
"Om gak pernah bohong kok. tunggu saja." ucap Alex, Raya tersenyum.
"Ya udah om pulang yah, byeee." ucap Alex. dia pun pergi.
"Hummm kalau aku besar aku ingin mempunyai pacar seperti om Alex, dia pasti sangat sayang pada pacar nya." ucap Raya.
Mendengar itu Tasya tersenyum.
"Ayo kita masuk." ajak Tasya.
Tidak terasa hari semakin malam. Raya menyusul Tasya ke kamar yang sedang istirahat.
"Tante.." panggil Raya. Tasya yang sedang bersandar di atas kasur sambil bermain handphone melihat Raya datang.
"Ada apa Sayang?" tanya Tasya.
"Omah sama Opah ngajakin Makan malam di luar, kita pergi Yah." ucap Raya.
"Makan malam di luar? Tumben banget." ucap Tasya.
"Ayo dong Tante." ucap Raya.
"Humm ini pasti ide kamu kan? Kamu yang ngajakin Opah Sama Omah." ucap Tasya, Raya tersenyum.
"Kamu seperti nya sudah kebelet mau keluar. Ya udah Tante siap-siap dulu." ucap Tasya.
Mereka pun berangkat ke sebuah restoran. Tasya tidak Lupa membawa mereka juga ke tempat permainan seperti biasa yang di lakukan di Pekanbaru.
Tasya mengambil Video mereka dan memposting nya di Instagram. Mereka terlihat sangat senang.
Tasya juga mengambil foto nya bersama keluarga Nya.
Darel yang duduk di ruang tamu melihat postingan Tasya, melihat anak-anak nya sangat senang dia juga ikut senang.
Dia jarang menelpon dengan Anak nya takut mengganggu Tasya.
Dia melihat Tasya sangat gembira di foto tersebut.
"Seperti nya benar kata mamah, Tasya yang masih sangat muda menginginkan kebebasan dan bersama orang yang dia sayang." batin Darel.
Keesokan harinya orang tua Tasya datang ke rumah. Dia kaget karena Cucu nya di bawa ke Bogor.
"Farhan! Kenapa kamu mengijinkan Tasya membawa mereka!" ucap Bu Adel.
"Di sini tidak ada yang menemani mereka Bu," ucap Darel.
"Kenapa tidak di antar kan saja pada Ibu." ucap Bu Adel lagi.
Ibunya langsung menelpon Tasya.
Tasya yang sedang mempersiapkan anak-anak untuk pergi bermain bersama Alex mendengar Handphone nya Berdering.
Dia melihat telepon dari Ibu nya.
"Halo Bu, assalamualaikum." ucap Tasya.
__ADS_1
"Walaikumsalam! Kamu tidak perlu sok berlaga manis, kenapa kamu membawa cucu-cucu saya ke Bogor." ucap Bu Adel.
Tasya langsung terdiam.
"Kamu tidak mempunyai hak membawa mereka ke sana," ucap ibu nya.
"Aku membawa mereka sudah atas persetujuan kak Darel Bu, mereka juga di rumah tidak ada yang jagain, mereka baik-baik saja di sini." ucap Tasya.
"Ibu tidak percaya sama kamu, kamu sengaja membawa mereka mau menyiksa nya kan." ucap Bu Adel sangat Marah namun tiba-tiba Omah mengambil handphone dari Laura.
"Adel! jaga Mulut kamu yah, ibu tidak pernah mengajari kamu seperti itu, cucu kamu baik-baik saja di sini, kamu bawaan nya suuzhon saja!" ucap omah.
"Jangan Ibu dengar kamu memarahi Tasya hanya karena hal sepele yah, kamu kebiasaan!" ucap Omah dan langsung mematikan sambungan telepon.
"Omah." ucap Tasya.
Omah memberikan handphone nya pada Tasya.
"Jangan pernah di jawab kalau dia menelpon lagi! Dia ibu yang tidak bisa di tiru!" ucap Omah memeluk Tasya.
"Lakukan hal yang menurut kamu baik." ucap Omah.
"Udah buruan sana keluar, nak Alex sudah menunggu dari tadi kasihan dia." ucap Omah.
Tasya dan anak-anak pun keluar.
"Ibu tidak mau tau kamu harus menjemput mereka." ucap Bu Adel.
"Mereka mau di sana Bu, biarkan saja." ucap Darel.
Darel diam. mertua nya langsung pergi begitu Saja. Darel menghela nafas panjang.
Dia menelpon Tasya lagi namun tidak di jawab.
"Ayo Om kita berangkat!" ajak Raya menarik tangan Alex.
Mereka Ijin dan pergi.
"Kamu duduk di depan aja." ucap Alex sambil Membuka kan pintu, Tasya mengangguk.
Mereka pun pergi, Raya dan Stevan terlihat sangat senang, bahkan ternyata Alex membeli kan Mereka mainan.
Tidak terasa hari semakin Siang, Darel baru saja istirahat dia menelpon nomor Tasya tidak di jawab dia pun menelpon Omah.
"Halo Omah!" ucap Darel.
"Iyah! Ada apa Cu?" tanya Omah.
"Tasya di mana yah Oma? Dari tadi aku menelpon nya namun tidak di jawab." ucap Darel.
"Oohh mereka sedang pergi main-main keluar sama Alex." ucap Oma.
"Alex?" ucap Darel.
"Iyah! Dia Teman Tasya di sini. Kamu tenang saja anak-anak kamu pasti aman." ucap Oma.
__ADS_1
"Iyah oma, kalau mereka sudah pulang bilang kalau aku menelpon Tasya." ucap Darel.
"Baik Cu." ucap Oma.
Darel mematikan sambungan panggilan.
"Alex!" Kenapa nama itu tidak asing yah." ucap Darel.
seketika dia ingin di waktu tidak sengaja mendengar percakapan Tasya lewat telepon saat di kamar.
"Apa itu pria yang sering menelpon Tasya." ucap Darel. dia jadi kefikiran.
Hari sudah sore Tasya baru saja pulang. Raya dan Stevan kecapean sehingga mereka tertidur.
Alex mengendong Raya ke kamar sementara Stevan di gendong oleh Tasya, melihat kedekatan mereka omah tersebut, karena Alex dan Laura biasa nya malu-malu walaupun sudah lama kenal.
"Omah, Opah aku langsung pulang yah, ini sudah sore." ucap Alex.
"Tasya! kakak pulang yah." ucap Alex. Tasya mengangguk.
Dia pun mengantar kan ke depan.
"Makasih banyak yah sudah mau bawa kami jalan-jalan." ucap Tasya. Alex mengangguk.
"sampai ketemu hari Sabtu, kakak Akan menjemput kamu ke sini." ucap Darel. Tasya mengangguk.
Setelah Alex pergi Tasya masuk sambil tersenyum.
"Humm seperti nya ada yang lagi senang banget nih sampai senyum-senyum gitu." ucap Opah, Tasya tersenyum.
"Oh iya tadi Darel menelpon Omah, dia menelpon kamu tapi tidak di jawab." ucap Omah.
"Iyah mah, handphone ku ketinggalan di kamar." ucap Tasya.
"Ya udah kamu telpon Balik sana, mungkin dia merindukan anak-anak nya atau ada hal yang penting." ucap Omah, Tasya mengangguk.
Tasya masuk ke kamar. Dia melihat beberapa panggilan dari Darel yang tidak biasa nya bahkan ada pesan juga.
Tasya menelpon Balik. Darel yang di ruangan nya melihat handphone nya Berdering dia langsung menjawab.
"Assalamualaikum Kak." ucap Tasya.
"Walaikumsalam! Kamu dari mana saja?" tanya Darel.
"Aku habis bawa Tasya dan Stevan jalan-jalan kak. Kami sudah sampai di rumah dan mereka sedang tidur, kalau mau bicara sama mereka, nanti kalau sudah bangun." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1