Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 65


__ADS_3

Tasya terdiam dia baru tau kalau pilihan mertua nya karena Mirip dengan kakak nya, namun mertua nya mengatakan kalau Darel suka ibu nya menggunakan dress.


Tasya pun tidak bisa berkata-kata dia memilih untuk pergi dari sana dia mencari tempat yang sepi menahan sesak di dada nya.


pantesan saja pandangan orang melihat nya seperti sedih namun mereka memaksa untuk tersenyum demi menjaga perasaan nya.


Di siang hari Darel dan keluarga nya dari Bubai datang.


Tasya melihat dari dapur suami nya masuk langsung di peluk oleh Raya dan Stevan.


Sementara dia di dapur membantu yang lain untuk membuat kan teh dan juga memasak yang lain.


Karena para Menantu Ada di dapur semua.


Tasya mencuri-curi pandang untuk melihat Darel.


"Papah sudah Sehat?" tanya Raya. Darel mengangguk sambil tersenyum.


"Papah gak boleh sakit-sakit lagi. Nanti gak ada yang mau menjadi Papah Raya " ucap Raya.


"Papah nya sudah sembuh, tapi Raya duduk di sofa yah, kasihan papah nya masih kesakitan." ucap Kakek nya. Papah nya Darel.


Raya duduk di sofa, sekarang gantian Darel menggendong Stevan.


"Papah kangen banget sama kalian." ucap Darel mencium Stevan.


"Tasya! Kamu lihat gih suami kamu!" ucap Bu Tima.


"Pekerjaan di sini masih banyak! Nanti saja kamu ke sana, lagian malu di sana hanya ada keluarga Darel." ucap Bu Adel.


"Aku bantuin di sini saja dulu buk, pasti mereka semua lapar." ucap Tasya.


Bu Tima mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Tima dia kembali lagi ke depan.


Tasya menoleh ke arah Bu Adel.


"Kamu sebagai menantu pengganti di rumah ini harus lebih banyak sadar diri." ucap Bu Adel dengan pelan pada Tasya.


Tasya yang mendengar itu sedikit tersinggung namun dia langsung mengangguk saja.


"Baik Bu, aku mengerti kok." ucap Tasya.


"Ya sudah lanjut potong bawang sana." ucap Bu Adel karena Tasya tadi hanya memotong-motong sayur saja.


Tasya tidak banyak menolak dia mengangguk dan langsung berjalan ke arah pemotongan bawang.


"Ya ampun Non gak perlu bantu-bantu di sini. Non Tasya duduk saja di depan, sudah cantik seperti ini masa iya ke dapur, potong bawang lagi!" ucap Bibi.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok bik. Namanya juga Seorang istri harus bisa masak." ucap Bu Adel.


Bibi dan Tasya hanya diam saja.


Tidak Beberapa semua masakan sudah selesai. Waktu nya menghidangkan ke depan.


"Kamu bantu yang lain menuang kan sayur saja, biar ibu yang membawa ke depan." ucap Bu Adel pada Tasya yang hendak mau membawa makanan ke meja makan.


Dia langsung piring dari tangan Tasya dan membawa nya pergi.


Tasya diam dia melihat sayur belum di Tuang dia pun menuangkan nya ke dalam mangkuk.


"Tasya! Tolong bawa in Stevan ke kamar yah, kasihan dia sudah tidur." ucap Tante Darel pada Tasya. Tasya mengangguk dia mengambil Stevan dari gendongan Tante nya itu dan membawanya ke kamar.


Darel melihat Tasya melewati nya begitu saja membuat nya kebingungan. Dia ingin menegur Tasya namun Di keadaan ramai tidak mungkin.


Di dalam kamar Tasya bisa meregang kan otot-otot nya, dia sudah sangat lelah membantu masak berjam-jam di dapur tampa ada istirahat.


"Hufff akhirnya aku bisa istirahat juga, Tante itu tau saja kalau aku lelah." ucap Tasya menghela nafas panjang.


"Aku belum mendengar keadaan kak Darel seperti apa, namun kalau aku ke sana aku sangat malu." ucap Tasya.


Namun tiba-tiba pintu di buka oleh Raya.


"Mamah! Mamah kenapa di sini?" tanya Raya.


"Mamah mau istirahat dulu, kamu main di luar yah." ucap Tasya.


"Maafin Mamah yah, tapi Adek gak bisa di tinggal, Mamah seharian masak Membuat Mamah letih." ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu Mamah istirahat saja dulu, aku minta papah yang ke sini." ucap Raya.


"Jangan nak! Biar saja papah ngomong sama Keluarga di bawah " ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu aku keluar dulu yah mah." ucap Raya namun ternyata Darel sudah datang di antar oleh Bu Tima.


"Eh Raya di sini? Nenek kira entah kemana." ucap Bu Tima.


Raya tersenyum.


Darel menatap Tasya, begitu juga dengan Tasya menatap Darel.


"Ya udah kamu istirahat saja dulu nak, biar mamah Yang ngomong di luar "ucap Bu Tima. Darel mengangguk.


"Biar papah nya istirahat dulu, ayo keluar." ajak Bu Tima pada Raya.


"Titip Darel yah Tasya!" ucap Bu Tima pada Tasya.


Setelah Itu Bu Tima dan Raya keluar. Tasya membantu Darel duduk di kasur.

__ADS_1


"Kakak bisa sendiri kok." ucap Darel. Tasya melepaskan Darel.


"Bagaimana keadaan kakak sekarang?" tanya Tasya.


"Yah seperti yang kamu lihat." ucap Darel. Tasya melihat Darel seperti nya sangat Cuek pada nya.


"Aku minta maaf tidak menyambut kakak di depan tadi karena sibuk di dapur." ucap Tasya. Darel diam.


"Sekarang keadaan kakak sudah baikan aku sangat senang mendengar nya." ucap Tasya tersenyum.


"Apa kamu tidak merindukan kakak?" tanya Darel. Tasya terdiam.


"Humm." Tasya berfikir panjang.


"Hufff kamu tidak memiliki rasa rindu sama sekali." ucap Darel.


Tasya terdiam.


"Kakak sangat merindukan kamu." ucap Darel.


Tasya mendekati Darel. Darel yang tadi nya menunduk melihat Tasya mendekati nya membuat dia jadi gugup.


Tasya mau memeluk Darel namun dia sangat canggung. dia sudah mengangkat tangan nya namun dia malu memeluk duluan.


Darel menarik tangan Tasya lebih dekat dan memeluk pinggang Tasya karena dia duduk dan Tasya berdiri.


Tasya perlahan memeluk Darel dengan Erat, dia mengelus kepala Darel untuk pertama kalinya rasa nya sangat canggung.


Namun Darel di elus oleh Tasya Membuat nya semakin senang dan nyaman.


Tasya mau melepaskan pelukannya namun di tahan oleh Darel.


"Jangan lepaskan! aku mohon, aku ingin seperti ini." ucap Darel. Tasya terdiam dia kembali mengelus kepala Darel.


"Terimakasih kamu sudah perduli pada kakak, kalau mungkin kamu tidak meminta kakak berobat, pasti sekarang kakak sekarat di rumah sakit dengan sakit yang parah." ucap Darel.


"Aku ingin mulai dari sekarang kakak harus menjaga kesehatan." ucap Tasya. Darel mengangguk.


"Namun kamu harus merawat kakak." ucap Darel.


...----------------...


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2