di telpon dia mungkin mau di temani tidur." ucap Suster. Tasya terdiam.


"Ayo masuk Non, saya bantu bawa barang-barang nya." ucap Bibi.


"Alhamdulillah Non Tasya sudah mau datang lagi ke sini. Kami tidak tau lagi harus bagaimana kalau melihat Pak Darel keganggu karena anak-anak yang terus saja merengek." ucap Bibi.


"Lalu Kak Darel di mana?" tanya Tasya.


"Pak Darel seperti nya juga belum bangun Non, Stevan tidak mau pada siapapun di saat tidur sehingga pak Darel yang harus menjaganya." ucap Bibi.


Tasya menghela nafas panjang.


"Ya udah Kalian lanjut bikin sarapan aja yah. Aku mau ke atas dulu." ucap Tasya. Bibi dan suster mengangguk mereka terlihat sangat senang.


"Syukurlah Non Tasya sudah pulang, aku yakin pak Darel sangat senang, aku tidak tega melihat pak Darel seperti orang linglung Ketika melihat anak nya berulah." ucap suster.


Bibi mengangguk.


"Sangat malang nasib pak Darel." ucap Bibi.


Tasya perlahan membuka pintu kamar Anak-anak yang biasa namun tidak ada orang, Tasya pun berjalan ke kamar sebelah.

__ADS_1


Dia membuka pintu dan benar saja di dalam ada Darel, Stevan dan Raya yang masih tidur.


Tasya perlahan berjalan mendekati ranjang sambil tersenyum.


Dia melihat Darel memeluk Stevan sambil tertidur. Dia nya terlihat sangat nyeyak.


Tasya duduk di pinggir kasur di samping Raya, tangan nya mengelus Kepala Raya namun Raya tiba-tiba kebangun karena sentuhan Tasya.


"Huuummm," Raya merengek sambil bergeliat.


Tasya membiarkan nya.


Raya mengusap matanya berusaha untuk bangun. Saat membuka mata nya dia terkejut melihat Tasya duduk di samping nya.


Dia langsung duduk menatap Tasya.


"Mamah Tasya!" ucap Raya. Tasya mengangguk sambil tersenyum dan merentang kan tangan nya.


"Mamah..." ucap Raya langsung memeluk Tasya. Stevan mendengar kakak nya sudah bangun dia juga ikut bangun.


Stevan tidak bereaksi apapun hanya terdiam menatap Tasya dan dia menangis.


Tasya langsung menggendong nya. Darel yang mendengar suara tangisan Stevan langsung bangun.


"Cup..cup..cupp..." ucap Darel menepuk-nepuk bantal di samping nya namun mata nya Masih tertutup.


Tasya melihat itu hanya bisa tersenyum.


"Kan Mamah udah di sini, jangan sedih lagi dong, ayo senyum." ucap Tasya.


Mendengar suara Tasya seperti mimpi bagi Darel perlahan dia bangun dia menatap Tasya.


"Ini pasti mimpi." ucap Darel menepuk pipi nya.


"Ini gak Mimpi Pah, Mamah sudah pulang." ucap Raya. Darel terdiam.


"Maaf aku gak kasih kabar kalau pulang ke Pekanbaru." ucap Tasya.


"Ini beneran kamu Sya?" tanya Darel seperti tidak percaya.


Tasya mengangguk.


Darel diam.


"Mamah.. Mamah gak akan pergi lagi kan? Mamah bakalan tinggal di sini kan?" tanya Raya.


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Papah sudah janji gak akan marah-marah lagi Mah." ucap Raya.

__ADS_1


"Papah bilang kalau Mamah pulang ke sini Papah gak akan marah-marah lagi. Mamah di sini aja yah." ucap Raya.


Darel menundukkan kepalanya.


"Iyah Mamah gak pergi kok. Mamah mau di sini sama Raya dan Stevan." ucap Tasya.


Mereka berdua terlihat sangat senang. Tapi Darel tetap diam.


Penampilan baru bangun tidur, rambut acak-acakan serta mata yang Masih mengantuk dan badan pegal-pegal membuat nya hanya banyak diam selain itu dia juga merasa malu terhadap Tasya yang sudah berbuat salah.


"Ya udah Kalau gitu mandi dulu yok abis itu kita sarapan." ucap Tasya. Raya bersorak senang Stevan di gendongan Tasya hanya tersenyum ketawa kecil.


Darel yang biasa nya di pagi hari sudah heboh dia bisa melanjutkan istirahat nya sebentar lagi.


Tasya dan anak-anak keluar dari kamar mandi melihat Darel tidur lagi.


Tasya menghela nafas melihat nya namun tidak mengatakan apa-apa setelah selesai pasang baju mereka turun ke bawah untuk sarapan.


"Wahhh Tuan putri sama Mas ganteng untuk bangun nih, sarapan sudah siap ayo makan dulu." ajak Pengasuh.


mereka terlihat sangat senang.


Kali ini mereka Makan dengan lahap, Bibi dan suster yang melihat nya sangat senang.


"Biasanya mereka tidak mau makan seperti ini Non, lihat badan nya sudah semakin kurus." ucap Bibi. Tasya hanya diam semakin di perjelas oleh bibi dan suster dia merasa bersalah.


"Pak Darel mana Non? Kenapa belum turun juga?" tanya Bibi.


"Tadi seperti nya Masih ngantuk jadi tidur lagi." ucap Tasya.


"Loh bukannya hari ini Pak Darel ada meeting yah, saya pikir dia sudah bangun." ucap Bibi karena Darel minta di bangun kan di pagi hari.


Bibi langsung naik ke atas membangun kan Darel.


"Pak! Pak! Ini sudah jam sembilan." ucap Bibi. Mendengar itu Darel langsung bangun.


"Kenapa Bibi membangun kan saya sangat lambat?" tanya Darel.


"Maafkan saya Pak." ucap Bibi.


Darel dengan terburu-buru masuk ke kamar mandi.


"Oh iya tolong urus Raya dan Stevan, seperti nya saya tidak sempat, berikan apa saja yang mereka mau kalau menangis." ucap Darel sebelum masuk ke kamar mandi.


"Loh kan sudah ada non Tasya Pak, mereka tidak serewel kemarin." ucap Bibi, Darel mendengar itu seketika baru ingat Tasya sudah datang dia pikir itu adalah mimpi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2